Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Anti peluru


__ADS_3

"penjahat itu sudah mati semua, sekarang belum bisa dipastikan siapa yang melakukannya tapi saya rasa pasti orang-orang dari Keluarga Serosa, atau Keluarga Wizard yang melakukannya!”


Kata Leonard.


“Pak Leonard tenang saja, kami pasti akan membantu, kalau Keluarga Serosa dan Keluarga Wizard berani macam-macam, saya akan membuat mereka merasakan tinju besiku dan membalaskan dendam Nona Angela!”


Cade berkata dan tidak lupa dia melambaikan tinjunya dua kali dan menatap Angela dengan mata panas!


“Hahaha, saya mengandalkan Master Goda dan para ahli bela diri sekalian, hanya saja saya dengar kalau Keluarga Serosa dan Keluarga Wizard juga telah mengundang banyak master, jadi kita harus berhati-hati, tidak merahasiakannya dari Master Goda, saya menggunakan koneksiku untuk membawa beberapa hal ini kemari!”


Leonard membentuk jarinya menyerupai bentuk pistol dan menunjukkannya pada Master Goda!


Sudut bibir Master Goda berkedut : “Pak Leonard, di mata kami pistol bahkan tidak sebanding dengan belati, kali ini merupakan duel antara master, pistol seperti itu tidak ada gunanya sama sekali, hanya untuk mencari kenyamanan psikologis saja!”


“Master Goda, lantas masih ada orang yang tidak takut terhadap pistol?” Leonard bertanya dengan tidak percaya, dia tidak percaya ada orang yang tidak takut pada pistol.


“Pak Leonard, kalau tidak percaya bisa coba menembakiku dengan pistol!”


Master Goda berkata dengan raut wajah yang tidak terduga.


“Mana boleh, saya mana boleh menembaki Master Goda!” Leonard menggelengkan kepalanya!

__ADS_1


“Pak Leonard, coba tembak saja untuk mencoba, guruku tidak takut pada pistol, kecepatannya lebih cepat dibandingkan dengan peluru!”


Cade yang ada di sampingnya berbicara.


“Master Goda, kalau begitu saya……” Leonard juga sangat penasaran dan dia ingin mencobanya!


“Ayo coba saja, kebetulan saya juga bisa pamer di depan Pak Leonard, kalau tidak saya tidak akan nyaman dengan bayaran sebesar itu!”


Master Goda bangkit dan berdiri di samping.


Leonard memerintahkan seseorang untuk membawa sebuah pistol, saat membukanya dia membidik Master Goda dan berkata : “Master Goda, saya akan menembak ya!”


“Tembak saja, arahkan ke dada kananku!”


Leonard juga memiliki niat ini, jika mengenai dada kanannya dan terjadi kecelakaan, dia tidak akan kehilangan nyawanya, tapi kalau mengenai dada kirinya akan mengenai jantungnya dan merenggut nyawanya!


​Leonard membidik dada kanan Master Goda dan menarik pelatuknya dengan keras.


Bang……


Suara tembakan terdengar dan sosok Master Goda itu berdiri tegak dan segera kembali ke posisi semulanya!

__ADS_1


Melihat tubuhnya tidak terluka sama sekali, ia sama sekali tidak tertembak!


“Bagus……”


Cade berteriak lebih dulu, dan semua orang bertepuk tangan, bahkan Kevin yang melihatnya juga tercengang.


Tapi tidak ada orang yang memperhatikan kalau peluru yang ditembakkan itu mengenai pilar batu halus di belakangnya dan berubah arah dan langsung menuju ke arah Angela!


Karena pelurunya terlalu cepat, tidak ada yang bisa melihatnya sama sekali, tapi Aron menyadarinya dan langsung menangkapnya dengan tiba-tiba, dan peluru itu langsung terjepit di tangan Aron.


​Angela yang ada di sampingnya masih terkejut, saat dia melihat peluru yang ada di tangan Aron, dia tertegun, dan melihat Aron diam-diam memasukkan peluru ke dalam sakunya seperti tidak terjadi apa-apa!


Saat itu semua orang sedang bersorak untuk Master Goda, dan Leonard berkata dengan bersemangat : “Dengan adanya Master Goda Disini, besok saya ingin melihat siapa yang bisa menghalangi Keluarga Galang, Hahaha…..”


Perjamuan dimulai, Leonard tidak berhenti bersulang pada Master Goda, sedangkan Kevin dan Aron tidak diperhatikan sama sekali, tetapi terus berbicara dengan Aron, dan mengambilkan lauk untuk Aron, seperti teman yang sudah akrab!”


“Ayah, besok saya juga ingin ikut bersama kalian!”


Di tengah perjamuan, Angela tiba-tiba bersuara dan berkata pada Leonard.


“Sembarangan, tidak bisa, terlalu berbahaya, untuk apa kamu pergi, pergi ke sana bukan untuk bermain seperti ke pusat perbelanjaan, ini bisa menjadi perjalanan hidup dan mati, kamu tetap tinggal di rumah!”

__ADS_1


​Leonard menegur Angela.


__ADS_2