Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Terobsesi Wanita


__ADS_3

“Kamu benar-benar memiliki Pil Pengawet Esensi? Coba keluarkan dan perlihatkan pada kami, kalau kamu benar-benar memiliki Pil Pengawet Esensi maka kami bisa memberikan serigala salju kepadamu…”


Roddy bertanya dengan tidak sabar.


“Saya tidak memilikinya saat ini, tapi saat kembali nanti saya pasti memberikannya kepada kalian…”


Aron berkata dengan tulus.


“Sialan, berani mempermainkan kami…”


Sutai menjadi berapi-api setelah mendengarnya, pedang di tangannya langsung diayunkan ke arah Aron.


Wenny yang ada di belakang Aron seketika maju untuk menghalangi pedang di tangan Sutai saat melihat ini.


Sekarang hanya Wenny yang cukup kuat untuk membantu Aron, karena kekuatan Nuri dan Lina masih terlalu lemah.


Tommy yang ada di samping Wenny melihat dia bergerak juga melangkah maju untuk menghalangi di tengah : “Kak Sutai, jangan tergesa-gesa, dengarkan dulu perkataannya…”


“Karena saya sudah mengatakan akan menukarkannya dengan Pil Pengawet Esensi, maka saya pasti akan menukarkan Pil Pengawet Esensi saat kembali nanti, saya adalah Penguasa Lembah Pengobatan, saya tidak akan membohongi kalian…”


Aron berkata dengan serius, tidak tampak bercanda sedikit pun.


“Penguasa Lembah Pengobatan?”

__ADS_1


Semua orang tercengang, mereka sama sekali tidak berani percaya dengan usia Aron yang masih muda bisa menjadi Penguasa Lembah Pengobatan?


“Nak, kamu bahkan tidak bisa berbohong, saya tahu Lembah Pengobatan, dengan usiamu itu mana mungkin bisa menjadi Penguasa Lembah Pengobatan? Kamu kira sedang membohongi anak usia tiga tahun ya?”


Sutai jelas tidak percaya.


​“Kak Aron tidak mungkin berbohong, hal yang sudah dia janjikan pasti akan dia lakukan…”


Wenny berteriak marah pada Sutai.


Aron adalah penyelamat hidupnya, Wenny tidak akan membiarkan orang lain menyebut Aron pembohong dan membiarkannya begitu saja.


“Kak Sutai, saya rasa Kak Aron ini bukan pembohong, kamu percayalah padanya sekali ini, paling-paling Lembah Tanpa Bayangan akan menjadi jaminan, jika dia tidak memberikan Pil Pengawet Esensi kepadamu saat kembali nanti, maka saya, Tommy akan mencarikan dua butir untukmu…”


Tommy melihat Wenny yang menjadi marah, seketika merasa tidak tahan dan membantu Aron berbicara.


Sutai menatap Tommy dan tidak tahu harus berbuat apa.


​“Kak Sutai, tidak peduli siapa dia, bukankah hanya seekor serigala salju, walau bisa mendapatkan Pil Hewan Buas juga tidak terlalu berharga, lagipula ada banyak hewan buas lainnya di pulau ini, kamu bisa mengalah sedikit…”


Tommy menatap Sutai dengan tatapan memelas.


Melihat sikap Tommy, Sutai hanya bisa menghela nafas : “Baik, saya akan mempercayai anak ini untuk sementara demi memberi muka padamu, kalau saat kembali dia tidak memberikan Pil Pengawet Esensi maka saya tidak akan mengampuni dia…”

__ADS_1


“Terima kasih Kak Sitai!” setelah selesai bicara Tommy menatap Roddy : “Kak Roddy, bagaimana denganmu?”


“Sutai sudah setuju, apalagi yang harus saya katakan!” Roddy tersenyum tidak berdaya lalu berkata : “Tomny, saya beritahu padamu, jangan benar-benar menyukainya kalau tidak kamu sendiri tidak akan tahu bagaimana kamu mati…”


“Kak Roddy, saya punya perhitungan saya sendiri, terima kasih banyak…”


​Tommy menangkupkan tangannya ke arah Roddy!


Sutai dan Roddy membawa bawahannya pergi, Tommy lalu menoleh ke arah Aron : “Kak Aron, sekarang serigala salju ini sudah menjadi milikmu…”


Bisa dibilang Tommy, anak ini sepertinya mengidap sindrom tidak takut kepada siapapun, tidak peduli siapa Aron, melihat Wenny memanggilnya Kak Aron, dia juga langsung mengikutinya.


Namun apa yang dilakukan oleh Tommy barusan membuat Aron memiliki kesan baik terhadapnya.


Orang ini memiliki mulut yang sangat manis, dan penampilannya yang bobrok namun dia tidak memiliki niat buruk.


“Terima kasih banyak…”


Aron berterima kasih kepada Tommy.


“Kak Aron, untuk apa kamu begitu sungkan padaku, kamu adalah kakaknya Wenny, itu artinya kamu adalah kakakku juga…”


​Tommy melirik Wenny saat mengatakan hal ini, dan membuat wajah Wenny memerah lalu memalingkan wajah darinya.

__ADS_1


Nuri dan Lina melihat ekspresi Wenny, mereka tahu kalau Wenny adalah gadis yang belum banyak pengalaman, dan diperlakukan seperti ini oleh Tommy akan membuat dia segera kebingungan.


Jangankan Wenny, mereka berdua juga akan pusing jika bertemu dengan orang yang terobsesi seperti itu, tidak tahu harus melakukan apa lagi.


__ADS_2