Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Guru Aron


__ADS_3

Pria bermulut runcing itu bertanya.


Mendengar ini, pria berjubah hitam itu langsung terlihat menakutkan, tinjunya mengepal dan dia menggertakkan giginya : “Ulat bonekaku sudah mati….”


“Apa? Ulat boneka sudah mati? Bagaimana bisa mati? Bagaimana bisa?” Pria bermulut runcing itu berteriak kaget.


“Setelah saya menceritakan kejadiannya padamu, kamu harus memeriksanya, lihat apakah Hendy sekeluarga mengalami kecelakaan, tadi saya membuat ulat bonekaku bunuh diri dengan menyemburkan racun, racun itu sudah cukup untuk membunuh orang di radius lebih kurang sepuluh meter, saya rasa Hendy sekeluarga sudah mati keracunan….”


Pria berjubah hitam itu berkata dengan ekspresi khawatir.


“Kakak, apa…apa kamu gila? Hendy adalah pemimpin Pengadilan, kalau dia mati keracunan pasti Desa Poison yang akan diselidiki, dan bukankah kita akan sial?”


Pria bermulut runcing itu bertanya dengan panik.


“Apa yang kamu teriakkan, saya juga terpaksa dan tidak berdaya saat itu, sekarang cepat kamu pergi periksa….”


Pria berjubah hitam itu memelototi pria bermulut runcing.


“Baik!” Pria bermulut runcing itu mengangguk, lalu berbalik dan berjalan keluar.


Pada saat itu, di ruang tamu utama kediaman Hendy, Hendy sedang memeluk Josua yang tidak sadarkan diri dan berteriak dengan keras.


“Josua, Josua….”


Dia berharap putranya bisa bangun lagi, dia sudah satu tahun lebih melihat putranya tidak berbicara dan tidak membuka matanya, dan Josua baru saja pulih dan membuat Hendy sangat bahagia, dia tidak peduli apakah putranya dijadikan boneka atau tidak, dia hanya berharap putranya masih hidup.


Itu sebabnya Hendy tidak ingin Aron turun tangan, kalau sesuatu terjadi pada Josua, maka kedepannya dia tidak akan pernah melihat putranya lagi.

__ADS_1


“Tuan Aron, cepat periksa Tuan Muda Josua….”


Melihat Eddyt yang berteriak dengan sedih, Eddyt bergegas melangkah maju dan berkata pada Aron.


“Ya!” Aron mengangguk.


Setelah berada di hadapan Hendy, Eddyt berjongkok dan menghibur Hendy : “Pemimpin, Tuan Aron pasti bisa menyembuhkan Tuan Muda Josua, kamu jangan sedih….”


Hendy mengangkat kepalanya dan matanya dipenuhi dengan air mata, dan saat dia melihat tatapan tegas dan percaya diri dari Aron, dia tidak berbicara dan melepaskan Josua lalu berdiri dengan perlahan!


Aron berjongkok lalu meletakkan tangannya di dahi Josua dengan ringan, dan menyuntikkan energi spiritual ke dalam tubuh Josh, Josua yang awalnya pucat dan tidak bertanya mulai terlihat kemerahan pada saat ini, bahkan jarinya yang hitam dan membusuk juga mulai membaik.


Beberapa menit kemudian, Josua perlahan membuka matanya dan kening Aron sudah dipenuhi dengan keringat saat ini.


Josua sudah terlalu lama keracunan dan dia mengalami kerusakan mental selama lebih dari satu tahun, jadi Aron menghabiskan banyak energi spiritual untuk menyembuhkan Josua.


“Josua, Josua….”


“Ayah, dimana saya?”


Josua melihat sekelilingnya dengan bingung.


“Tentu saja di rumah, kamu sudah koma selama satu tahun lebih, apa kamu tidak mengingat apa yang terjadi barusan?”


Hendy bertanya pada Josua.


Tadi Josua sudah terbangun dan terlihat normal, tapi kenapa dia tidak bisa mengingatnya?

__ADS_1


“Saya sudah bilang itu bukan dia, pada saat itu dia sedang dikendalikan, ada seseorang yang menggunakan ulat boneka untuk mengendalikan tubuhnya.”


Aron berkata pada Hendy.


Melihat wajah Josuq yang kebingungan, Hendy akhirnya percaya pada perkataan Aron.


Hendy memapah Josua berdiri dan menunjuk Aron dan berkata : “Josua, cepat berterima kasih pada Tuan Aron, dia yang menyelamatkan hidupmu….”


Josua menatap Aron dengan bingung, dia melihat Aron hanya seumuran dengan dirinya dan seketika tidak bergerak.


“Pemimpin Hendy, itu hanya pekerjaan mudah, tidak perlu berterima kasih….”


Aron berkata dengan ringan.


Semakin Aron bersikap seperti ini, semakin Hendy merasa malu, tadi dia bahkan ingin memukul Aron, dan memerintahkan Eddyt dan Febri untuk turun tangan pada Aron.


Untung Aron berhati besar, dan tidak perhitungan dengannya, kalau pihak lain pergi dengan marah maka putranya tidak akan selamat lagi.


“Tuan Aron masih muda tapi tidak disangka memiliki hati yang begitu besar, saya benar-benar malu….”


Hendy berkata dengan wajah yang tersipu dan canggung.


“Pemimpin Hendy terlalu sungkan, Anda sudah melakukan yang terbaik bagi negara dan rakyat, yang saya lakukan tidak ada apa-apanya!”


Aron berkata dengan rendah hati.


Dan pada saat ini, Febri yang sudah tersadar dari keterkejutannya menghampiri dan langsung menatap Aron dengan penuh hormat dan kekaguman.

__ADS_1


“Saya Febri, seorang junior memberi hormat kepada Guru Aron…..”



__ADS_2