Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Mengeluarkan Racun


__ADS_3

Hendy memasang raut wajah muram, dan berteriak dengan suara rendah!


“Baik, baik….”


Eddyt mana berani mengatakan apapun lagi, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menyeret Aron keluar!


Setelah berjalan keluar dari kamar, Aron langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu utama, Eddyt tercengang dan bergegas bertanya padanya : “Tuan Aron, sepertinya pemimpin tidak percaya padamu, jadi sebaiknya kita pergi saja, jangan sampai pemimpin melihat kita lagi saat dia keluar!”


Maksud perkataan Hendy tadi adalah agar Eddyt membawa Aron pergi, bukan menyuruh mereka duduk di ruang tamu, sekarang Aron duduk di ruang tamu dan tidak mau pergi, kalau sampai terlihat oleh Hendy, Eddyt tidak akan bisa menjelaskan!


“Kalau kita pergi, maka putranya akan mati, saya sudah bilang dalam waktu sepuluh menit, akan ada orang yang mengundang kita masuk ke dalam, pasti, Ketua Eddyt tidak perlu panik, duduk saja disini dengan tenang!”


Aron berkata sambil menuangkan secangkir teh untuk dirinya dan secangkir untuk Eddyt!


Eddyt melihat Aron yang begitu percaya diri memikirkan status Aron yang merupakan seorang kultivator, lalu menggertakkan giginya dan duduk menemaninya dengan pasrah!


Pada saat Aron dan Eddyt sedang duduk minum teh di ruang tamu, di dalam kamar Hendy menatap Febri dengan tatapan memohon : “Guru Febri, saya serahkan nyawa putraku padamu, kalau Guru Febri bisa membangunkan putraku, maka saya akan sangat berterima kasih, dan akan mengadakan pertemuan sihir di Kota Dama untuk Guru Febri, agar reputasi Guru Febru bisa menyebar di Kota Dama….”

__ADS_1


Sikap Hendy sangat merendah, namun Febri tahu kalau Hendy berbuat seperti ini maka semakin besar resiko yang harus dia tanggung, kalau dia bisa membangunkan putranya Hendy maka semuanya akan senang, tapi kalau dia tidak bisa membangunkannya dalam situasi ini, sepertinya dia dan Oyong tidak akan bisa pergi dari sini!


“Pemimpin Hendy, jangan khawatir, saya pasti akan melakukan yang terbaik, hanya ulat beracun dari Desa Poison, saya masih cukup percaya diri….”


Febri merasa yakin karena dia sudah pernah menyembuhkan orang yang terkena gigitan ulat beracun sebelumnya!


“Kalau begitu maka akan merepotkan Guru Febri!”


Hati Hendy merasa sangat gembira!


Tidak peduli setinggi apa status dan jabatannya, saat ini Hendy hanyalah seorang ayah, dia hanya berharap putranya bisa sembuh!


Setelah mengambil jarum perak, dia menusuk jari Josua dengan lembut, dan jarum perak itu bersinar dengan cahaya perak, namun segera berubah menjadi warna hitam pekat yang terlihat oleh mata telanjang!


“Waktunya sudah cukup lama, jadi racunnya sudah menyerang ke jantung, sepertinya hanya bisa dikeluarkan dari dalam….”


Febri berkata lalu mengeluarkan jarum perak yang panjangnya lebih dari 10cm, ini merupakan jarum paling besar yang ada di dalam tas itu.

__ADS_1


Febri memegang jarum perak dan menggumamkan sesuatu, lalu jarum perak itu mulai bergetar dengan kencang dan mengeluarkan suara berdengung, seperti seekor nyamuk yang beterbangan kesana kemari!


Saat jarum perak itu bergetar lebih cepat dan lebih cepat lagi, nyala api berwarna biru muda muncul di jari Febri dan nyala api itu menelan jarum perak dan membakarnya menjadi warna merah menyala!


Febri memegang jarum perak itu tanpa melepaskannya, dan Hendy yang melihat adegan ini terkejut, dia belum pernah melihat orang yang bisa menggunakan sihir sebelumnya, bagaimanapun sebagai Pemimpin Pengadulan, dia tidak mungkin percaya pada hal seperti ini!


Namun sekarang dia melihatnya dengan matanya sendiri, dan Hendy tidak bisa tidak percaya, jadi dia hanya bisa merasa kaget!


“Guru Febri memang pantas disebut ahli sihir nomor satu di Futuwa, memang sangat luar biasa….”


Hendy tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berteriak!


“Pemimpin, ini hanya keterampilan kecil, Guru Febri mempunyai kemampuan yang luar biasa, dia bisa membangkitkan orang mati….”


Oyong yang melihat ekspresi Hendy langsung berkata dengan bangga!


Meskipun Hendy tahu kalau membangkitkan orang mati hanyalah omong kosong tapi sekarang saat melihat kemampuan Febri, Hendy juga tidak membantah perkataan Oyong!

__ADS_1


Melihat Febri memegang jarum perak yang sudah berwarna merah dan perlahan menusukkannya ke jantung Josua, jarum perak itu menusuk kulitnya dan mengeluarkan suara menyengat dan ada bau terbakar.


Saat Hendy melihat ini, dia mengepalkan tangannya dengan erat dan gugup, dia sangat ingin bertanya pada Febri, kalau dia menusuknya seperti itu bukankah itu menusuk langsung ke jantung putranya dan dia akan mati? Tapi dia tidak berani menanyakannya, dia takut dia akan mengganggu Febri, dan menyebabkan kecelakaan!


__ADS_2