Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musuh Datang


__ADS_3

Aron duduk di dalam gua dan perlahan-lahan menyerap energi spiritual yang mengalir di dalam gua.


Energi spiritual ini sangat melimpah dan murni!


Satu-satunya yang disayangkan adalah Aron tidak bisa membuka batu besar yang ada di depannya, jika tidak dia akan tahu apa yang sebenarnya ada di dalam.


“Tahap Jiwa Baru, jika saya bisa mencapai Tahap Jiwa Baru maka akan memiliki kekuatan untuk bertarung melawan Aliansi Seni Bela Diri dan Keluarga King, dan mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan ibu dan Nuri…”


Aron berpikir dalam hatinya!


Dia harus mencapai Tahap Jiwa Baru, atau ranah Master Guru di dunia bela diri secepat mungkin.


Meskipun sekarang Aron sudah mencapai kekuatan setengah Master Guru.


Dapat bertarung melawan orang-orang yang baru mencapai ranah Master Guru, tapi jika benar-benar harus bertarung melawan kekuatan raksasa seperti Aliansi Seni Bela Diri dan Keluarga King, Aron tidak memiliki kesempatan untuk menang!


Bahkan saat menghadapi Keluarga Himawan, jika Tuan Gino tidak muncul tepat waktu, Aron pasti sudah menjadi mayat.


Jadi Aron sangat haus akan kekuatan, dia harus segera menembus ranah!


Hanya saja, sangat sulit untuk menembus Tahap Jiwa Baru dari Tahap Inti Emas, selain membutuhkan pencerahan, sejumlah kesempatan juga dibutuhkan!


Tidak jarang ada orang yang terjebak dalam satu ranah besar dan tidak dapat menembusnya seumur hidup.


Dan tujuan Aron tidak hanya berakhir di Tahap Jiwa Baru, dia harus melangkah lebih tinggi lagi!


Karena hanya dengan mencapai tingkat kekuatan tertentu dia dapat menemukan dunia yang baru!


Sekarang dia juga ingin tahu siapa ayahnya dan siapa dirinya yang sebenarnya!


Semua kebenaran yang ingin diketahui olehnya harus mengandalkan kekuatan yang terus bertambah selangkah demi selangkah, untuk menjadi lebih dekat dengan kebenaran!


“Setelah saya benar-benar menjadi Kultivator Abadi, Aliansi Seni Bela Diri, Keluarga King, sama sekali tidak akan ada artinya lagi…”

__ADS_1


Tatapan mata Aron memancarkan kilatan kerinduan yang jelas!


Di bawah pengaruh Seni Konsentrasi Jiwanya Aron, energi spiritual terus diubah menjadi kekuatan spiritual dan terus menembus tingkatan baru dalam ranahnya!


Dalam sekejap mata, tiga hari telah berlalu.


Kekuatan spiritual di dalam tubuh Aron sudah melimpah dan tidak berhenti menerjang ke ranah Master Guru, hanya saja setiap kali dia selalu gagal!


...***************...


Di saat bersamaan, Bella yang duduk di dalam Istana Lotus masih dalam keadaan tegang dan cemas.


​Dia tidak tahu apakah Istana Hewan Surgawi akan datang menyerang atau tidak.


Juga tidak tahu kapan mereka akan menyerang, hari-hari seperti ini adalah yang paling menyiksa.


Seluruh Istana Lotus Merah sudah bersiaga dan formasi pertahanan istana sudah digerakkan!


Namun selama tiga hari berturut-turut, tidak ada kabar apa pun.


“Kakak, kamu belum beristirahat dengan baik selama tiga hari ini, lihatlah betapa kuyu dirimu, sebaiknya kamu seera beristirahat!”


Paula melihat kakaknya yang begitu kuyu berkata dengan sedih.


​“Tidak boleh, Istana Hewan Surgawi tidak menunjukkan pergerakkan apa pun, saya tidak bisa tidur!”


Bella menggelengkan kepalanya.


Tepat pada saat itu, seorang murid Istana Lotus Merah tiba-tiba berlari masuk.


“Baginda, orang dari Istana Hewan Surgawi sudah datang…”


Kalimat ini membuat seluruh tubuh Bella bergetar dan ekspresinya menjadi sangat tegang.

__ADS_1


“Yang harus datang pasti akan datang!”


Bella bergumam.


“Berapa banyak orang dari Istana Hewan Surgawi yang datang?


Seorang Tetua bertanya.


​“Satu orang…”


Murid itu menjawab dengan jujur.


“Satu orang?”


Hal ini membuat Bella tercengang.


Walau kekuatan Istana Lotus tidak sebanding dengan Istana Hewan Surgawi, tapi hanya mengirim satu orang sepertinya juga terlalu meremehkan Istana Lotus.


“Siapa yang Istana Hewan Surgawi utus kemari? Berani datang sendirian, benar-benar terlalu meremehkan Istana Lotus Merah!”


Bella berkata dengan marah.


“Orang yang datang adalah Tetua Pertama dari Istana Hewan Surgawi, Tetua Gavin…”


Kata murid itu.


​Bella mengernyitkan keningnya lalu berkata : “Persilahkan dia masuk!”


Tidak lama kemudian, Gavin berjalan cepat memasuki Istana Lotus Merah, wajahnya dipenuhi dengan senyuman dan tidak terlihat seperti menyatakan perang.


“Baginda Bella, maaf mengganggu, saya berharap kamu tidak tersinggung…”


Gavin tersenyum dan memberi hormat kepada Bella!

__ADS_1



__ADS_2