Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kalau Tidak Senang Mari Bertarung


__ADS_3

Ketika kepala keluarga itu mendengar hal ini, raut wajahnya menjadi muram : “Aron, saya memang tidak bisa membunuhmu sendirian tapi ada belasan keluarga dan klan bela diri di sini, jika bekerja sama untuk membunuhmu, itu akan semudah membalikkan telapak tangan…”


Kepala keluarga ini berani berbicara seperti itu pada Aron karena menjadikan Arthur sebagai andalannya, dan banyak anggota Aliansi Seni Bela Diri yang berdiri bersamanya.


“Hm, hanya sekelompok orang-orang kecil, kalau saya membunuhmu siapa yang berani menghentikannya…”


Aron mendengus dan tiba-tiba mengulurkan tangannya lalu melayangkan tamparannya.


Tamparan Aron begitu mendadak, tidak ada yang menyangka Aron berani menyerang di lokasi seperti ini, orang lain juga hanya berani beradu mulut saja.


Jika benar-benar menyerang mereka juga harus menunggu sampai di luar nanti, jika berani menyerang di lokasi seperti ini bukankah sama saja dengan cari mati?


Namun Aron malah menyerang, dia menampar kepala kepala keluarga itu dan langsung menghancurkan kepalanya, darah segar beterbangan dan memercik ke seluruh aula.


Hal ini membuat seluruh aula menjadi hening!


Semua orang menatap Aron dengan kaget, bahkan Rael juga tidak luput!


“Siapa lagi yang berani berceloteh? Tinjuku tidak mengenal orang…”


​Aron berkata sambil menatap dingin ke arah kerumunan.

__ADS_1


Hal ini membuat semua orang terdiam, tidak ada yang berani macam-macam dengan Aron!


Sedangkan raut wajah Arthur memerah karena marah, aura pembunuh seketika menyebar dan para anggota Aliansi Seni Bela Diri juga menunjukkan aura pembunuh mereka.


Aron yang menghadapi aura pembunuh dari orang-orang ini bahkan tidak merubah ekspresinya, tidak ada rasa takut sedikit pun yang dia rasakan!


Tatapan Aron tertuju pada Naveen, yang tidak pernah menunjukkan niat membunuhnya, hanya memperhatikan Aron dengan sudut matanya.


Tatapan Aron penuh dengan kebencian saat dia menatap pamannya itu, dia sangat tidak sabar untuk menerjang dan membunuh Naveen, lalu menyelamatkan ibunya.


Naveen merasakan hawa dingin dari tubuh Aron, lalu perlahan-lahan menoleh, pandangannya bertemu dengan Aron dan tidak menunjukkan ekspresi apa pun di wajahnya.


Aron meletakkan tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya sedikit dan mendekatkan wajahnya ke depan Naveen.


Aron menyipitkan matanya, tatapannya seperti batu obsidian dan memancarkan cahaya sedingin es, membuat orang yang melihatnya merasakan tekanan yang tidak berkesudahan.


Naveen malah tersenyum tipis : “Kalau begitu saya akan menyambutmu, mungkin saja ada orang dari Keluarga King yang sangat ingin bertemu denganmu!”


Aron yang mendengarnya langsung menunjukkan ekspresi muram : “Kamu tunggu saja saya pasti akan datang!”


Semua orang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Aron dan Naveen, namun Aliansi Seni Bela Diri tidak akan membiarkan masalah Aron yang membunuh orang begitu saja tadi.

__ADS_1


“Aron, beraninya kamu membunuh seseorang di tempat seperti ini, apakah kamu mengira Tuan Gino melindungimu jadi kamu dapat melakukan apa saja yang kamu inginkan?”


Aura pembunuh di tubuh Arthur seketika bangkit, dia menggertakkan giginya, mengepalkan tangannya dengan erat dan sudah tidak sabar untuk menyerang Aron.


“Kalau kamu tidak puas kamu bisa bertarung denganku, apa bedanya membunuh orang di tempat seperti ini dan membunuh orang setelah berjalan keluar dari sini?”


“Bukankah kamu juga sudah memasang Jaring Surgawi di luar dan menungguku berjalan ke sana?”


Aron menatap Arthur dengan dingin dan berkata dengan nada sombong.


Arthur langsung terdiam saat mendengar pertanyaan Aron, dia memang sudah memasang Jaring Surgawi di luar dan menunggu untuk membunuh Aron, tapi bagaimana Aron bisa mengetahuinya?


“Baik, karena kamu berkata seperti itu maka saya akan menunggu Tuan Gino datang dan meminta keadilan untuk Aliansi Seni Bela Diri…”


​Setelah selesai bicara, Arthur tidak mengatakan apa pun lagi dan menunggu kedatangan Tuan Gino.


“Tuan Aron, kamu membunuh orang di sini, saya khawatir saat Tuan Gino datang nanti kamu tidak dapat memberi penjelasan kepadanya…”


Rael yang berdiri di belakang Aron berbisik pada Aron.


“Jangan khawatir, bagaimana kamu bisa tahu apakah Tuan Gino menginginkanku untuk membunuh mereka atau tidak?”

__ADS_1


Aron berkata sambil menyeringai.



__ADS_2