Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musuh Sekeliling


__ADS_3

Namun Aron berpura-pura tidak melihatnya dan melanjutkan perkataannya kepada Tuan Gino : “Makam kaisar ini tepat berada di sebelah makam kekaisaran saat ini, di bawah sebuah bukit kecil, jika tebakanku tidak salah maka bukit kecil itu seharusnya adalah gundukan tanah yang menutup makam kaisar itu…”


Kali ini semua orang menjadi semakin riuh, tempat itu sekarang sudah menjadi objek wisata, setiap hari banyak orang yang berdatangan, jika di tempat itu masih ada sebuah makam kaisar, bagaimana mungkin tidak ada yang menemukannya?


Sepasang mata Tuan Gino menyipit dan menatap Aron : “Aron, apakah yang kamu katakan benar? Jika disana tidak ada apapun, apakah kamu tahu akibat dari apa yang kamu bicarakan di sini hari ini?”


“Tuan Gino, saya bersedia bertanggung jawab atas apa yang saya katakan.”


Aron berkata dengan tenang.


Melihat Aron begitu tenang, Tuan Gino sedikit percaya pada apa yang dikatakan oleh Aron, dan orang yang lainnya mulai goyah.


Karena tidak ada orang yang begitu bodoh untuk menipu Tuan Gino di tempat seperti ini, dan Aron juga bukan orang yang bodoh.


“Tuan Gino, memang ada sebuah makam di bawah bukit itu, hanya saja apakah itu merupakan makam kaisar atau bukan, tidak jelas, beberapa waktu lalu saya juga sudah menemukannya, dan saat saya hendak memeriksanya beberapa hari lalu saya bertemu dengan anak ini, yang mengganggu Formasi Tujuh Bintang saya untuk memeriksanya jadi saya tidak melaporkannya terlebih dulu.”


Saat ini, Herman bangkit berdiri dan berkata.


Herman adalah orang yang pertama kali menemukan makam kuno itu, awalnya dia berniat menggalinya diam-diam, namun tidak disangka Aton menemukannya, dan sekarang Aton hendak memberikan manfaatnya kepada orang lain.


Dalam hati Herman merasa tidak senang, jadi dia bangkit berdiri dan ingin mendapatkan apresiasi untuk dirinya.

__ADS_1



Perkataan Herman membuat semua orang percaya, karena Keluarga Umar mencari nafkah dengan menemukan gua dan menjelajahi makam, tidak ada seorangpun yang bisa dibandingkan dengan Keluarga Umar, sekarang setelah Herman mengatakannya, maka makam itu pasti benar-benar ada.


Tuan Gino melirik Herman, Tuan Gino sama sekali tidak percaya dengan Herman yang mengatakan hendak melaporkan penemuannya, klan-klan dan keluarga bela diri ini, bagaimana mungkin akan membagi sumber daya yang sudah mereka temukan, hanya saja Tuan Gino tidak membeberkannya.


“Baik, saya akan mengirim seseorang untuk menyelidikinya, jika tempat itu benar-benar merupakan makam kaisar, maka Aton, kamu akan mendapatkan apresiasi yang besar…”


Setelah Tuan Gino selesai bicara, dia melangkah keluar.


Melihat Tuan Gino hendak pergi, semua orang segera berdiri untuk mengantarnya.


​Eddyt dan Aron bergegas mengantar keluar dengan sikap penuh hormat.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Tuan Gino menepuk bahu Aron dan berkata.


Aron mengerti maksud perkataan Tuan Gino dan menganggukkan kepalanya.


Untuk bisa hidup dalam masyarakat yang kejam ini harus mengandalkan kekuatan sendiri, jika mengandalkan perlindungan dari orang lain itu bukanlah solusi jangka panjang.


Tuan Gino pergi, dan banyak orang yang juga pergi, kalau bukan karena Tuan Gino, Detasemen Perlindungan Hukum tidak akan memiliki kekuatan untuk mengundang mereka.

__ADS_1


“Aron, jangan mengira kamu sudah memiliki pendukung maka saya bisa mengampunimu, tanganku yang patah ini adalah dendam yang akan kubalaskan, kamu tunggu saja…”


Roddy menatap Aron dan berkata sambil menggertakkan giginya.


“Terserah…”


Aron berkata dengan penuh ketidakpedulian.


Sikap Aron itu hampir saja membuat Roddy mati kesal, tapi dia tidak berani menyerang Aron di tempat ini, karena Tuan Gino sudah berpesan tadi.


“Roddy, ayo pergi…”


Devin menatap Aron dengan dingin lalu memanggil putranya untuk pergi, dia takut Roddy tidak bisa menahan diri dan menyerang Aron.


“Ayah, lantas kita akan membiarkan Aron begitu saja?”


Setelah pergi, Roddy berkata dengan wajah penuh kemarahan.


Piak…


Roddy baru selesai bicara, Devin sudah langsung menamparnya : “Dasar bajingan, kamu hampir saja membuat seluruh Keluarga Tany lenyap, apakah kamu tahu? Berani mempertanyakan Tuan Gino, kamu tidak lihat Arthur saja tidak berani melakukan apapun di hadapan Tuan Gino?”

__ADS_1



__ADS_2