Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ichiro Menyebar Racun


__ADS_3

Kapal itu berlayar mengarungi lautan dan tiba di pulau kecil itu dengan cepat.


Setelah orang-orang turun, kapal itu tidak berlayar pergi, mereka hanya memiliki waktu satu hari, siapapun yang bisa mendapatkan kristal yang berada di tengah pulau dan kembali ke kapal dalam waktu satu hari, maka dia adalah pemenangnya.


Setelah Aron dan yang lainnya tiba di pulau, mereka menemukan pulau itu tidaklah besar, pemandangannya sangat indah, jika pulau itu terlalu besar maka tidak mungkin bisa menemukan bola kristal itu dalam satu hari.


“Tuan Aron, udara di pulau ini sangat bagus, terasa sangat menyegarkan…”


Albert berkata sambil menarik nafas dalam-dalam.


Di sisi lain, Aron mengernyitkan keningnya, dia menarik nafas pelan dan raut wajahnya menjadi sedikit tidak natural.


“Kapten Albert, beritahu semua orang untuk menahan nafas dan tukar udara dalam tubuh mereka…”


Aron berpesan kepada Albert.


Albert tercengang, dia tidak tahu apa yang hendak dilakukan oleh Aron, kenapa mereka harus menahan nafas saat ada udara yang begitu menyegarkan?


Namun karena Aron sudah memberi perintah maka Albert akan menaatinya, dia meminta semua anggota Detasemen Perlindungan Hukum untuk menahan nafas.


Untung saja, mereka semua sudah berada di ranah Grand Master keatas, menahan nafas dan menukar udara di dalam tubuh mereka untuk sesaat masih bisa mereka lakukan.


“Audrey, segera beritahukan kepada pasukanmu untuk menahan nafas…”

__ADS_1


Aron menatap dan berkata pada Audrey.


“Aron, apa yang terjadi? Apakah kamu merasakan sesuatu?”


Audrey bertanya kepada Aron dengan bingung.


“Saya merasa ada yang tidak beres dengan udara di pulau ini, sepertinya sudah di utak-atik oleh seseorang…” Aron berkata sambil mengernyitkan keningnya.


“Diutak atik?” Audrey tercengang lalu tertawa, “Aron, kamu terlalu sensitif, tidak mungkin udara di pulau sebesar ini bisa diutak-atik.”


Audrey sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aron.


Siapa yang bisa mengutak atik udara di seluruh pulau, bagaimana mungkin itu bisa terjadi, itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak mungkin dilakukan.


Melihat Audrey yang tidak percaya, Aron juga tidak mengatakan apapun lagi dan dia terus mengawasi udara yang ada di sekitar pulau itu.


Saat ini Aron dan yang lainnya sudah tertinggal di belakang, dan harus bergegas mengejar.


Audrey membawa yang lainnya mengikuti Aron dan tidak menyembunyikan fakta bahwa dia sudah membentuk aliansi dengan Aron.


​Semakin Aron berjalan masuk ke dalam hutan yang lebat, dia semakin merasa ada yang tidak beres, tapi dia tidak tahu apa yang tidak beres jadi dia hanya bisa meningkatkan kewaspadaannya.


Saat ini Ichiro Watanabe sedang memimpin pasukannya masuk ke pedalaman pulau, di sebuah lahan terbuka di pedalaman pulau, beberapa buket bunga berwarna merah muda diletakkan di atas lahan, tiga orang pria berjubah hitam dan mengenakan topeng sedang bergumam dan kabut berwarna merah muda tidak berhenti mengalir ke udara dari buket bunga itu.

__ADS_1


Melihat Ichiro Watanabe sudah tiba, tiga orang pria berjubah hitam itu langsung bangkit berdiri dan menghampiri Ichiro Watanabe : “Tuan Muda Watanabe…”


“Bagaimana, apakah serbuk sari dari bunga Higanbana sudah menyebar ke seluruh pulau?”


​Ichiro Watanabe bertanya kepada tiga pria bertopeng dan berjubah hitam itu.


“Tuan Muda Watanabe, sekarang sudah menyebar ke seluruh pulau tapi demi tidak menimbulkan kecurigaan mereka kami tidak banyak menyebar serbuk sari itu ke pinggiran.”


Seorang pria berjubah hitam menjawab.


“Bagus sekali, nanti setelah kembali saya akan memberi penghargaan besar kepada kalian…”


Ichiro Watanabe mengangguk dengan puas.


“Terima kasih Tuan Muda Watanabe.” Tiga pria berjubah itu langsung berlutut dengan wajah gembira.


Sekelompok pendekar samurai yang dibawa oleh Watanabe melihat serbuk sari bunga Higanbana yang sudah lama disebar di atas pulau itu menunjukkan raut wajah yang tidak natural.


Serbuk sari itu sangat beracun dan dapat menyebabkan halusinasi, bahkan gangguan saraf dan delusi.


Ichiro Watanabe secara diam-diam menyebarkan serbuk sari ini di pulau tanpa memberitahu kepada mereka terlebih dahulu, sekarang mereka semua sudah menghirup serbuk sari bunga itu.


Ichiro Watanabe melihat pasukannya dan berkata sambil tersenyum : “Saya memiliki penawarnya, kalian akan baik-baik saja walau menghirupnya cukup banyak.”

__ADS_1


Ichiro Watanabe berkata lalu mengeluarkan segenggam bubuk putih lalu melemparkannya ke udara, dan para pendekar samurai itu langsung menghirupnya.



__ADS_2