Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kesepakatan Kerja Sama


__ADS_3

Saat Lion dan Rael berjalan keluar, mereka melihat Aron yang sedang berdiri di depan pintu dengan berlumuran darah.


“Saudara Aron, apakah kamu terluka?”


Lion tampak terkejut dan segera melangkah maju untuk memeriksa luka di tubuh Aron.


Aron tersenyum ringan : “Ini hanya luka kecil!”


“Tuan Aron, saya punya beberapa Obat Luka Emas yang bagus di dalam, serta Pil Pemulih Energi, saya akan segera menyuruh seseorang untuk membawakannya!”


Rael juga melangkah maju dan berkata kepada Aron dengan penuh hormat.


“Kepala Keluarga Keluarga Dayo, tidak perlu, ini hanya luka kecil, akan segera sembuh!”


Dayo berkata dengan rasa berterima kasih.


Mendengar nada bicara Aron, Rael menghela nafas lega di dalam hatinya dan segera menyamping lalu membuat isyarat mempersilahkan : “Tuan Aron, ayo silakan masuk ke dalam…”


Aron berjalan masuk ke vila Keluarga Dayo, Rael yang secara pribadi menuangkan air untuk Aron!


Aron sebenarnya menyadari kepanikan di dalam hati Rael dan hanya tersenyum ringan.


“Saudara Aron, saya dengar kamu sudah membunuh Satria?”


Lion bertanya pada Aron.

__ADS_1


Aron menganggukkan kepalanya : “Sudah, namun dia meledakkan dirinya.”


“Meledakkan diri?”


Lion dan Rael sama-sama tercengang!


Mereka tahu kekuatan yang dihasilkan dari seorang Master Guru yang meledakkan diri, Satria meledakkan diri dan Aron baik-baik saja, hanya sedikit terluka ringan, ini sudah cukup menunjukkan kekuatan Aron.


“Kalau begitu apakah Robi juga terbunuh oleh ledakan diri Satria?”


Lion bertanya dengan penasaran.


“Robi melarikan diri, namun walau dia melarikan diri ke ujung dunia, saya akan menemukannya!”


Aron menggelengkan kepalanya dan berkata.


Lion mengingatkan Aron.


“Terima kasih banyak Saudara Lion atas peringatannya!” Aron mengangguk lalu melanjutkan perkataannya : “Saudara Lion, kedatanganku ke Keluarga Dayo kali ini karena ingin Keluarga Dayo mengambil alih bisnis serta sumber daya milik Keluarga Himawan.”


“Kamu juga tahu Keluarga Himawan memiliki bisnis raksasa, banyak keluarga bela diri yang sedang mengincarnya, sekarang Satria sudah mati, jika bisnis milik Keluarga Himawan tidak segera diambil alih maka akan diambil oleh orang lain.”


“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengurusnya, sedangkan bisnis-bisnis ini juga tidak terlalu berarti bagiku, jadi saya berharap Saudara Lion bisa mengambil alih!”


Setelah Aron menyelesaikan perkataannya, Lion dan Rael seketika tercengang!

__ADS_1


Terutama Rael, Aron tidak datang untuk membuat perhitungan dengannya, dia sudah merasa sangat beruntung, dia sama sekali tidak menyangka Aron akan memberikan penawaran yang begitu menguntungkan bagi Keluarga Dayo!


“Saudara Aron, apakah yang kamu katakan benar, perlu diketahui bisnis milik Keluarga Himawan merupakan salah satu yang terbaik di seluruh Kota Dama.”


Lion bertanya dengan sedikit tidak percaya.


“Tentu saja benar!” Aron tersenyum ringan.


“Saudara Aron, karena kamu begitu mempercayaiku, saya juga tidak bisa mengatakan apa pun lagi, ke depannya asalkan Saudara Aron buka mulut, saya Lion bersedia melakukan apa saja untukmu, tidak akan ragu-ragu…”


Lion menatap Aron dengan penuh semangat, matanya sampai merah.


Sedangkan Rael tampak sangat malu dan segera berlutut di hadapan Aron dengan suara gedebuk.


Aron tercengang dan segera melangkah maju untuk memapah Rael : “Kepala Keluarga Keluarga Dayo, apa yang sedang kamu lakukan?”


“Tuan Aron, saya tidak pernah melakukan kesalahan seumur hidupku, tapi saya merasa malu pada Tuan Aron…”


“Ke depannya, saya Rael akan menjadi pion Tuan Aron, dan semua orang di Keluarga Dayo siap mendengarkan perintah Tuan Aron…”


“Jika saya Rael berani melakukan hal-hal yang tercela lagi, langit dan bumi tidak akan membiarkanku…”


Saat ini Rael sangat terharu dengan kemurahan hati Aron, dan tidak sabar untuk menampar dirinya sendiri!


“Kepala Keluarga Keluarga Dayo terlalu serius, saya dan Saudara Lion adalah teman, dia juga tidak jarang membantuku, kami hanya saling membantu satu sama lain!”

__ADS_1


Aron berkata dan tersenyum ringan!


Aron tidak tinggal lama di Keluarga Dayo, setelah membicarakan beberapa hal dia segera pergi, dia harus pergi ke Lembah Iblis dan melihat apakah Empat Tetua Iblis sudah pulih.


__ADS_2