Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Keluarga Tanu.! Biang Rusuh..!


__ADS_3

“Baik!” Aron langsung menyetujui.


Aron mengobrol sesaat lagi dengan Eddyt, karena sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh, Eddyt meminta Aron untuk beristirahat, sementara dia menuju ke arena bela diri.


“Ketua Detasemen, Mike membuat keributan di arena bela diri dan membuat banyak orang yang tidak bisa mengikuti latihan…”


Eddyt baru saja keluar dari ruangan, Albert bergegas menghampirinya.


“Ada apa? Apa yang diinginkan oleh Mike? Bukankah mereka sudah menjadikannya instruktur?”


Eddyt berkata dan mengernyitkan keningnya.


“Saya juga tidak yakin, kamu segeralah memeriksanya…”


Albert mendesak.


Eddyt menghela nafas dan berjalan dengan cepat ke arena bela diri, Mike ini masuk ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum melalui koneksi Keluarga Tanu, meskipun orang ini sudah mencapai ranah Great Grand Master, tapi dia memiliki karakter yang sombong dan tidak menganggap siapapun, tidak ada orang di Detasemen Perlindungan Hukum yang menyukainya!


Mike memiliki koneksi di atas, dan tidak menganggap serius Eddyt, ditambah lagi karena dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan Eddyt, jadi dia menjadi semakin arogan dan mendominasi di Detasemen Perlindungan Hukum.

__ADS_1


Pada akhirnya Eddyt menjadikan Mike seorang instruktur dan memintanya untuk melatih para bawahan, namun orang ini hanya melakukannya dengan baik selama beberapa hari sekarang dia sudah membuat keributan lagi.


Setelah berjalan dengan cepat ke arena bela diri, Mike sedang duduk di atas meja, tangannya sedang memegang sebuah botol anggur, dan setengah ekor ayam panggang di tangannya dan mulai makan dengan lahap sambil minum anggur.


Detasemen Perlindungan Hukum memiliki peraturan bahwa anggotanya tidak boleh minum minuman beralkohol, sekarang Mike malah minum di hadapan semua orang di arena bela diri, ini jelas-jelas menunjukkan dia tidak menganggap Eddyt serius.


“Mike, apa yang sedang kamu lakukan? Berani minum anggur di arena bela diri?”


Eddyt bergegas menghampiri dengan marah dan menegurnya.


Mike yang melihat Eddyt mendengus dingin : “Eddyt, saya tanya padamu, apakah kamu mencari instruktur lagi untuk Detasemen Perlindungan Hukum?”


“Saya dengar dia hanya seorang bocah ingusan berusia dua puluh tahunan, kamu menempatkan seorang bocah ingusan di posisi yang sama dengan saya, bukankah ini sedang mempermalukanku?”


Mike melompat turun dari meja dan menatap Eddyt dengan marah.


​“Saya tidak melihat usia, saya menilai kekuatan…”


Eddyt menatap Mike dan tidak mundur untuk mengalah.

__ADS_1


“Melihat kekuatan? Bocah ingusan itu punya kekuatan seperti apa? Saya sudah menjadi seorang Great Grand Master, bahkan di Detasemen Perlindungan Hukum tidak ada orang yang bisa menandingiku, bahkan Ketua Detasemen sepertimu juga tidak bisa, masih mau membahas tentang kekuatan padaku? Saya beritahu padamu, saya datang ke Detasemen Perlindungan Hukum demi kompetisi internasional yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi, Keluarga Tanu harus menunjukkan wajah dan mendapatkan reputasi, sekarang selain saya, di Detasemen Perlindungan Hukum apakah kamu bisa menemukan orang lain selain saya?”


Tatapan mata Mike dipenuhi dengan penghinaan, di Detasemen Perlindungan Hukum memang tidak ada yang memiliki kekuatan lebih dari dirinya.


Eddyt menatap Mike, dia tidak menyangka Keluarga Tantra menempatkan Mike ke dalam Detasemen Perlindungan Hukum ini hanya untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional, demi kehormatan Keluarga Tanu!


Kompetisi internasional seperti ini membutuhkan gambaran besar, kalau bisa membantu negara memperjuangkan kemenangan, maka Mike akan menjadi wajah dari Keluarga Tanu.


“Sudah ada kandidat untuk mengikuti kompetisi internasional, lalu mengenai masalah menjadi instruktur, jabatanmu sekarang dicopot, Tuan Aron yang akan bertanggung jawab menjadi instruktur…”


Aron berkata dengan dingin kepada Mike.


Mike yang mendengarnya menjadi sangat marah : “Eddyt, apa kamu tidak salah, kamu memperlakukan pelatihan seperti permainan anak-anak? Meminta seorang bocah untuk menjadi instruktur, kamu benar-benar tidak bertanggung jawab, orang-orang disini, siapa yang mau menuruti seorang bocah ingusan?”


“Saya dengar Ketua Detasemen Eddyt secara pribadi mengundang instruktur dari Kota Sanur, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan walau berlatih sejak di dalam perut ibunya, juga bisa memiliki kekuatan seperti apa?”


“Benar, saya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ketua Detasemen, sampai meminta bocah itu untuk bertanding dalam kompetisi!”


__ADS_1


__ADS_2