Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Berjanji Untuk Kembali


__ADS_3

Arthur mengusap bola itu dengan lembut dengan satu tangan, dan segera sebuah gambar muncul di atas bola itu!


Di tengah gambar itu terlihat seorang pria yang mengenakan jubah hitam sedang duduk bersila di tengah ruangan, dan di sekelilingnya beberapa mayat melayang di udara.


Pria berjubah hitam itu sedikit memejamkan matanya dan saat ini matanya tiba-tiba terbuka dan mengangkat kepalanya!


“Ketua Arthur, ada urusan apa kamu mencariku?”


Pria berjubah hitam itu berkata.


“Pendekar Tujuh Roh Jahat, Aron itu masih hidup, dia yang sudah membunuh muridmu, bukankah kamu ingin mencarinya untuk balas dendam? Saya dapat memberitahukan alamatnya kepadamu sekarang!”


“Kali ini jangan kirimkan mayat bonekamu lagi, mayat-mayat yang tidak punya otak itu sama sekali tidak mampu membunuh Aron!”


Arthur berkata kepada pria berjubah hitam.


Ternyata, pria berjubah hitam itu adalah Ketua Sekte Mayat Darah, Pendekar Tujuh Roh Jahat.


Aron membunuh sepasang pria dan wanita di Kota Gama dan itu adalah murid dari Pendekar Tujuh Roh Jahat!


“Cepat beritahukan alamatnya kepadaku…”


Pendekar Tujuh Roh Jahat seketika bangkit berdiri.


Dan mayat-mayat yang ada di sekelilingnya jatuh berserakan ke tanah.


“Saat ini dia berada di wilayah Barat Daya, Kota Larso, namun mungkin dia tidak akan menetap lama-lama, jadi kamu harus bergegas!”


Arthur berkata dengan ringan.


“Hm, walau dia pergi ke ujung dunia saya juga akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!”

__ADS_1


Pendekar Tujuh Roh Jahat mendengus dingin, lalu melambaikan jubahnya dan gambar itu seketika menghilang.


Sudut mulut Arthur terangkat, membentuk senyuman lalu menyimpan kembali bola itu ke dalam sakunya.


“Ketua Aliansi, Aron bahkan sudah mampu membunuh Baswan, kamu meminta Pendekar Tujuh Roh Jahat untuk membunuh Aron, apakah dia memiliki kemampuan itu?”


Tetua yang ada di samping Arthur bertanya dengan bingung.


Meskipun Pendekar Tujuh Roh Jahat sangat kuat dalam pemurnian mayat terutama dalam hal kekuatan mental, tapi kekuatan fisiknya tidaklah kuat.


Dia ingin membunuh Aron sepertinya akan sangat sulit!


“Saya tidak berencana meminta Pendekar Tujuh Roh Jahat membunuh Aron, sekarang kekuatan Aron tidak diketahui, saya harus mencari seseorang untuk menyelidikinya.”


“Belum lagi serangan kekuatan mental Pendekar Tujuh Roh Jahat hampir tidak terkalahkan, asalkan dia dapat melukai Aron walau hanya sedikit!”


“Lalu kita pergi untuk membunuh Aron, maka akan sedikit lebih mudah…”


Tetua yang ada di sampingnya seketika mengerti dan merasa bahwa Arthur membiarkan Pendekar Tujuh Roh Jahat pergi


...****************...


sebagai umpan meriam.


Istana Lotus !


Bella dan Aila mengantar Aron ke depan pintu istana dengan enggan!


“Kak Aron, kamu benar-benar akan kembali untuk menemui kami, kan?”


Aila menggigit bibirnya dengan keras dan bertanya dengan tatapan enggan.

__ADS_1


“Tentu saja, kalau ada waktu saya pasti akan datang kemari…”


Aron tersenyum ringan.


“Tapi, tapi kami sudah tidak memiliki barang yang kamu butuh kan di sini, lantas kamu akan kembali lagi?”


Yang dimaksud oleh Aila adalah gua itu, kali ini alasan Aron kembali adalah untuk pergi ke gua itu.


Sekarang gua itu sudah runtuh dan seluruh Istana Lotus sepertinya tidak memiliki barang yang dapat dijadikan pegangan oleh Aron, apakah Aron masih akan tetap kembali?


“Saya bilang saya akan kembali, maka pasti akan kembali, nanti saat saya datang lagi saya akan membawa kalian pergi ke Kota Dama untuk bermain…”


Aron berkata dengan wajah penuh keyakinan pada Aila.


Saat ini dia tidak punya pilihan dan harus kembali ke Kota Dama, sekarang Aron sudah memiliki kekuatan untuk bertarung dengan Arthur, jadi dia harus kembali untuk menyelesaikan perseteruannya dengan Arthur lalu mengeluarkan Nuri.


Aila tidak mengatakan apa pun lagi, dan mengulurkan jari kelingkingnya.


Aron yang melihat itu seketika tersenyum dan mengaitkan jarinya dengan Aila!


Bella sama sekali tidak mengatakan sepatah kata pun, namun sepasang matanya berlinang air mata, seolah dia sudah mengatakan apa yang harus dia katakan.


Aron dapat mengetahui apa yang ingin Bella katakan dari tatapan matanya!


Setelah berpamitan dengan Bella dan Aila, Aron dan Kenari berjalan kembali ke Kota Dama!


Saat berada di luar perbatasan Kota Larso, Kenari tiba-tiba menghentikan langkahnya.


​“Guru Kenari, kenapa kamu berhenti?”


Aron bertanya dengan heran.

__ADS_1



__ADS_2