
Aron tahu, sudah beberapa hari, baik Eddyt maupun Danu dan yang lainnya pasti mengkhawatirkan keselamatannya.
Aron dan Lina bergegas pergi ke bandara!
Sedangkan pada saat itu, Robi juga tiba di Kota Letta bersama dengan bawahannya, dan berjalan keluar dari bandara.
Dua orang itu berpapasan di tengah kerumunan, tapi tidak melihat satu sama lain!
Alis Aron sedikit mengernyit saat berpapasan dengan Robi, meskipun dia tidak melihat Robi di tengah kerumunan tapi dia merasakan sebuah energi yang sangat familier!
“Aron, ada apa?”
Lina melihat Aron yang menghentikan langkah kakinya bertanya.
“Oh, tidak apa-apa…”
Aron melihat sekelilingnya lalu menggelengkan kepalanya, dan terus berjalan masuk ke dalam bandara!
Di sisi lain, Robi memimpin bawahannya berjalan keluar dari bandara, dan melihat jalanan di luar bandara, tidak ada mobil yang sedang menunggu dan hal ini membuat raut wajahnya menjadi dingin.
“Tuan Muda, Raden si Raja Alhas ini sepertinya terlalu arogan, dia tahu Tuan Muda datang kemari tapi tidak mengirimkan mobil untuk menjemput?”
__ADS_1
Seorang bawahan di samping Robi angkat bicara.
Robi tidak mengatakan apa pun, namun dia jelas terlihat tidak senang.
Di saat ini, sebuah taksi berhenti di depan Robi, dan seorang pria tua turun dari kursi penumpang, orang itu adalah Paman Martin yang berhasil melarikan diri dari kejaran Lina.
Paman Martin turun dari mobil dan bertanya kepada Robi dengan hati-hati : “Maaf, apakah kamu Tuan Muda Robi?”
Robi menatap Paman Martin dan menganggukkan kepalanya.
Paman Martin yang melihat itu menarik nafas lega, dan bergegas menjelaskan : “Saya adalah kepala pelayan dari Keluarga Jota, datang secara khusus untuk menjemput Tuan Muda Robi.”
“Brengsek, kalian Keluarga Joya terlalu arogan, berani menggunakan sebuah taksi butut untuk menjemput Tuan Muda kami?”
Paman Martin menunjukkan ekspresi serba salah dan bergegas berkata : “Tuan Muda Robi, mungkin kamu tidak tahu, sekarang Aron sudah melakukan pembunuhan di Keluarga Jota, saya juga melarikan diri dan menjemput Tuan Muda Robi, saya bahkan tidak tahu bagaimana keadaan kepala keluarga kami sekarang…”
“Apa yang terjadi? Bukankah Raden mengatakan dia sudah menangkap Aron? Kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini? Kalian bukan sengaja menjebakku untuk datang kemari bukan?”
Robi berkata dengan raut wajah dingin.
“Bukan bukan bukan, kami mana mungkin berani menjebak Tuan Muda Robi, saat itu Aron memang sudah dikurung oleh kepala keluarga di dalam Menara Setan, namun entah bagaimana Aron bisa kabur dan sekarang kepala keluarga sepertinya sedang bertarung dengannya!
__ADS_1
Paman Martin menjelaskan sambil mengibaskan tangannya.
“Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan?”
Bawahan itu bertanya kepada Robi dengan suara pelan.
Sekarang, karena Aron tidak terkurung dan sedang bertarung dengan Raden, jika Robi pergi ke sana maka dia juga pasti akan terjerat ke dalam konflik dengan Aron!
Saat di Pulau Naga, Robi dan Raden bekerja sama dan tidak bisa menang melawan Aron, jika dia pergi ke sana sekarang, sepertinya juga tidak akan menjadi lawan Aron.
Karena Aron baru saja mengalahkan seorang August yang mendapat julukan orang paling berbakat!
Bahkan Wiwanto juga dipaksa untuk membakar esensi darahnya oleh Aron.
Sekarang Robi tidak tahu sekuat apa kekuatan Aron, jika dia terlibat konflik dengan Aron, maka dia akan menjerumuskan dirinya dengan sia-sia pada akhirnya.
Setelah berpikir sejenak, Robi mengibaskan tangannya dan berkata : “Kita pulang…”
Paman Martin melihat Robi yang hendak pulang segera menghentikan Robi dengan cemas : “Tuan Muda Robi, Aron bertarung dengan kepala keluarga di kediaman Keluarga Jota, dia pasti tidak akan bisa menang, kepala keluarga kami memiliki Menara Setan, itu adalah sebuah menara pusaka yang diwariskan dari masa lalu, menghabiskan satu jam untuk berlatih di dalam menara itu sama dengan satu hari di luar menara!”
“Kepala keluarga kami mengandalkan Menara Setan ini untuk mendapatkan posisi Raja Alhas, sekarang Menara Setan hanya dapat dipergunakan oleh Kepala keluarga kami, jika Tuan Muda Robi dapat membunuh Aron bersama dengan kepala keluarga kami, maka saya rasa kepala keluarga juga tidak akan bisa merahasiakan rahasia tentang Menara Setan ini lagi…”
__ADS_1
Robi yang mendengar itu seketika tercengang dan menatap Paman Martin dengan tidak percaya : “Ada harta karun seperti itu? Kamu tidak membohongiku bukan?”