
Aron hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun, dia juga tidak menyangka tubuhnya akan diolah hingga tahap seperti ini, sepertinya Pil Pengolahan Tubuh yang diberikan oleh Danu kepadanya benar-benar barang bagus, dan berkali-kali lipat lebih berguna dibandingkan dengan Pil Peremajaan yang dia buat.
“Tuan Aron, orang-orang dari Desa Poison sudah tertangkap, kalau kamu ingin kembali ke Kota Sanur saya akan mengutus seseorang untuk mengantarmu….”
Eddyt melanjutkan perkataannya.
“Kepala Majelis Eddyt, tidak usah merepotkan kamu saya berencana untuk tinggal sementara waktu di Kota Dama, nanti saat saya sudah ingin pulang saya bisa naik mobil sendiri….”
Kemunculan Badak Basi dan Danu membuat Aron berubah pikiran, dia ingin menetap sementara waktu di Kota Dama, mungkin saja dia bisa bertemu dengan kultivator lainnya lagi, dan yang paling penting adalah Aron ingin menetap di Kota Dama untuk mengetahui rahasia dari identitas aslinya.
“Kalau begitu Tuan Aron berhati-hatilah, Keluarga Bastian tidak akan melepaskan Tuan Aron begitu saja, kalau Tuan Aron memerlukan bantuan, silahkan hubungi saya….”
Eddyt memperingatkan Aron.
“Terima kasih banyak atas peringatannya Kepala Detasemen Eddyt…..”
Aron tersenyum ringan
__ADS_1
Setelah kembali dari pinggiran barat, Aron kembali ke penginapan dan berbaring di kasur penginapannya, Aron mengingat kembali adegan saat dia bertemu dengan Badak Basi dan Danu, itu adalah dua orang yang paling kuat yang pernah dia lihat.
Pada saat bersamaan, Boyca dari Keluarga Bara sedang duduk mendengarkan laporan dari Kepala pelayan, dan dia sangat marah.
“Sampah, dasar sampah sialan, orang-orang dari Desa Poison ini sangat tidak berguna, lima orang itu bahkan tidak bisa menghadapi seorang Aron…..”
Boyca membanting tinjunya dengan keras ke atas meja dan membuat meja itu hancur berkeping-keping.
“Tuan Ketiga, saya rasa bukan lima orang Pengurus Desa Posion itu yang tidak bisa menghadapi Aron, tapi Aron memiliki bantuan, saya dengar Eddyt sudah membawa orang untuk mengepung lima Pengurus dan bahkan membawa penembak jitu, kalau tidak mana mungkin mereka bisa menjadi lawan Aron….”
Kepala pelayan menjelaskan.
Di Kota Dama, Aron dilindungi oleh Detasemen Perlindungan Hukum dan Keluarga Darmanto, sekarang bertambah satu lagi, Hendy dari Pengadilan, ini membuat Boyca tidak berani gegabah menghadapi Aron, dan hanya bisa menunggu hingga Dika keluar dan membuat keputusan.
“Tuan Ketiga, ada satu masalah lagi, Leluhur Keluarga Bara akan merayakan ulang tahunnya dan kita juga sudah menerima undangannya, entah hadiah apa yang harus disiapkan?”
Kepala pelayan bertanya pada Boyca.
__ADS_1
Boyca mengernyitkan keningnya dan menghela nafasnya.
Garis keturunan mereka ini bisa dibilang merupakan jaminan dari Keluarga Bara, oleh karena itu mereka tidak dianggap serius dan mereka jarang berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan di Keluarga Bara, hanya saja setiap tahun di saat ini leluhur Keluarga Bara pasti akan merayakan ulang tahunnya dan di setiap perayaan ulang tahunnya, garis keturunan mereka hampir menyumbangkan harta langka yang tak terhitung jumlahnya, setiap tahun selalu begitu dan ini membuat Boyca yang mendengar dua kata ulang tahun seketika menjadi sakit kepala.
Hanya saja mereka juga tidak bisa berkata apa-apa, karena orang-orang itu berkuasa, dan Boyca serta dua kakaknya sudah belajar bela diri di rumah mereka selama berpuluh-puluh tahun.
Bisa dibilang, Boyca dan garis keturunannya cukup beruntung, bisa memilih satu orang untuk belajar seni bela diri di pusat Keluarga Bara, perlu diketahui garis keturunan Keluarga Bara yang lainnya harus membayar upeti setiap tahunnya dan tidak pernah mendapatkan kesempatan seperti itu!
“Apakah kakak keduaku sudah menyampaikan pesan kali ini? Bagaimana proses belajarnya?”
Boyca bertanya pada kepala pelayan.
“Tuan Kedua sudah berpesan, dia mengatakan kalau dia sudah bisa memasuki aula leluhur dan dia meminta kita untuk membawa lebih banyak barang ke sana kali ini, dengan begitu Tuan Kedua akan lebih dihargai….”
Kata Kepala pelayan.
“Kakak kedua sudah bisa masuk ke aula leluhur?” Boyca menunjukkan kegembiraan di wajahnya : “Bagus sekali, ini membuktikan kalau kakak kedua juga sudah mencapai tahap kultivator, dan saat kakak kedua kembali, di seluruh Kota Dama siapa lagi yang berani menjadi lawan Keluarga Bara, Keluarga Darmanto, Detasemen Perlindungan Hukum, mereka tidak ada apa-apanya….”
__ADS_1
Wajah Boyca memerah karena terlalu bersemangat, sepasang matanya bersinar bahagia dan ada sedikit kecemburuan dalam kegembiraannya.