
Saat ini.
Keheningan memenuhi seluruh dunia, membuat semua orang tercengang!
Mengejutkan, sungguh mengejutkan, tiga orang itu bekerja sama dan dapat dibunuh oleh Aron dengan begitu mudah.
Terutama Gavin, saat ini kakinya sudah menjadi lemas, awalnya dia ingin melarikan diri tapi sepasang kakinya sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
Febri dan Arfan juga sangat terkejut, melihat Tuan Kedua Keluarga Jaya, Benny dipenggal begitu saja, hawa dingin mulai menjalar di hati mereka berdua.
Dua orang itu hanya bergidik untuk sejenak, sebelum akhirnya menatap Aron dengan tatapan ngeri.
Saat ini Bella berada di dalam pelukan Aron, dia benar-benar dapat merasakan detak jantung Aron.
Bella juga terkejut melihat Benny yang dipenggal oleh Aron.
Bagaimana pun Keluarga Jaya adalah keluarga konglomerat di Kota Larso, Aron langsung memenggal Benny demi dirinya, tanpa takut menyinggung perasaan Keluarga Jaya.
Pada saat ini, hati Bella terasa hangat, dan dia semakin bersandar ke dalam pelukan Aron.
“Saya sudah bilang, berani menyentuh Nona Bella maka saya akan menggunakan nyawa seluruh orang di Keluarga Jaya sebagai bayarannya, sekarang giliran kalian berdua…”
Aron menatap dua orang itu dengan dingin.
__ADS_1
Merasakan tatapan dingin dari Aron, hati kedua orang itu terasa berat dan tubuh mereka gemetar.
Dua orang itu sudah takut, sejak Aron menebaskan pedangnya ke tubuh Benny, dua orang itu sudah takut, sepertinya Aron sama sekali tidak takut dengan reputasi Keluarga Jaya.
Pada saat ini, raut wajah kedua orang itu menjadi semakin jelek, hati mereka dipenuhi dengan penyesalan, jika mereka tidak maju maka mereka tidak akan mendapatkan giliran seperti ini.
“Tuan…Tuan Aron, yang menyentuh Baginda Bella adalah Benny, dan dia adalah Tuan Kedua Keluarga Jaya, namun dia sudah bermain wanita di mana-mana, sekarang kepala keluarga kami sedang tidak di tempat, kami juga tidak bisa mengendalikan dia, sekarang Benny sudah mati, saya berharap Tuan Aron dapat mengampuni Keluarga Jaya…”
Pada saat ini Febri mulai memohon ampun pada Aron.
Benny sudah mati, tapi dia memang pantas mati, kalau bukan karena dia yang melakukan semua ini demi wanita, Keluarga Jaya tidak akan mengalami musibah seperti ini!
“Benar benar benar, semua ini dilakukan oleh Benny, kami tidak ada hubungannya, sekarang dia sudah mati, saya berharap kamu dapat melepaskan kami…”
Gavin yang mendengar perkataan dua orang itu tampak tidak percaya, dia tidak menyangka bawahan Keluarga Jaya juga berani berbicara tentang Benny seperti itu.
Namun ini juga mencerminkan bahwa orang-orang di Keluarga Jaya tampak tidak terlalu menyukai Benny.
"Saya sudah bilang, berani menyentuh Nona Bella, saya akan menggunakan nyawa seluruh Keluarga Jaya sebagai bayarannya.”
“Kalian berdua bisa bunuh diri sekarang, dan menghindari rasa sakit pada tubuh kalian…”
Aron berkata dengan nada bicara yang acuh tak acuh.
__ADS_1
Benny telah berani menodai Bella, Aron tidak mungkin membiarkan Keluarga Jaya begitu saja.
“Kamu…”
Wajah Febri dan Arfan seketika memerah karena marah!
Mereka sudah memohon kepada Aron dengan begitu merendah, dan Benny juga sudah terbunuh, apakah seluruh Keluarga Jaya juga harus dihukum mati?
Aron mengulurkan pedang di tangannya dan menatap dua orang itu dengan dingin : “Apakah kalian sudah bersiap untuk mati?”
“Aeon, jangan kira kami benar-benar takut padamu, kami hanya tidak ingin menimbulkan kerugian pada kedua belah pihak, kalau begitu jangan salahkan kami bertarung sampai mati denganmu…”
Febri berteriak dengan marah, wajahnya tampak ganas dan penuh dengan kegilaan, dia kemudian mengeluarkan sebuah botol obat berwarna merah dari sakunya, dan langsung membuka tutup obat itu lalu menuangkan cairan obat yang ada di dalamnya ke dalam mulutnya.
Melihat botol obat di tangan Febri, Aron mengernyitkan keningnya karena saat dia membuka botol obat itu, tercium aroma yang sangat menggila, dan bahkan tercium sedikit aroma mayat.
Bagaimana mungkin sebuah keluarga bela diri yang biasa bisa membuat ramuan obat seperti ini?
Lantas Keluarga Jaya juga sudah berubah menjadi Kultivator Iblis?
Di saat Aron sedang berpikir, tubuh Febri seketika membesar, pakaiannya tercabik-cabik memperlihatkan dua lengannya yang keriput, dadanya yang membusung tinggi dan auranya yang mulai memburu!
__ADS_1