
Keributan itu membuat Kepala Pelayan, Paman Martin juga berjalan keluar dari dalam rumah.
Belasan orang mengepung Aron, dan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan tingkat Great Grand Master, dengan aura yang sangat kuat!
Paman Martin melirik Aron dan mengernyitkan keningnya : “Siapa kamu? Kenapa menerobos masuk ke dalam manor kami di tengah malam?”
“Sialan, kenapa kalian semua mengatakan hal yang sama?” Aron memaki : “Suruh Raden keluar, katakan padanya Aron datang untuk membuat perhitungan dengannya.”
Mendengar nama Aron, raut wajah Paman Martin berubah drastis.
Dia tidak menyangka Aron yang begitu ditakuti oleh Raden sudah tiba.
“Kepala keluarga kami sedang tidak berada di manor, kamu datang di waktu yang tidak tepat…”
Paman Martin berkata pada Aron.
“Ada atau tidak, bukan kamu hakmu memberitahuku, saya mau mencarinya sendiri…”
Aron berkata lalu hendak berjalan masuk ke dalam vila untuk mencari!
“Hentikan dia…” Paman Martin mengernyitkan keningnya.
Belasan pengawal mengelilingi Aron dan langsung menyerang.
Mereka adalah belasan orang yang memiliki kekuatan Great Grand Master dan disewa dengan harga yang mahal, walau Aron memiliki kekuatan yang hebat, belasan orang ini pasti dapat menghadapinya bukan?
Namun segera, Paman Martin menjadi tercengang.
Karena dia melihat, belasan Great Grand Master yang dia sewa dengan harga mahal tidak ada bedanya dengan semut di hadapan Aron.
__ADS_1
Dengan lambaian tangan Aron, belasan orang itu seketika terjatuh ke tanah dan tidak bisa bangkit!
Belasan ahli dengan kekuatan Great Grand Master, tidak ada yang bisa bertahan lebih dari tiga jurus di hadapan Aron, semuanya jatuh ke tanah dan tidak bisa bangkit.
Paman Martin berbalik dan hendak kabur, namun Aron langsung mengulurkan tangan dan mengangkatnya.
“Di mana Raden?”
Aron bertanya kepada kepala pelayan, Paman Martin.
"Kepala keluarga…kepala keluarga…dia ada di dalam…”
Kepala pelayan, Paman Martin menunjuk ke dalam vila dan berkata.
Aron melirik vila dan melemparkan Paman Martin ke samping, lalu kekuatan Naga Ilahi seketika mengelilingi telapak tangan kanannya dan sebuah cahaya keemasan mulai bersinar di atas tangan Aron!
Sambil mengambil nafas dalam-dalam, Aron berteriak diikuti dengan ayunan telapak tangannya ke arah vila.
Bruak bruak bruak…
Tamparan itu langsung meledakkan kekuatan seperti sebuah tornado, yang meruntuhkan sebagian dari vila yang ada di hadapannya.
Raden yang sedang tidur di kamarnya seketika terbangun saat mendengar suara runtuhan itu.
Sebagai seorang Great Grand Master tingkat delapan, Raden tentu saja tidak mungkin mati karena terkena reruntuhan, namun saat dia keluar dari dalam kamar, sekujur tubuhnya juga dipenuhi dengan debu dan terlihat menyedihkan.
“Akhirnya kamu bersedia keluar?”
Aron menatap Raden yang menyedihkan dengan dingin.
__ADS_1
Raden melihat ke arah para pengawal yang tergeletak di tanah dan menelan ludahnya : “Ternyata Tuan Aron ya, kamu datang ke Kota Letta juga tidak memberitahuku, saya bisa menjemput Tuan Aron…”
“Raden, tidak perlu mendekatiku, kamu tahu apa tujuanku kemari.”
Aron tidak menyangka Raden begitu tidak tahu malu dan berusaha untuk mendekatinya!
“Tuan Aron, saya benar-benar tidak tahu, kali ini kamu datang dan melukai bawahanku, bahkan meruntuhkan rumahku, ini membuatku sangat bingung sekarang!”
Raden berpura-pura berkata dengan sedih.
“Bajingan, masih mau berpura-pura denganku ya?”
Aro marah dan melayangkan tinjunya ke arah Raden.
Tinju itu mendarat tepat di tubuh Raden dan membuat Raden mundur beberapa langkah!
Kalau bukan karena dia masih membutuhkan Raden untuk mendetoksifikasi racun di tubuh Lina, Aron pasti sudah membunuh Raden dengan tinju itu.
“Tuan Aron, saya tidak berpura-pura, saya tahu ada kesalahpahaman saat di Pulau Naga, itu semua adalah perintah dari Robi, saya dan Tuan Aron tidak punya dendam sama sekali, bukan?”
Raden yang sudah ditinju masih mencoba berkata sambil tersenyum.
Aron melihat sikap Raden dan sedikit kagum pada orang ini, sebagai Raja Alhas, dia dapat menahan kekesalan seperti ini.
“Tidak punya dendam? Pacarku sedang tidak sadarkan diri saat ini, saat kamu meracuni kami, kenapa kamu tidak mengatakan tidak punya dendam?”
Aron menatap Raden dengan dingin dan bertanya padanya.
__ADS_1