Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pengintip


__ADS_3

Dia tidak menyangka Aron akan memaksa Satria untuk meledakkan diri, perlu diketahui seorang Master Guru tidak akan meledakkan diri dengan mudah.


Karena Master Guru adalah orang-orang yang berkeluarga, jika dia meledakkan diri itu berarti seluruh keluarganya juga akan menghilang dari dunia.


“Kali ini, Aron sepertinya pasti mati…”


Seorang kepala keluarga berkata dengan ringan.


Master Guru meledakkan diri, radius ratusan meter di sekitarnya tidak akan menyisakan makhluk hidup.


“Sebaiknya tunggu diperiksa dengan jelas dulu baru dibicarakan lagi, saya selalu merasa Aron ini tidak akan mati dengan mudah…”


Naveen berkata dengan perlahan.


Naveen tahu identitas Aron yang sebenarnya, sedangkan kekuatan Aron dapat berkembang begitu cepat juga bukan karena berlatih teknik kultivasi jahat, ini ada hubungannya dengan rahasia yang ingin dia ketahui.


Dia mengurung adik perempuannya selama dua puluh tahun dan tidak membunuh Intan hanya untuk mengetahui rahasia ini.


Dan rahasia ini mungkin tersembunyi di dalam tubuh Aron.


“Benar, kita bicarakan lagi setelah diperiksa dengan jelas, kalian kembalilah dulu…”


Arthur mengibaskan tangannya dan beberapa kepala keluarga bela diri itu pun pergi.


Setelah mereka pergi, tujuh orang berpakaian hitam berjalan masuk.

__ADS_1


Ketujuh orang itu mengenakan pakaian serba hitam, bahkan penutup kepala mereka juga berwarna hitam, hanya sepasang mata mereka yang terlihat, namun tatapan mata mereka tidak berkilau, mereka bahkan tidak berkedip, seperti orang mati yang tidak bersuara sama sekali!


Berhadapan dengan tujuh orang berpakaian hitam itu, Arthur mengeluarkan foto Aron, dan meremasnya dengan pelan di tangan, foto itu seketika terbakar.


“Target kalian bertujuh adalah dia, tangkap dia hidup-hidup untukku…”


Arthur memerintahkan kepada tujuh orang berpakaian hitam itu.


Tujuh orang berpakaian hitam itu mengangguk dan berjalan keluar tanpa sepatah kata pun.


Alasan mengapa Arthur tidak membunuh Aron dan ingin menangkapnya hidup-hidup karena dia menginginkan Kristal Naga yang ada di dalam tubuh Aron.


Saat pertarungannya dengan Satria, di atas kepala Aron muncul seekor naga emas yang membuat Arthur sangat terkejut.


Pada saat ini, Aron menatap Satria dan orang-orang Keluarga Himawan yang sudah hancur menjadi serbuk, dan merasa sedikit menyayangkan.


Satria adalah Master Guru yang memiliki Inti Emas, jika bisa mendapatkan Inti Emasnya maka akan sangat berguna bagi kultivasi Aron.


Namun sekarang Satria sudah menjadi serbuk, Inti Emasnya juga sudah tidak ada lagi.


Selanjutnya dia harus mencari cara untuk menemukan Robi, Robi adalah dalang sebenarnya dibalik semua ini!


“Walau kamu melarikan diri ke ujung dunia, saya juga akan menemukanmu…”


Tatapan mata Aron penuh dengan tekad.

__ADS_1


Keluarga Himawan sudah ditangani, namun ada satu hal lagi, yaitu bisnis dan sumber daya Keluarga Harman di Kota Dama yang sangat besar.


Semua itu perlu diambil alih dan diurus oleh seseorang, Aron sendiri tidak punya waktu, jadi dia harus mencari orang lain untuk mengurusnya.


Namun Lembah Tanpa Bayangan sudah dipindahkan ke Lembah Iblis oleh Aron, jaraknya sedikit jauh jadi tidak bisa mengambil alih bisnis raksasa milik Keluarga Himawan.


Jika meminta Keluarga Darminto yang mengambil alih juga tidak cocok, karena Keluarga Darminto hanyalah keluarga bisnis, mengambil alih bisnis keluarga bela diri bukanlah sesuatu yang bisa dipertahankan oleh Keluarga Darminto, belum lagi fakta bahwa banyak hal yang tidak dimengerti oleh Keluarga Darminto!


Di saat Adon sedang berpikir, benaknya tiba-tiba teringat pada satu orang, Lion!


Keluarga Dayo juga merupakan keluarga bela diri yang terkenal di Kota Dama, dan Lion adalah orang yang baik dan memiliki hubungan yang baik dengannya!


​Jadi Adon berharap Keluarga Dayo akan turun tangan dan mengambil alih bisnis raksasa milik Keluarga Himawan.


Sedangkan untuk Rael, Aron percaya dia tidak akan berani mempunyai niat untuk mencelakainya lagi.


Memikirkan hal ini, Adon pergi menuju ke Keluarga Dayo, baru berjalan dua langkah dia menyadari sepertinya ada orang yang sedang diam-diam mengawasinya.


Aron menyebarkan kesadaran spiritualnya, dan segera menemukan ada seorang Tetua dari Aliansi Seni Bela Diri yang berada tidak jauh darinya dan mengawasinya diam-diam.


Aron menyeringai dan tidak membalikkan badannya, lalu berkata dengan dingin : “Mengendap-endap seperti itu tidak seperti karakter Aliansi Seni Bela Diri, karena sudah datang, maka keluarlah…”


​Perkataan Aron membuat Tetua dari Aliansi Seni Bela Diri itu terkejut, dan akhirnya berjalan keluar dengan waspada.


__ADS_1


__ADS_2