Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Duyung


__ADS_3

Aron yang melihat hal ini juga bergegas mengerahkan kekuatan terakhirnya dan berlari keluar, jika seluruh Kota Nirvana runtuh, maka walau dewa penyelamat ada di sini juga tidak akan bisa selamat.


Terutama karena patung duyung yang sudah dihidupkan kembali memberikan perasaan terancam yang luar biasa bagi Aron!


Di dalam mimpi itu Aron melihat sendiri bagaimana duyung di depan matanya sudah membunuh banyak ahli dengan satu serangan, dengan kekuatannya saat ini sepertinya hanya dengan auranya dia sudah akan bisa membunuh dirinya!


“Haha…haha…”


“Sudah ribuan tahun, sudah ribuan tahun…”


Duyung itu akhirnya terbebas dari kekangan dan tertawa terbahak-bahak.


Dengan tawa duyung itu, sebuah kekuatan pembunuh yang menakutkan mulai berdatangan!


Dug dug dug…


Mulai banyak orang yang memuntahkan darah lalu mati, dan ini membuat kerumunan itu semakin panik dan berlarian keluar dengan putus asa.


Duyung itu melambaikan tangannya lalu pintu-pintu di istana mulai tertutup secara perlahan.


Saat ini, semua orang mulai ketakutan dan berebut untuk keluar, mereka takut akan mati di sini.


Energi pembunuh terus meledak dan terus ada orang yang berjatuhan ke tanah dan kehilangan nyawa mereka!


Duyung itu melihat semua yang ada di depannya dengan acuh tak acuh, seolah orang-orang ini tidak lebih dari semut di matanya.


Dug…


Sebuah gumpalan energi pembunuh menembus dada Aron, wajah Aron seketika jatuh ke tanah, tubuhnya yang sudah lemah saat ini menjadi semakin lemah dan raut wajahnya tampak semakin jelek!


Darah segar terus mengalir keluar.

__ADS_1


Mulai banyak orang yang memuntahkan darah lalu mati, dan ini membuat kerumunan itu semakin panik dan berlarian keluar dengan putus asa.


Duyung itu melambaikan tangannya lalu pintu-pintu di istana mulai tertutup secara perlahan.


Saat ini, semua orang mulai ketakutan dan berebut untuk keluar, mereka takut akan mati di sini.


Energi pembunuh terus meledak dan terus ada orang yang berjatuhan ke tanah dan kehilangan nyawa mereka!


Duyung itu melihat semua yang ada di depannya dengan acuh tak acuh, seolah orang-orang ini tidak lebih dari semut di matanya.


Dug…


Sebuah gumpalan energi pembunuh menembus dada Aron, wajah Aron seketika jatuh ke tanah, tubuhnya yang sudah lemah saat ini menjadi semakin lemah dan raut wajahnya tampak semakin jelek!


Darah segar terus mengalir keluar dan Aron menggertakkan giginya, berusaha keras untuk berdiri lagi.


Dia tidak boleh mati, dia tidak boleh mati di sini.


Kalau dia mati, bagaimana dengan Nuri? Bagaimana dengan ibunya?


Aron masih ingin mengetahui semua ini!


Aron berjuang keras untuk berdiri dan bersusah payah menerjang ke pintu, namun saat ini sebagian besar dari mereka sudah keluar dari istana dan berlari ke kota tanpa menoleh ke belakang.


Arthur yang berhasil keluar dari istana melihat ke arah pintu istana yang mulai perlahan-lahan menutup, tatapan matanya menunjukkan sedikit kebahagiaan!


Dia melihat Aron yang ada di dalam dan belum melarikan diri.


“Aron…”


Saat Aron tiba di depan pintu, pintu gerbang sudah hampir tertutup, Mia tiba-tiba mengulurkan tangannya, lalu menarik Aron, dan ingin menarik Aron keluar.

__ADS_1


Arthur yang melihat ini menunjukkan ekspresi dingin : “Suka ikut campur urusan orang lain…”


Sambil berkata, Arthur melayangkan tamparannya pada Mia, Mia yang panik bergegas menghindar dan tidak bisa meraih Aron!


“Aron, kamu tetaplah di sini dan mati di sini…”


Arthur tersenyum dingin dan melayangkan tinjunya, kekuatan yang menakutkan langsung menerjang ke arah Aron.


Aron yang awalnya sudah mencapai pintu, terkena serangan dari energi menakutkan ini dan tubuhnya langsung terlempar ke belakang.


Pada saat ini, pintu istana juga sudah tertutup rapat.


Melihat pintu yang tertutup Aron berteriak marah : “Arthur, dasar manusia rendahan…”


“Hahaha, saya memang manusia rendahan, apa yang bisa kamu lakukan?”


Arthur tertawa dengan penuh kemenangan.


Bruak bruak bruak…


Seluruh Kota Nirvana berguncang dan Arthur yang melihat hal ini tidak berani tinggal lebih lama dan bergegas pergi menuju pinggiran kota.


Mia melihat ke arah istana sekilas lalu menoleh dan beranjak pergi, tidak ada orang yang bisa menyelamatkan Aron lagi saat ini.


Pada saat ini Aeon terbaring di lantai, dia bahkan tidak memiliki kekuatan yang tersisa untuk berdiri, gelombang energi pembunuh terus menghantam tubuhnya dan setiap serangan membuat luka yang mengerikan!


Aron sudah tidak memiliki harapan lagi, dia menatap duyung yang ada di depannya dengan erat!


Aron tahu kalau dia tidak memiliki kesempatan untuk keluar dari sini!


Namun saat Aron mengira dirinya akan mati karena gelombang energi mematikan itu, energi mematikan itu tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


Dan duyung yang ekspresinya tampak arogan saat ini menjadi sangat pucat, keningnya dipenuhi keringat dingin, dan dia terengah-engah.



__ADS_2