Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Roh Jahat


__ADS_3

“August, tenanglah, kamu juga bukan benar-benar tidak memiliki kesempatan, hanya…hanya…”


Guru Atta ingin mengatakan sesuatu.


“Guru, apakah kamu mempunyai cara? Ayo bicara, bicaralah…”


Tatapan mata August seolah melihat harapan.


“Sekarang jika kamu ingin memulihkan diri, maka harus memasukkan roh jahat ke dalam tubuhmu, agar roh jahat memulihkan tubuhmu…”


Guru Atta berkata dan menggertakkan giginya.


August yang mendengar hal ini seketika menjadi bingung, dia tidak tahu apa itu memasukkan roh jahat ke dalam tubuh, dia juga tidak mengerti kenapa Guru Atta berkata seperti itu.


“Guru, apa maksudmu berkata seperti ini? Asalkan saya bisa puluh, maka melakukan apa saja tidak masalah…”


August hanya ingin memulihkan tubuhnya dan membalaskan dendam saat ini, dia tidak peduli dengan roh jahat atau apa pun itu.


​“August, kamu harus memikirkannya dengan baik, memasukkan roh jahat ke dalam tubuh maka akan membuat tubuhmu tidak seperti manusia lagi, bahkan mungkin dapat menelan jiwamu…”


Guru Atta memberitahukan tentang bahaya roh jahat yang masuk ke dalam tubuh kepada August.


“Guru, tidak masalah, itu tetap lebih baik daripada terbaring di ranjang seumur hidup, saya bersedia…”


​August berteriak dengan putus asa.


Guru Atta berpikir sejenak lalu menggertakkan giginya dengan keras : “Baik, kalau begitu Guru akan mengabulkan permintaanmu…”


Sambil berbicara, Guru Atta berjalan keluar dari kamar namun segera kembali lagi.

__ADS_1


Hanya saja tangannya sedang memegang sebuah Ikan Kayu, Ikan Kayu yang halus itu ditutupi oleh debu.


Guru Atta menyeka debu itu dengan lembut dan memusatkan perhatian pada Ikan Kayu di tangannya : “Saya berharap saya tidak membuat keputusan yang salah…”


Guru Atta berkata lalu mulai melafalkan mantra, sebuah cahaya keemasan memancar dari dalam Ikan Kayu itu.


Mata August membelalak saat dia melihat hal ini.


Saat ini, sebuah kabut hitam menyebar keluar dari dalam Ikan Kayu itu dan membuat seluruh ruangan terasa dingin seperti musim dingin!


Hanya terlihat sebuah bayangan hitam yang melayang-layang di atas udara dan beterbangan!


“Hahaha…akhirnya saya sudah bebas…”


Bayangan hitam itu tertawa terbahak-bahak.


“Saya membebaskanmu dengan harapan agar kamu dapat masuk ke dalam tubuh muridku dan menyembuhkannya…”


Saat ini, Guru Atta berkata dengan ringan.


Dia seolah tidak terkejut sedikit pun, seolah sudah tahu bahwa bayangan hitam itu ada di dalam Ikan Kayu!


Bayangan hitam itu melirik Guru Atta, lalu melirik August yang terbaring di ranjang.


“Sebuah bibit unggul yang berbakat, tubuh ini adalah apa yang saya inginkan…”


Setelah selesai berkata bayangan hitam itu langsung masuk ke dalam tubuh August.


Mata August seketika membelalak, wajahnya penuh kengerian dan merasa sakit kepala, tidak lama kemudian di dalam pikirannya seolah muncul suara orang lain.

__ADS_1


“Kamu jangan melawan, kalau saya melukai kesadaran spiritualmu, maka tubuh ini tidak ada gunanya lagi…”


​Di dalam pikirannya, bayangan hitam itu memperingatkan August.


Guru Atta juga bergegas berkata : “August, karena ini adalah pilihanmu kamu harus menerimanya, jangan takut dan jangan melawan…”


Perlahan-lahan August mulai tenang dan kabut-kabut hitam mulai menyelimuti tubuh August.


Setelah beberapa saat, kabut hitam itu menghilang dan tubuh August menjadi sangat berkilau, otot di sekujur tubuhnya juga tampak lebih kekar.


August menatap dirinya dengan kaget, lalu bergegas bangkit dari ranjang dan kilatan menakutkan terlihat di matanya.


“Hahaha…hahaha, saya benar-benar sudah pulih!”


“Saya akan membuat hidup Aron lebih buruk daripada kematian…”


​August tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


“August, sekarang kamu masih harus berlatih lebih keras, kalau tidak kamu tidak akan menjadi lawan Aron…”


Guru Atta membujuk August.


“Benarkah?” August tiba-tiba menoleh dan menatap Guru Atta dengan muram, lalu menunjukkan senyuman yang menyeramkan di wajahnya.


Guru Atta mengernyitkan keningnya dan perasaan tidak enak muncul di hatinya.


Namun saat Guru Atta bersiap melangkah mundur, August tiba-tiba mengulurkan tangannya dan menampar kepala Guru Atta.


Dalam sekejap, kekuatan di dalam tubuh Guru Atta mulai diserap secara liar oleh August

__ADS_1


__ADS_2