
Satria terdiam, dia juga sedikit tidak tahu harus melakukan apa.
Jika Aron benar-benar sudah menerobos, maka tidak dapat dipastikan siapa yang akan hidup atau mati pada waktunya.
Dan hal yang paling penting adalah hubungan Aron dengan Tuan Gino.
Saat Aron berada di wilayah Selatan, dia bisa mengejarnya dan membunuh Aron.
Tapi sekarang Aron kembali ke Kota Dama, tepat di bawah pengawasan Tuan Gino.
Jika benar-benar ditantang, dan Aron kalah, apakah Tuan Gino akan menyelamatkannya?
Ini adalah hal yang tidak bisa ditebak oleh siapa pun.
Sejak awal, Aron membuat keributan di Keluarga Himawan dan dikerumuni oleh semua orang, terlihat jelas Aron akan terbunuh, tapi Tuan Gino malah muncul.
Jelas Tuan Gino tidak ingin Aron mati.
Satria terjepit dalam situasi serba salah, bertarung dengan Aron salah, tidak bertarung dengannya juga salah!
Setelah berpikir panjang, Satria menatap Robi : “Besok kamu ikut keluar denganku, sekarang kita tidak boleh berhadapan dengan Aron secara langsung.”
“Aron didukung oleh Tuan Gino, jika kita bertarung dengannya juga akan mengalami kerugian, pada akhirnya yang mendapat keuntungan adalah keluarga dan klan bela diri lainnya!”
“Ayah, maksudmu, kita bersembunyi di luar dan menjadi pengecut?”
Robi menatap Satria dan bertanya.
“Brengsek, apa maksudmu dengan menjadi pengecut, kita hanya menghindari konfrontasi untuk sementara waktu…”
Satria berkata sambil melotot.
Robi tiba-tiba memutar matanya dan berkata : “Ayah, saya bisa menemukan seseorang untuk melawan Aron!”
__ADS_1
“Siapa?”
Satria tercengang dan bertanya.
“Tris, kepala keluarga Keluarga Galah, keluarga terbesar di Kota Dawa…”
Robi berkata dengan senyuman sinis.
“Kepala keluarga Keluarga Galah? Lantas Keluarga Galah memiliki dendam dengan Aron?”
Satria bertanya dengan bingung.
“Tentu saja…”
Robi tersenyum lalu menceritakan semua kejadiannya kepada Satria!
Saat Satria mendengar Robi yang membunuh Rein dan Gerald, lalu memfitnahnya kepada Aron, raut wajahnya berubah menjadi sangat jelek!
Dia menatap Robi dengan tatapan yang sedikit jijik.
Tapi Satria juga tidak terlalu suka dengan sikap Robi yang begitu jahat.
Sebagai Master Guru senior, dia tidak suka menggunakan cara-cara tercela seperti ini.
“Sudahlah, masalah ini tidak perlu kamu urus, besok ikut saja keluar denganku…”
Satria mengibaskan tangannya.
Robi melihat ayahnya yang tidak setuju, juga tidak mengatakan apa pun lagi, dan langsung keluar.
Kota Dama, di salah satu hotel!
Danu sedang mengamati Aron dengan penuh kegembiraan, kebahagiaan dalam hatinya sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Dia mengira Aron sudah mati, dan Nona sudah tidak memiliki harapan untuk diselamatkan.
Tapi sekarang, Aron tidak hanya tidak mati, dia bahkan sudah menerobos ranah Master Guru, sepertinya harapan untuk menyelamatkan Nona sudah di depan mata!
“Paman Danu, setelah saya melenyapkan Keluarga Himawan, saya akan pergi ke Aliansi Seni Bela Diri dan Keluarga King, menyelamatkan Nuri dan ibuku, lalu kita bisa merayakan tahun baru bersama…”
Aron berkata dengan penuh tekad.
Danu terdiam sejenak lalu berkata : “Aron, kamu tidak boleh meremehkan Keluarga King dan Aliansi Seni Bela Diri, kamu harus mempersiapkan dirimu dengan baik.”
“Paman Danu, saya tahu, namun saya harus mencobanya, saya percaya di Kota Dama tidak ada yang berani membunuh saya secara terang-terangan, Tuan Gino tidak akan setuju dengan perbuatan mereka!”
Aron berani melakukan hal ini sekarang, karena Tuan Gino mendukungnya dari belakang.
“Aron, kenapa Tuan Gino itu sangat membantumu?
“Apakah dia merencanakan sesuatu?”
Danu mengernyitkan keningnya.
“Saya juga tidak tahu, tapi Tuan Gino pernah berkata dia membantuku juga membantu dirinya sendiri, saya tidak mengerti apa maksudnya!”
Kata Aron.
“Tidak boleh memiliki niat untuk mencelakai orang lain, tapi kewaspadaan terhadap orang lain juga harus ada, kamu harus berhati-hati, besok saat ke Keluarga Himawan kamu harus sangat berhati-hati!”
Danu memperingatkan Aron.
“Ya, Paman Danu, jangan khawatir!”
Aron mengangguk.
“Sekarang juga sudah larut, istirahatlah lebih awal untuk memulihkan tenagamu!”
__ADS_1
Danu berkata lalu menyuruh Lina dan yang lainnya kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat, dia takut tiga gadis itu akan mengganggu istirahat Aron.