Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Minum Darah Nuri


__ADS_3

Wiwanto menatap ke arah Eddyt, Nuri dan yang lainnya, lalu menyeringai : “Siapa yang mengatakan saya menyerang Aron?”


“Saya melihatnya, kalau bukan kami bergegas menghampiri kamu pasti sudah membunuh Tuan Aron.”


Eddyt berkata dengan keras.


“Kalian tidak melihat apapun, karena orang mati tidak akan bisa melihat apapun…”


Wiwanto berkata dan sebuah aura menakutkan langsung menyelimuti Eddyt dan yang lainnya.


Dia akan membunuh mereka semua dan membungkam mereka, hanya ketika orang-orang ini mati maka rahasianya tidak pernah terungkap.


Melihat Wiwanto memiliki niat untuk membunuh, Eddyt terkejut : “Ketua Dewan Wiwanto, kamu…apa yang ingin kamu lakukan? Saya adalah anggota Detasemen Perlindungan Hukum, kalau kamu membunuhku, maka kamu akan berurusan dengan pemerintahan…”


Eddyt ingin menekan Wiwanto dengan pemerintahan tapi jelas tidak ada gunanya, karena Wiwanto sudah bertekad untuk membunuhnya!


“Eddyt, jika saya membunuhmu sekarang, siapa yang bisa membuktikan saya adalah pembunuhnya, tidak ada saksi, walau kamu adalah pejabat, apa yang bisa pemerintah lakukan padaku?”


Wiwanto berkata sambil tersenyum sinis.


Hal ini membuat Eddyt panik, berhadapan dengan Great Grand Master puncak seperti Wiwanto mereka tidak memiliki kesempatan untuk menang.


Saat ini jangankan satu jarinya, bahkan jika Wiwanto memperkuat sedikit auranya, Eddyt tidak akan mampu menahannya.


Sedangkan Nuri dan Lina para gadis ini meskipun memiliki kekuatan tapi ingin melawan seorang Great Grand Master puncak, itu sama saja dengan mimpi!


Saat ini Aron sudah dipapah oleh Nuri dan Lina, dia melihat Wiwanto yang penuh dengan niat membunuh menunjukkan ekspresi yang sangat serius!

__ADS_1


“Wiwanto, jika kamu berhenti, maka saya bisa menganggap masalah hari ini tidak pernah terjadi!”


Aron mulai berkompromi.


Jika hanya dirinya, maka Aron akan memiliki kemungkinan untuk melarikan diri, tapi sekarang Nuri, Lina dan Eddyt sudah berada di sini, dengan kekuatan Eddyt, dia tidak akan bisa kabur.


Demi orang-orang yang ada di sekitarnya, Aron mau tidak mau harus berkompromi.


“Hahaha, Aron, kamu mulai takut, tapi sudah terlambat, kamu sudah tahu terlalu banyak jadi kamu harus mati…”


Wiwanto berkata dan menghantamkan tinjunya, cahaya hitam meledak seperti seekor hewan buas yang menerjang ke arah Aron dan yang lainnya.


Aron yang melihat itu menggertakkan giginya dan mendorong cahaya keemasan dari tubuhnya, sosoknya melompat ke atas dan menyambut serangan Wiwanto.


Bam…


Seteguk darah kembali dimuntahkan, tubuh Aron mulai menunjukkan retakan-retakan, dan cahaya keemasan di tubuhnya mulai meredup lagi.


Namun, usaha Aron yang mati-matian menangkis serangan itu membuat Nuri dan yang lainnya tidak terluka.


“Aron…”


Nuri dan Lina memapah Aron dengan rasa sakit hati!


“Lumayan, saya tidak menyangka kamu bisa menahan satu seranganku dan tidak mati, tapi saya ingin lihat apakah kamu bisa menahan serangan ini dan tidak terbunuh…”


Cahaya hitam di tubuh Wiwanto mulai bersinar dan tidak disembunyikan lagi.

__ADS_1


​Melihat cahaya hitam di tubuh Wiwanto, Eddyt terkejut dan menganga!


“Saya akan menahannya, kalian cari kesempatan untuk kabur…”


Aron menyipitkan sepasang matanya, dia tahu hari ini dia harus bertarung mati-matian, kalau tidak Nuri dan Lina akan mati di sini.


“Aron, kami tidak akan pergi, kalau mau mati, kita mati bersama…”


Lina berkata dan air mata mengalir dari matanya, dia terus menggelengkan kepalanya.


“Kita tidak harus mati…”


Tatapan Nuri tiba-tiba berubah menjadi sedingin es, dan mengeluarkan belati lalu menyayat lengannya dengan keras.


Sebuah luka sayatan muncul dan darah segar mengalir keluar.


​“Aron, minum ini…”


Nuri mendekatkan lukanya pada Aron.


Melihat luka sayatan merah di lengan putih Nuri, Aron merasa tidak tega.


“Aron, kalau kamu tidak meminumnya maka kita semua akan mati di sini…”


Nuri mendesak Aron.


Aron menggertakkan giginya dan memajukan mulutnya lalu mulai menghisap darah Nuri.

__ADS_1



__ADS_2