Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Penguasa Di Atas Penguasa


__ADS_3

Puluhan mil jauhnya, Robi sudah jatuh kelelahan di tanah!


Saat ini sekujur tubuh Robi kesakitan, seluruh tulangnya hancur dan dia berhasil melarikan diri berkat bantuan Gelang Semesta.


Namun saat ini dia tidak melihat keberadaan Gelang Semesta, dia tahu pasti Aron sudah merebutnya.


“Aron, saya bukan manusia sebelum saya membunuhmu…”


Robi berteriak keras.


“Hanya tahu berteriak, apa gunanya, tingkatkan saja dulu kekuatanmu sendiri…”


Di dalam benaknya, suara tua itu berkata dengan penuh penghinaan.


“Saya…tapi bagaimana saya bisa meningkatkan kekuatanku, saya sudah tidak memiliki sumber daya sedikit pun…”


Robi juga ingin meningkatkan kekuatannya, namun tanpa sumber daya, bagaimana dia bisa meningkatkan kekuatannya?


“Dasar sampah, bukankah saya sudah menyuruhmu menyerap kekuatan dan esensi dari orang lain?”


Suara tua itu memperingatkan Robi dengan tidak senang.


Tatapan mata Robi bersinar dan akhirnya menggertakkan giginya dan berkata : “Baik, saya akan mendengarkanmu…”


Setelah selesai berkata, tubuh Robi mulai terbungkus dengan kabut hitam, tulang-tulangnya yang hancur kembali tersambung seperti semula.


Pada saat itu, seorang Great Grand Master kebetulan lewat dan Robi langsung menerkamnya seperti harimau yang kelaparan.


Beberapa saat kemudian, mata Robi memerah, dan bangkit berdiri dengan ekspresi puas.

__ADS_1


Namun saat ini separuh dari wajah Robi sudah bernanah, wajahnya yang menakutkan penuh dengan darah dan sangat menakutkan.


Robi sangat kaget melihat perubahan pada dirinya sendiri.


“Tidak perlu khawatir, ini hanya efek samping, tidak lagi tubuh fisikmu akan tumbuh kembali seperti baru, mulai sekarang kamu hanya perlu menyerap kekuatan orang lain, Suara tua itu berkata dengan puas.


Robi tidak mengatakan apa pun, dia segera mencari sebuah mantel hitam dan mengenakannya, kepalanya juga ditutupi dengan penutup kepala berwarna hitam!


Sejak saat itu, di dunia bela diri bertambah lagi satu orang Kultivator iblis yang menghisap kekuatan orang lain.



Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama!


Raut wajah Arthur sangat jelek, kali ini dia tidak duduk di kursi utama melainkan duduk di samping!


Tidak ada seorang pun yang duduk di kursi utama, tapi terdengar suara yang berasal dari kursi utama!


Dapat terlihat bahwa orang-orang ini sama sekali tidak menganggap Arthur sebagai Ketua Aliansi, dan Arthur memperlakukan orang-orang ini dengan hormat!


“Arthur, sebagai Ketua Aliansi Seni Bela Diri, kamu malah membiarkan seorang bocah menerobos masuk ke ruang terlarang dan membunuh begitu banyak orang, apa kamu tahu kesalahanmu?”


Sebuah suara terdengar dari kejauhan dan dari bagian belakang kursi utama.


Hanya suara ini saja sudah membuat orang merinding!


Arthur gemetar, keringat dingin terus mengalir, bruak, dia langsung berlutut di atas lantai.


“Bawahan ini pantas mati, mohon belas kasihan dari Penguasa…”

__ADS_1


Arthur gemetaran dan sudah sangat ketakutan!


Seorang Ketua Aliansi Seni Bela Diri yang terhormat, seorang Master Guru, saat ini sudah ketakutan hingga titik seperti ini.


Jika terlihat oleh orang lain, maka dia akan menjadi bahan lelucon.


“Apakah kamu mempunyai keyakinan untuk membunuh Aron? Anak itu tidak boleh dibiarkan…”


Orang yang disebut sebagai Penguasa itu bertanya.


“Punya, saya pasti dapat membunuh Aron, Penguasa tidak perlu khawatir…”


Arthur berkata dengan penuh keyakinan, namun dia kembali melanjutkan : “Hanya saja, di sisi Tuan Gino…”


“Hm…”


Suara mendengus terdengar, tubuh Arthur seperti dihantam oleh sebuah kekuatan besar yang sangat besar, dengan keras.


Segera setelah itu, tubuhnya langsung terhempas dan menghantam tanah dengan keras.


Arthur sangat terkejut, dia tidak berani ragu-ragu dan segera merangkak kembali ke aula utama.


Semua orang yang duduk di sana merasa tidak aman, mereka tidak pernah melihat wajah Penguasa sebelumnya, namun dengusan Penguasa, dapat membuat seorang Master Guru tidak bisa melawan, jadi jelas betapa kuatnya Penguasa ini!


“Penguasa tidak perlu khawatir, saya pasti akan membunuh Aron…”


Arthur berjanji dengan penuh keyakinan.


Setelah Arthur selesai bicara, suasana di seluruh aula seketika menjadi lebih rileks, dan semua orang baru bernafas dengan lega, ini menunjukkan Penguasa telah pergi.

__ADS_1



Nb: Mohon Maaf kmren saya kurang sehat, jadi g updete


__ADS_2