Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Baku Hantam


__ADS_3

Tawa keras Wiwanto penuh dengan penghinaan dan cibiran.


Saat ini di tempat ini hanya ada mereka berdua, Wiwanto sudah dapat membunuh Aron.


Aron melihat Wiwanto yang tertawa keras dan sepasang matanya memancarkan aura pembunuh.


“Sebentar lagi, kamu sudah tidak akan bisa tertawa lagi…”


Tubuh Aron mulai memancarkan cahaya keemasan, tubuh emas yang tidak dapat dihancurkan diaktifkan dan lapisan sisik emas mulai membentuk baju besi yang menyelimuti seluruh tubuh Aron.


Kali ini, aura dari tubuh Aron tidak langsung meledak, melainkan seperti aliran air yang menetes, terus menerus…


Wiwanto melihat hal ini dan mengernyitkan keningnya!


Saat ini, secara mengejutkan, aura Aron membuat dia merasakan sedikit ancaman.


Baru berapa lama saat dia menghadapi Aron, sekarang dirinya malah merasakan perasaan yang berbahaya!


Ini membuat hati Wiwanto merasa menggila.


Menghadapi tubuh emas yang tidak bisa dihancurkan milik Aron, tatapan mata Wiwanto sedikit menyusut, lalu sebuah segel mulai berkedip di depan dadanya!


Cahaya di sekitar Wiwanto juga semakin kuat dan dengan cepat membungkus Wiwanto, kabut hitam yang tidak berujung menutupi seluruh langit, membuat area di radius ratusan meter di sekitar mereka menjadi kegelapan!

__ADS_1


Aron menyipitkan matanya : “Hari ini, saya akan memenggal kepala Kultivator Iblis sepertimu dan mempublikasikannya, agar semua orang tahu kalau kamu seorang Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri ternyata adalah seorang Kultivator Iblis…”


“Kurangi omong kosong, orang yang mati pasti adalah kamu…”


Wiwanto mengulurkan tangannya dengan santai, kabut hitam di sekelilingnya langsung membentuk sebuah bola hitam yang sangat besar di tangan Wiwanto.


Dengan satu jentikkan, bola hitam yang besar itu perlahan-lahan bergerak ke arah Aron dengan kecepatan yang sangat lambat!


Menghadapi bola hitam yang perlahan-lahan mendekatinya, Aron ingin menghindar namun dia menyadari bahwa kabut hitam di sekelilingnya memiliki efek pengikatan yang berat seolah-olah dia sedang terendam di dalam air dan banyak sekali hambatan untuk bergerak.


Gerakan menghindar Aron juga menjadi lambat, hanya saja pada akhirnya dia tetap gagal menghindari bola hitam yang besar itu, dan terperangkap di dalam bola hitam itu.


“Di sini, seluruh pergerakanmu dan kecepatanmu akan dibatasi, tapi saya tidak…”


Wiwanto tertawa dingin, kemudian sosoknya juga langsung menghilang!


Wiwanto mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, pedang itu tidak berhenti menyerap kabut hitam yang ada di sekelilingnya, membuat bilah pedangnya melambung tinggi hingga mencapai lebih dari sepuluh meter.


Pedang itu terangkat tinggi ke udara, lalu menebas ke arah Aron.


Energi pedang yang mendominasi langsung menghalangi jalan Aron untuk mundur.


Tubuh Aron seketika melintas dengan cepat, namun pergerakan Aron di mata Wiwanto, seolah bergerak dengan lambat.

__ADS_1


“Kamu tidak akan bisa menghindar…”


Pedang Wiwanto menebas dan seluruh kekosongan mulai terdistorsi dan mengeluarkan suara yang memecahkan langit.


Bam…


Pedang panjang itu menebas tubuh Aron dan mengeluarkan percikan api.


Bagian tubuh emas Aron yang tidak bisa dihancurkan yang ditebas oleh pedang itu membuat sisik-sisik emasnya menghilang dan memperlihatkan kulitnya yang keras.


Sebuah gelombang kekuatan Naga Ilahi berkumpul di tangan kanan Aron, seberkas cahaya putih bersinar dan membuyarkan kabut hitam yang memenuhi area ini.


Ada secercah cahaya di dalam kegelapan…


Bam…


Aron melayangkan tinjunya dengan ganas, sebuah pukulan yang sangat mendominasi dengan kekuatan yang dahsyat dan mengerikan…


Seperti bintang jatuh di langit malam, pukulan itu menghantam pedang di tangan Wiwanto dengan ganas.


Pedang di tangan Wiwanto hanya merupakan ilusi dari kabut hitam sejak awal, dan saat mengenai tinju Aron yang berbalut cahaya putih, pedang panjang itu langsung menghilang, kumpulan kabut itu seketika buyar.


Merasakan aura yang mengerikan, tubuh Wiwanto langsung mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Saat ini, raut wajah Wiwanto menjadi sangat rumit, kabut hitam ini adalah keterampilan andalannya!


Saat di pertandingan di atas ring, Wiwanto mau tidak mau membakar esensi darahnya karena dia tidak berani mengungkapkan fakta bahwa dia berlatih teknik kultivasi jahat, kalau tidak dia tidak akan punya cara untuk mengakhirinya.


__ADS_2