Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musnahnya Ulat Boneka


__ADS_3

Josua yang melihat itu memeluk Hendy dengan erat dan tidak mau melepaskannya, lalu berteriak dengan keras.


Hendy melihat Josua seperti itu merasa tidak tega kalau Aron turun tangan.


Aron tahu kalau dirinya harus turun tangan secara paksa, karena Hendy sudah tersihir oleh Josua saat ini.


“Hanya orang dari Desa Poison, berani mempermainkan Pemimpin, pantas mati…..”


Setelah berkata Aron mengulurkan tangannya ke arah Josua.


Hendy ingin menghentikannya tapi sudah terlambat, kecepatan Aron sangat cepat dan dalam sekejap mata Josua sudah berada di tangan Aron.


“Ayah, selamatkan saya, selamatkan saya….”Josua berusaha melawan.


Namun pada saat ini, Aron tidak memberikan Hendy kesempatan untuk menyelamatkannya lagi, dia menepuk dahi Josua dengan telapak tangannya dan kemudian cahaya merah menyala dari atas kepala Josua memasuki tubuhnya.


Josua mulai menjadi ganas, meraung kesakitan dan tidak peduli sekuat apa raungannya, Aron tetap memegangnya.


Segera, mata Josua menjadi merah lagi dan tiba-tiba membuka mulutnya, lalu ada ulat boneka yang seukuran kepalan tangan terbang keluar dari mulutnya.


Setelah ulat boneka itu terbang keluar, dia tidak menyerang Aron melainkan terbang langsung ke arah jendela dan berniat untuk melarikan diri.


“Mau kabur?”


Aron menyeringai, dan melepaskan Josua alu mengejar ulat boneka itu.


Pada saat ini ulat boneka sudah keluar dari tubuhnya dan Josua kembali dalam keadaan koma dan berbaring lurus di lantai.

__ADS_1


“Putraku……”


Hendy bergegas melangkah maju dan memapah Josua.


Dan pada saat ini Aron sudah mengejar hingga ke jendela dan meraih ulat boneka itu.


Ulat boneka yang besar itu tidak berhenti bergerak, tapi dia tidak bisa melepaskan diri dari belenggu Aron, dan akhirnya membuka mulut dan kabut hitam keluar dari mulut ulat boneka itu.


“Semuanya hati-hati, kabut ini beracun….”


Febri yang melihatnya bergegas memperingatkan semua orang dan menahan nafasnya dengan erat.


Tapi saat mereka semua panik dan menahan nafas, Aron tiba-tiba membuka mulut dan menghisap kabut hitam itu dengan kuat, dan dalam sekejap semua kabut hitam itu sudah dihisap oleh Aron.


Bagi orang lain kabut hitam itu beracun, tapi bagi Aron itu adalah sumber daya kultivasi yang paling baik, Aron tidak akan menyia-nyiakannya.


Ulat boneka pada umumnya tidak akan menyemburkan kabut beracun, dan apabila kabut beracun dalam tubuhnya disemburkan maka ulat boneka itu tidak akan bisa bertahan hidup kecuali dalam saat kritis, pemilik ulat boneka akan membiarkan ulat boneka itu binasa bersama pihak lawannya, karena sulit untuk membudidayakan ulat boneka sebesar itu.


Aron menelan semua kabut hitam yang disemburkan oleh ulat boneka itu dan membuat ulat boneka seukuran telapak tangan berhenti bergerak dan tubuhnya langsung runtuh!


Melihat ulat boneka yang sudah mati Aron langsung membuangnya, karena kulit dari ulat boneka itu tidak ada gunanya bagi As ron!


Tepat saat ulat boneka itu mati, di dalam sebuah rumah terpencil yang ada di Kota Dama, seorang pria paruh baya yang berjubah hitam sedang duduk di ruang tertutup tiba-tiba bangkit berdiri dan membanting cangkir teh yang ada di depannya.


Dia adalah pemilik ulat boneka itu, dan butuh lebih dari belasan tahun baginya untuk membudidayakannya, dan dia tidak berharap akan mati begitu saja.


“Pengurus keempat belum pulang?”

__ADS_1


Pria paruh baya berjubah hitam itu bertanya kepada penjaga.


​“Siap, Pengurus Utama, Pengurus keempat sudah pulang, dia sudah kembali tadi malam, namun saat melihat anda berada di dalam kamar, dia tidak berani mengganggumu…”


Penjaga itu bergegas menjawab.


“Minta Pengurus Keempat untuk menemuiku sekarang!” pria paruh baya berjubah hitam itu berkata.


Penjaga itu bergegas pergi dan segera, seorang pria dengan kumis dan bibir yang runcing masuk ke dalam.


“Adik keempat, Raja Desa Poison mengeluarkan perintah pemanggilan darurat, apakah sesuatu terjadi pada Desa Poison?”


Pria berjubah hitam itu bertanya pada pria yang bermulut runcing.


​“Kakak, tidak ada masalah, hanya saja anak angkat dari Raja Desa Poison sudah meninggal, sepertinya dibunuh oleh seseorang bernama Aron.”


Pria bermulut runcing itu berkata dengan acuh tak acuh.



“Si Picak itu?”


“Benar, dia, dia meninggal dengan tragis….” Pria bermulut runcing itu berkata dan mengangguk.


“Hm, rasakan, anak itu hanya tahu mencelakai para gadis-gadis, saya sudah lama tidak suka dengannya….”


Pria berjubah hitam itu mendengus dingin.

__ADS_1


“Kakak, kali ini saat saya kembali, Raja Desa Poison bertanya padaku, bertanya sebenarnya apa rencana kita? Sekarang Desa Poison sudah diawasi dengan ketat dan sulit bagi Raja untuk bergerak!”


__ADS_2