Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Api Suci


__ADS_3

“Pemimpin, putramu sudah tidak kenapa-kenapa dan dia tidak dikendalikan, saya sudah menggunakan Cahaya Suci, kalau dia dikendalikan maka dia tidak mungkin tetap tenang disinari oleh Cahaya Suci, kamu tidak perlu mendengarkan omong kosong si Aron itu.”


Febri berkata pada Hendy.


“Saya rasa Aron tidak mempunyai kesempatan untuk menunjukkan diri, jadi dia sengaja mengarang tentang dikendalikan oleh ulat boneka itu, sekarang Tuan Muda Josua sudah tidak kenapa-kenapa jelas Guru Febri tadi sudah berhasil, dan Aron merasa tidak puas, dan ingin merebut pujian….”


Oyong yang ada di samping mendengus dingin.


Setelah mendengar perkataan Oyong, Hendy juga merasa ada benarnya, tadi dia meminta Aron untuk turun tangan, dan Aron belum turun tangan dan putranya sudah baik-baik saja, Aron sama sekali tidak punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya!


Mungkin Aron merasa tidak puas dan ingin menunjukkan kemampuannya di depan dirinya, oleh karena itu dia sengaja mengarang kalau putranya dikendalikan oleh ulat boneka agar dia bisa turun tangan, dan pada saatnya setelah putranya sembuh, itu menjadi pujian untuk Aron!


“Hm, masih muda tidak mau belajar dengan baik, malah mau merebut pujian orang lain, putraku sudah tidak apa-apa, kamu malah masih mau turun tangan padanya, kalau kamu berani turun tangan, percaya tidak kamu tidak akan bisa keluar dari sini?”


Hendy menatap Aron dengan tatapan penuh niat membunuh!


Melihat tatapan Hendy, Eddyt ketakutan, dia menarik lengan baju Aron ke samping : “Tuan Aron, sudahlah….sebaiknya kita buat rencana jangka panjang saja!


“Hari ini saya harus menyingkirkan ulat boneka ini, kalau tidak yang akan mengalami kesialan bukan hanya keluarga mereka saja….”


Aron tidak tergerak, dia sudah membuat keputusan untuk menyingkirkan ulat boneka itu, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, dan bisa saja menelan banyak nyawa!


“Tuan Aron, tadi Febri sudah menggunakan Cahaya Suci, dan Josua sudah tidak kenapa-kenapa….”


Eddyt tidak mengerti kenapa Aron begitu keras kepala!

__ADS_1


“Hm, Cahaya Suci apanya, dia hanya membohongi kalian, tadi mereka semua juga berlari keluar karena ketakutan, dan Febri juga tidak tahu harus berbuat apa, dia berkata seperti itu agar saya tidak bisa merebut pujiannya!”


Aron sudah menyadari kalau Febri hanya omong kosong belaka, tadi saat Febri melihat ulat boneka itu, bagaimana mungkin dia tidak tahu kalau Josua sedang dikendalikan oleh ulat boneka!


“Omong kosong apa kamu, saya rasa kamu ini sangat ingin merebut pujiannya ya?” Oyong berkata dengan penuh penghinaan.


“Tidak peduli apakah putraku boneka atau bukan, saya tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sama sekali….”


Hendy berkata dengan tegas, dan menghadang di depan Josua!


“Kalau begitu, jangan salahkan saya bersikap kasar….”


Setelah berkata, Aron langsung melambaikan tangannya, dan sebuah cahaya berwarna merah bersinar dan memenuhi seluruh ruang tamu utama!


Begitu Aron selesai bicara, seluruh cahaya merah di ruang tamu bersinar dan semua orang merasa tubuh mereka seperti terbakar!


“Ah……..”


Josua yang disinari oleh cahaya merah itu seketika berteriak kesakitan!


Hendy yang melihatnya seketika membelalak dan sosoknya bergerak ke arah Aron dengan cepat dan aura di tubuhnya meningkat dengan cepat!


​Namun Aron sama sekali tidak memperdulikan Hendy, hanya kekuatan Hendy saat ini, tidak akan bisa melukainya!


Dan ternyata memang benar, saat Hendy tiba di hadapan Aron dan melayangkan tamparannya, sebuah serangan balik yang keras membuat tubuh Hendy terpental dan mundur beberapa langkah!

__ADS_1


Hendy menatap Aron dengan sedikit tidak percaya, namun kemarahan semakin terlihat di wajahnya.


“Eddyt, kamu masih tidak mau menghentikannya, apa kamu ingin dipecat?”


Hendy berteriak pada Eddyt yang ada di sampingnya.


Eddyt yang mendengarnya seketika seperti seekor semut yang jatuh ke dalam panci, dan wajahnya menatap Aron dengan ekspresi memohon : “Tuan Aron, sebaiknya kamu berhenti….”


“Ketua Detasemen Eddyt, kalau kamu percaya padaku, berdiri di samping dan lihat saja, kalau tidak silahkan saja bertindak….”


​Aron sudah bertekad untuk menghabisi ulat boneka ini!


Eddyt yang melihat Aron sudah bertekad bulat juga tidak punya cara, dia tidak akan bertindak pada Aron karena dia tahu dirinya sama sekali bukan lawan Aron!


“Eddyt, kamu masih tidak mau turun tangan, maka saya akan memecatmu….”


Hendy melihat Eddyt yang masih tidak bergerak, berteriak dengan marah!


“Pemimpin, Tuan Aron melakukan ini pasti ada alasannya, kumohon percayalah padanya.”


Eddyt membujuk Hendy.


“Omong kosong, putraku akan segera dibunuh olehnya.” Hendy menatap putranya yang berteriak kesakitan dan berkata pada Febri: “Guru Febri, cepat hentikan dia, asal kamu bisa menghentikannya, semua permintaanmu akan kukabulkan!”


__ADS_1


__ADS_2