
Namun dalam menghadapi serangan Ichiro Watanabe, Aron tidak memilih untuk melawan, sebaliknya dia bergumam dan kobaran api berwarna biru itu tiba-tiba menyatu dan tirai cahaya tipis langsung membentuk formasi sihir.
Tirai cahaya itu bagaikan cermin yang yang langsung memantulkan sosok Aron dan Ichiro Watanabe, di bawah pantulan tirai cahaya yang terus menerus, sosok Aron tiba-tiba bertambah hingga puluhan.
Di sekeliling formasi sihir, sosok Aron terlihat dimana-mana, Ichiro Watanabe tercengang sejenak, dia sudah tidak bisa membedakan mana yang merupakan sosok asli dari Aron di antara bayangan-bayangan tersebut.
“Bagaimana, teknik bayanganku lumayan, kan?”
Aron mencibir, dia sudah memikirkan hal ini sejak menyaksikan Ichiro Watanabe menggunakan Teknik Pedang Sembilan Bayangan untuk bertarung melawan Audrey.
“Ah…”
Ichiro Watanabe tiba-tiba meraung dengan marah, pedang di tangannya mengayun dan menebas ke sekeliling formasi sihir itu.
Saat pedang itu menebas, tirai cahaya langsung menghilang, tapi tirai cahaya kembali muncul setelah pedang Ichiro Watanabe melewatinya.
Tirai cahaya itu ditenagai oleh nyala api berwarna biru, dan satu-satunya cara untuk menghancurkan tirai cahaya itu adalah dengan memadamkan nyala api berwarna biru tersebut.
__ADS_1
Namun Ichiro Watanabe melancarkan beberapa serangan yang kuat ke nyala api biru itu, hanya saja api biru itu tidak mau padam sama sekali, bahkan tidak bergerak sedikitpun.
“Sekarang kita bisa bertarung dengan adil, kamu ingin menggunakan teknik kamuflase mu juga sudah tidak ada gunanya…”
Aron berkata sambil menatap Ichiro Watanabe yang terlihat muram.
Ichiro Watanabe menatap Aron dengan muram, beberapa bayangannya juga seketika menghilang : “Kamu kira ini sudah cukup untuk menahan Teknik Pedang Sembilan Bayangan milikku? Teknik Sembilan Bayangan hanyalah sebagian dari Teknik Pedang Sembilan Bayangan, kekuatan sebenarnya dari Teknik Pedang Sembilan Bayangan masih ada setelah ini…”
Ichiro Watanabe berkata sambil mengangkat tinggi pedangnya yang setipis sayap jangkrik, diikuti oleh suara siulan yang panjang, cahaya hijau di matanya meningkat, keinginan bertarungnya juga meningkat, dan aura di tubuhnya bercampur dengan aura darah.”
“Jurus pertama dari Teknik Pedang Sembilan Bayangan, energi pedang bagaikan pelangi…”
Raut wajah Ichiro Watanabe sedalam air, kekuatan batinnya sudah ditingkatkan hingga batasnya, pedang yang sedang melayang di udara itu langsung dikendalikan oleh kekuatan batin Ichiro Watanabe.
Aron yang melihat itu mengepalkan tangan kanannya, cahaya keemasan bersinar di kepalan tangannya dan dia kemudian menghantamkan tinjunya ke udara.
Bam!
__ADS_1
Tinju Aron bertabrakan dengan energi pedang tersebut dan membuat seluruh ring mulai bergetar, tabrakan dengan kekuatan sebesar itu bagaikan angin topan yang menyapu ke seluruh penjuru.
Pedang Ichiro Watanabe yang berada di udara bergoyang lalu seketika jatuh ke bawah.
Ichiro Watanabe yang melihat hal itu melebarkan tangannya seperti sayap burung dan melompat ke udara, meraih pedang yang jatuh.
“Jurus kedua dari Teknik Pedang Sembilan Bayangan, pedang yang bergerak sesuai hati…”
Pedang itu terus bersinar dengan cahaya kehijauan, Ichiro Watanabe yang memegang pedang di tangannya bersatu dengan pedangnya di udara, dan seluruh tubuhnya seolah berubah menjadi pedang yang menikam tepat ke arah jantung Aron.
Aura di tubuh Aron seketika meningkat, Aron lalu membalik tangannya dan langsung menekan pedang Ichiro Watanabe, gelombang besar kekuatan spiritual keluar dari tubuh Aron dan melewati pedang Ichiro Watanabe lalu menghantam dada Ichiro Watanabe dengan keras.
Ichiro Watanabe mendarat dengan goyah dan mundur dua langkah.
Namun hal ini membuat Ichiro Watanabe semakin marah, setelah itu, Ichiro Watanabe langsung mengarahkan jurus ketiga.
Aron mengubah telapak tangannya menjadi pedang, dan sebuah cahaya keemasan yang tampak hendak membelah langit dan bumi muncul.
__ADS_1
Cahaya keemasan ini membuat raut wajah Ichiro Watanabe berubah, setelah berteriak keras, cahaya putih terang melesat di matanya, pedangnya diangkat melewati kepalanya dan seluruh kekuatan batinnya berkumpul menjadi satu.