Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Aron Kembali


__ADS_3

Aron lalu melompat ke dalam sungai bawah tanah tanpa ragu-ragu, kemudian menjulurkan kepalanya dan berkata : “Sungai bawah tanah ini pasti mengarah ke luar, saya tidak perlu keluar melalui pintu masuk makam kuno, jadi walau mereka ingin membunuhku, juga tidak semudah itu…”


Setelah berkata, tubuh Aron langsung menyelam ke dasar sungai dan menghilang!


Melihat sosok Aron yang menghilang, sepasang mata Robi dipenuhi dengan keserakahan, dia tidak menyangka Aron ini sudah memikirkan jalan keluarnya sejak awal.


“Ayo kita pergi…” Robi hanya bisa membawa lelaki tua bungkuk itu pergi.


Lion dan yang lainnya juga kembali melalui jalur yang sama.


Aron terus berenang mengikuti alur sungai bawah tanah untuk waktu yang lama sebelum menjulurkan kepalanya.


Saat ini Aron sudah berada di sebuah kolam di bawah kaki gunung, dan saat sampai di darat, cahaya keemasan di tubuh Aron menghilang dan bajunya tetap kering.


“Tidak disangka satu tarikan nafas bisa membawaku sejauh ini?”


Aron menatap gedung-gedung pencakar langit yang ada di kejauhan dan menyadari dirinya sudah berada ratusan mil dari Kota Dama.


Tanpa menunggu lama, Aron langsung bergerak menuju Kota Dama.


Meskipun pelatihan hanya berlangsung dalam waktu singkat, tapi Aron mendapatkan keuntungan yang besar, sebuah Cincin Penyimpanan, sebuah Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, semuanya merupakan harta karun yang sangat bernilai.

__ADS_1


Terutama Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, Aron akan menggunakannya untuk berkultivasi, dengan kekuatan Aron saat ini dia membutuhkan energi spiritual dalam jumlah besar dan di dalam Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dipenuhi dengan energi spiritual yang begitu kaya, dan dapat mendukung kultivasi Aron.


Disisi lain, di pintu masuk makam kuno, Wiwanto dan kerumunan keluarga dan klan bela diri sedang menunggu Aron keluar.


August sudah diantar kembali ke kediaman Keluarga King karena terluka parah, sedangkan Wiwanto bersumpah untuk menunggu Aron sampai keluar dan tidak akan puas sebelum membalaskan dendamnya, kalau tidak bagaimana dia akan mempertahankan reputasinya sebagai Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri.


Tapi setelah menunggu cukup lama, tidak terlihat Aron yang berjalan keluar, sebaliknya Lion, Robi dan Tommy yang berjalan keluar.


Melihat orang-orang ini berjalan keluar, tapi tidak melihat sosok Aron, Wiwanto langsung menghentikan Lion dan yang lainnya : “Dimana Aron?”


“Mana saya tahu dimana Aron, kalau kamu ingin tahu masuk saja dan cari sendiri!”


Lion memutar matanya pada Wiwanto dan wajahnya penuh dengan penghinaan.


“Tuan Muda Robi, apakah kamu tahu kenapa Aron tidak ikut keluar bersama dengan kalian?”


Wiwanto menatap Robi dan bertanya dengan segan.


“Tidak tahu!” Robi berkata lalu membawa lelaki tua bungkuk itu pergi.


Bukan karena Robi ingin membantu Aron, tapi karena dia tidak ingin Wiwanto dan yang lainnya menemukan Aron, karena Aron memiliki beberapa harta karun yang diinginkan oleh Robi.

__ADS_1


Terutama Cincin Penyimpanan itu, Robi sudah langsung menyukainya saat melihatnya pertama kali.


Wiwanto melihat Lion dan Robi yang tidak mau berbicara, dia menjatuhkan tatapannya pada Tommy.


Tommy melihat Wiwanto yang menatapnya bergegas mengibaskan tangannya : “Jangan tanyakan padaku, saya tidak tahu apa-apa.”


Wiwanto menyipitkan sepasang matanya dan langsung menarik kerah baju Tommy : “Bagaimana mungkin kamu tidak tahu.”


“Apa yang ingin kamu lakukan? Kalau kamu memukulku, maka saya akan menyebarkan bahwa Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama yang terhormat, memukul anak kecil…”


Tommy mengancam Wiwanto.


Wiwanto yang mendengar perkataan Tommy hampir tertawa, Tommy sudah berusia dua puluhan tahun, tapi masih menyebut dirinya anak kecil.


Namun melihat orang-orang dari keluarga dan klan bela diri yang menatapnya, Wiwanto hanya bisa melepaskan cengkramannya dan berteriak pada Tommy : “Enyah dari hadapanku…”


Tommy segera membawa bawahannya pergi, sedangkan Wiwanto terus menunggu di pintu masuk makam kuno.


Setelah Aron kembali ke Kota Dama, dia langsung pergi ke Detasemen Perlindungan Hukum, sekarang bagi Aron, tempat teraman di Kota Dama adalah Detasemen Perlindungan Hukum.


Eddyt melihat Aron yang kembali begitu cepat sedikit kaget, karena setiap kali diadakannya pelatihan setidaknya membutuhkan waktu tujuh hingga delapan hari, tapi Aron baru pergi satu hari dan sudah kembali.

__ADS_1



__ADS_2