
Boyca terus menangis, walau Chris tidak mau belajar bela diri dan membuat Boyca sangat kesal, tapi bagaimana pun itu adalah putra kandungnya, dan sekarang dia sudah mati, bagaimana mungkin dia tidak sedih.
“Kamu gali dan keluarkan Adon lalu pelintir kepalanya….”
Boyca memerintahkan pada Raja Utara.
Raja Utara berjalan menuju reruntuhan batu dan bersiap menggali Aron keluar dari bebatuan.
Tapi saat dia baru sampai di tumpukan bebatuan itu, Raja Utara tercengang, dia menemukan tumpukan batu itu mulai bergerak dan Aron bergegas keluar dari bebatuan itu dan memegang sepotong batu besar dengan berat hampir mencapai 50 kilo di tangannya.
“Saya akan membunuhmu bajingan…..”
Sosok Aron berada di udara dan setelah berteriak marah, dia menjatuhkan batu besar itu dari udara dan sosoknya mengarah pada kepala Raja Utara.
Pergantian situasi yang mendadak ini membuat semua orang kaget, mereka semua menatap Aron dengan tidak percaya.
Bam Bam Bam……….
Suara keras terdengar dan batu yang hampir mencapai 50 kilo itu menghantam kepala Raja Utara, dan langsung hancur menjadi debu, namun Raja Utara tetap berdiri tegak dan hanya mengguncang pecahan batu yang ada di tubuhnya, dan tidak terluka sama sekali.
__ADS_1
“Hahaha, kamu naif sekali, hanya sebuah batu ingin melukai Empat Raja Surgawiku?” Boyca tertawa terbahak-bahak : “Nyawamu keras juga ya, karena kamu belum mati maka saya akan membuatmu tersiksa sebelum mati….”
“Kalau satu batu tidak bisa, maka saya akan mengganti batunya lagi….”
Aron mengambil sebuah batu secara acak, tapi kali ini batunya jauh lebih kecil.
Setelah mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwa, Aron menyuntikkan energi spiritual ke dalam batu itu dan membuat batu itu sekeras baja.
“Saya akan membunuhmu…..”
Raja Utara meraung marah dan bergegas menghantam ke arah Aron, seperti banteng gila.
Setelah melihat Raja Utara bergegas melaju ke arahnya, Aron melemparkan batu di tangannya dengan cepat dan mengenai dada Raja Utara dengan keras.
“Bam……”
Suara keras terdengar lagi, batu itu kembali hancur dan berubah menjadi debu tapi kali ini tubuh Raja Utara tertegun, dan dia tiba-tiba menghentikan pergerakannya.
Sedangkan kali ini di dada Raja Utara sudah terlihat sebuah jejak cekung yang dalam, dan jelas kalau tulang rusuknya sudah patah, namun pada saat ini Raja Utara tidak dapat merasakan rasa sakitnya.
__ADS_1
Melihat Aron benar-benar bisa melukai Raja Utara, raut wajah Boyca menjadi sangat kaget, walau lukanya tidak fatalm tapi kekuatan Aron tidak bisa diremehkan.
“Kalian berempat, serang bersama….”
Boyca yang melihat ini bergegas memerintahkan dengan suara keras.
Empat orang itu segera mendekati Aron dan mengepung Aron di tengah lalu mereka memelototi Aron dengan marah.
Menghadapi empat orang ini Aron merasa tertekan, karena kekuatan empat orang ini memang sangat kuat dan mereka semua bagaikan boneka, yang tidak mengenal rasa sakit dan takut sama sekali, dan itu membuat Aron pusing.
Selain membunuh Empat Raja Surgawi, atau tanpa perintah dari Boyca, maka empat orang ini tidak akan bisa mati, perlu diingat kalau Empat Raja Surgawi sudah mencapai kekuatan seorang grand master, dan tubuh mereka bagaikan besi dan baja, ini menambah tingkat kesulitan untuk menghadapi mereka.
Setelah Empat Raja Surgawi mengepung Aron, pada saat bersamaan mereka mengarahkan tinjunya ke arah Aron, tinju yang besar bagaikan meriam memiliki kekuatan yang tidak terbatas.
Aron mencoba yang terbaik untuk menghindar, dan terus melawan, meskipun sudah menggunakan Seni Konsentrasi Jiwa dengan ekstrim dan kekuatan spiritual mengerumuni tubuhnya tapi bertarung satu lawan empat tetap saja membuat dia kehabisan banyak tenaga.
BAM!
Tiba-tiba punggung Aron dipukul, dan meskipun tubuhnya tidak terluka, namun dengan hantaman sekeras itu membuat Aron terhuyung-huyung dan hampir jatuh ke tanah.
__ADS_1