Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Kartu Terkahir


__ADS_3

Robi menatap punggung Aron dengan marah, tiba-tiba terdengar suara tulang-tulang patah dari tubuhnya.


Aron tersentak dan menoleh, dia menemukan Robi yang tergeletak di tanah seperti genangan lumpur, sudah membentuk tubuhnya dan kembali berdiri.


Robi kembali berdiri, dan bengkak di wajahnya juga menghilang.


Seberkas cahaya hitam meledak dari tubuh Robi, seolah-olah cahaya itu bersinar dari dalamnya.


“Saya ingin kamu mati…”


Robi berteriak marah, lalu setetes darah hitam bagaikan tinta menetes keluar dari keningnya.


Robi menggerakkan dua tangannya dan tetesan darah bagaikan hitam itu tiba-tiba terbakar!


Setetes darah dapat meledakkan kobaran api yang besar!


Sedangkan tubuh Robi sedang terbakar di dalam kobaran api itu.


Setiap inci tubuh Robi mulai menyusut, lalu berubah menjadi warna hitam pekat, di bawah kobaran api, kulit hitamnya memancarkan cahaya yang menakutkan.


Saat api mereda, tubuh Robi terlihat seperti baja yang baru ditempa.


Hawa dingin yang menakutkan keluar dari tubuh Robi.


Melihat Robi yang tiba-tiba berubah menjadi hitam gelap, Robi menyeringai : “Ternyata kamu berdarah campuran dengan Negara Fican ya, tidak disangka ayahmu mempunyai hobi seperti itu…”


Mendengar perkataan Aron, Robi hampir mati kesal, sepasang matanya membelalak : “Saya akan merobek mulutmu…”


Robi menerjang ke arah Aron, dan menghantamkan tinjunya dengan keras ke arah Aron.

__ADS_1


Aron juga tidak menunjukkan kelemahannya, cahaya keemasan di tubuhnya kembali bersinar, dan lapisan sisik kembali muncul di kulitnya.


Dang dang dang…


Kedua pria itu menyerang menggunakan kekuatan yang paling murni.


Setiap pukulan menghasilkan suara seperti baja yang bertabrakan.


Percikan api menyembur dan suara bagaikan guntur terus terdengar.


Terlihat sosok berwarna hitam dan sosok berwarna emas yang saling beradu di udara, gelombang energi yang menakutkan menyebar ke sekeliling.


Tidak ada lagi bagian dari manor yang tersisa, hanya Menara Setan yang masih berdiri dengan kokoh.


Bam…


Robi dan Aron melayangkan sebuah pukulan di saat bersamaan, tinju Robi menghantam dada Aron dengan keras, sebuah energi yang menakutkan meledak di depan dada Aron seperti bola meriam, tubuh Aron bergetar karena benturan yang kuat itu!


Tampaknya, walau Robi menggunakan keahliannya, kekuatannya masih sedikit berbeda dari Aron.


Robi meraung dengan marah, tatapan matanya dipenuhi dengan keinginan tempur dan kemarahan!


Dalam sekejap, tubuh Robi berubah menjadi aliran cahaya dan mengarah ke arah Aron, serta menyebabkan suara yang memekakkan.


“Benar-benar kesempatan yang baik untuk berlatih…”


Aron menyipitkan matanya lalu menerjang ke arahnya.


Kekuatan bisa dipupuk dengan latihan, tapi kemampuan bertarung dan pengendalian kekuatan harus dilatih dengan terus bertarung.

__ADS_1


Kali ini, pertarungannya dengan Robi membuat Aron mendapatkan banyak pengetahuan baru.


Bruak bruak bruak…


Kedua orang itu tidak berhenti beradu dan menyebabkan suara yang memekakkan telinga.


Aron menggunakan Tinju Cahaya Suci, tinju dengan cahaya keemasan itu menghujani tubuh Robi.


Di saat bersamaan, Robi juga melayangkan tinjunya dan tidak berhenti menghantam tubuh Aron.


Kedua orang itu saling beradu, dan bertarung dengan kekuatan serta kemampuan fisik!


Bam


Sosok dua orang itu terpisah, dan masing-masing dari mereka terengah-engah.


Petarungan seperti ini sangat menguras energi, Aron menggunakan kekuatan spiritual dan kekuatan Naga Ilahi di dalam Dantiannya untuk bertahan sejauh ini, sedangkan Robi mengandalkan teknik sihir.


“Apakah ini kartu terakhirmu?”


Aron menatap Robi, raut wajahnya menjadi muram : “Kalau begitu, maka saya tidak akan menemanimu bermain lagi…”


Robi terlihat sangat bingung, raut wajahnya menjadi sangat jelek.


Dia terus menerus mengeluarkan kartunya, tapi Aron tampak bisa menghadapi semuanya dengan mudah.


“Hm, kamu tidak perlu berpura-pura santai, sekarang kamu juga sudah berada di ujung kekuatanmu, selanjutnya saya akan menunjukkan padamu kartuku yang sebenarnya…”


Setelah Robi berbicara, cahaya hitam di tubuhnya tiba-tiba meroket dan cahaya hitam itu perlahan-lahan terlepas dari tubuh Robi, sedangkan kulit Robi kembali seperti semula.

__ADS_1



__ADS_2