
Di dalam Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama!
Belasan orang dari Keluarga Hikawan sudah dibunuh dalam dua hari berturut-turut, Tuan Gino juga sudah mengetahui hal ini.
“Edyt, menurutmu siapa yang mungkin melakukan hal ini?”
Tuan Gino bertanya pada Eddyt.
“Tuan Gino, saya juga tidak bisa menebaknya, namun Tuan Aron dibunuh oleh Satria, dan Tuan Aron memiliki sekelompok anak buah di bawah naungannya, orang-orang ini bersumpah untuk mengikuti Tuan Aron sampai mati.”
“Baik Lembah Iblis maupun Lembah Tanpa Bayangan bahkan Lembah Pengobatan, mereka semua memiliki kemungkinan!”
“Namun orang yang melakukan hal ini pasti kekuatannya tidak terlalu kuat, selain dua orang Great Grand Master Keluarga Himawan yang mereka bunuh di awal, sisanya adalah beberapa Grand Master.”
Eddyt menganalisis.
“Aron ini entah memiliki pesona apa yang membuat begitu banyak orang bersedia mengikutinya sampai mati…”
Tuan Gino berkata dengan sedikit heran.
Eddyt menggelengkan kepalanya : “Saya juga tidak tahu, namun orang-orang itu sangat hormat kepada Tuan Aron, dan mematuhinya…”
“Menurutmu, apa yang terjadi dalam dua hari ini mungkinkah Aron yang melakukannya?”
Tuan Gino tiba-tiba bertanya.
Eddyt tercengang : “Lantas Tuan Gino mencurigai kalau Tuan Aron belum meninggal?”
__ADS_1
“Saya tidak pernah percaya Aron akan mati dengan mudah!”
Tuan Gino berkata sambil menghela nafas.
Eddyt menggelengkan kepalanya : “Ini pasti bukan perbuatan Tuan Aron, jika dia yang melakukannya dia pasti akan menerobos masuk ke dalam Keluarga Himawan dengan terang-terangan dan bertarung hidup atau mati dengan Satria.”
“Membunuh secara diam-diam dan tersembunyi seperti ini tidak seperti sifat Tuan Aron…”
“Haha, tidak disangka Ketua Detasemen Eddyt mengenalku dengan baik…”
Di saat Eddyt selesai bicara, terlihat Aron yang berjalan masuk sambil tertawa keras.
Melihat Aron, mata Eddyt seketika membelalak dan raut wajahnya penuh dengan rasa tidak percaya.
“Tuan…Tuan Aron, kamu…kamu benar-benar tidak mati?”
“Yang Tuan Gino katakan benar, mana mungkin saya mati dengan mudah…”
Aron tersenyum ringan lalu menangkupkan tangannya kepada Tuan Gino : “Tuan Gino…”
“Hahaha, sepertinya tebakanku tidak salah, anak ini mana mungkin mati dengan mudah…”
Tuan Gino tertawa keras : “Anak ini tidak hanya tidak mati, sepertinya juga sudah menerobos ranah.”
Terlihat bahwa Tuan Gino juga sangat senang Aron tidak mati.
“Ya, saya sudah menerobos ranah Master Guru…”
__ADS_1
Aron mengangguk.
“Tuan Aron, apa yang sebenarnya terjadi? Satria sudah menyebarkan berita bahwa dia sudah membunuhmu, dan bahkan melampirkan foto sebagai bukti!”
“Lalu, beberapa pembunuhan diam-diam terhadap orang Keluarga Himawan, apakah ada hubungannya denganmu?”
Eddyt tampak sangat penasaran, dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Aron juga tidak merahasiakan dan menceritakan pertarungan antara dirinya dan Satria kepada mereka, dan ini membuat Eddyt dan Tuan Gino yang mendengarnya menjadi tegang.
Namun saat mendengar Aron yang mendapat berkah dari bencana, dan menerobos ranah Master Guru, Eddyt tampak sangat kaget!
“Mengenai pembunuhan diam-diam Keluarga Himawan yang terjadi dua hari ini, saya juga tidak tahu siapa pelakunya, saya juga baru tiba di Kota Dama hari ini dan mendengarnya.”
Aron membutuhkan waktu tiga hari lebih untuk tiba di Kota Dama.
Dia tidak langsung pergi ke K, namun datang ke Detasemen Perlindungan Hukum untuk menyebarkan berita bahwa dia masih hidup.
Sambil mempermalukan Satria di forum bela diri, tujuan Aron melakukan hal ini adalah untuk menunjukkan gengsi!
“Aron, kamu memilih untuk kembali, lalu apa rencanamu selanjutnya?”
Tuan Gino bertanya pada Aron.
Raut wajah Aron menjadi dingin, dan berkata dengan dingin : “Saya akan menantang Satria, menantang seluruh Keluarga Himawan, saya akan menunjukkan kepada semua orang apa akibatnya jika berani menyinggungku…”
Melihat Aron yang penuh dengan niat membunuh, dan Tuan Gino tidak mengatakan apa pun.
__ADS_1