
Semua orang menyaksikan dengan takjub, dan bahan obat itu terbakar dengan semakin kuat dan akhirnya berubah menjadi kepulan asap putih, setelah asapnya hilang, semua orang terkejut saat menemukan ada sebuah Pil Peremajaan di atas lantai!
“Ini…ini sudah selesai diramu?”
Heri membelalak dan mulutnya terbuka sangat lebar seolah sudah menelan sebutir telur.
Dia berlari tergesa-gesa dan mengambil Pil Peremajaan yang ada di atas lantai itu dan melihatnya, mengendus dan setelah memastikan kalau itu adalah Pil Peremajaan, Heri seketika membatu.
Yang lainnya juga menatap Aron seolah menatap dewa, mereka adalah orang biasa dan mana pernah melihat adegan seperti ini.
Bahkan Jekson dan Lyla juga tidak pernah melihat alkimia seperti ini sebelumnya dan tanpa sadar merasa kaget!
Sudut bibir Aron terangkat dan sebenarnya saat dia meramu Pil Peremajaan dia tidak melakukannya seperti ini, dan tidak hanya meramu sebutir, dia melakukan ini untuk menakuti anggota Keluarga Teguh, dengan begitu anggota Keluarga Teguh tidak akan berani mempertanyakannya.
“Sekarang sudah percaya kan kalau Pil Peremajaan memang diramu oleh saya?”
Aron berkata dengan ringan.
“Percaya, percaya….”
Heri tampak canggung, awalnya dia ingin diam-diam mempelajarinya tapi setelah melihat apa yang terjadi, dia tahu dia tidak mungkin bisa mempelajarinya.
__ADS_1
Seluruh anggota Keluarga Teguh juga menjadi canggung, dan mereka tersenyum pahit.
“Saudara Imam, kenapa kamu tidak mengatakan dari awal kalau Tuan Aron mempunyai kemampuan dewa seperti ini….”
Jeremy berkata pada Iman.
“Saya sudah mengatakannya, tapi kalian tidak percaya.”
Imam berkata dengan pasrah.
Kali ini Jeremy menjadi lebih canggung lagi, sejak awal Iman sudah mengatakan kalau Aron adalah tabib dan mereka meragukannya, dan saat mengatakan kalau Pil Peremajaan diramu oleh Aron, mereka juga tidak percaya, sekarang mereka benar-benar tertampar kenyataan.
“Tuan Aron, karena kamu yang membuat Pil Peremajaan, tadi kamu mengatakan kalau Pil Peremajaan tidak bisa mengobati penyakit ayahku, tapi kenapa ayahku bisa tiba-tiba sadar?”
“Ayahmu tidak sakit, dia hanya mengalami histeria, artinya tubuhnya dirasuki oleh hantu, Pil Peremajaan bisa menjernihkan pikiran, tapi tidak bisa menyembuhkan histeria, oleh karena itu ayahmu belum sembuh, dan alasan kenapa dia bisa tersadar dan mengenalimu juga hanya kebetulan….”
Aron menjelaskan.
Baru saja Aron selesai bicara, tiba-tiba ada suara raungan yang terdengar dari belakang dan diikuti oleh teriakan para pelayan, sebelum mereka semua menyadari apa yang terjadi, seorang pria paruh baya yang mengenakan piyama dengan rambut yang acak-acakan menerjang ke depan.
“Ayah….”
__ADS_1
Jeffry memanggil pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu adalah kepala keluarga Keluarga Teguh, Jordi.
“Dasar kalian bajingan bodoh, sudah mengganggu meditasiku, masih berani mencuri harta karunku, saya akan membunuh kalian semua….”
Jordi tampak sangat ganas, mulutnya membulat dan dia berteriak keras.
Disusul teriakan Jordi, hembusan angin bertiup ke dalam ruang utama dan membuat suhu di dalam ruangan mendadak turun dengan drastis.
“Ah……..”
Melihat hal ini banyak anggota Keluarga Teguh yang ketakutan dan ingin melarikan diri, namun baru berlari dua langkah, pintu utama langsung ditutup oleh hembusan angin.
Melihat adegan ini, Jeremy bergidik ketakutan dan berkata dengan gemetar : “Kamu….kamu dewa dari mana? Kami tidak tahu bagaimana kami mengganggumu, asalkan kamu melepaskan kami, Keluarga Teguh akan memujamu setiap tahun…..”
Heri juga mengernyitkan keningnya saat melihat pemandangan ini, kakinya sedikit gemetar karena ketakutan, meskipun dia pernah melihat pasien histeria sebelumnya tapi dia tidak pernah bertemu dengan yang begitu menakutkan.
“Hahaha….ingin memujaku, kalian tidak pantas….”
Jordi tertawa keras dan tiba-tiba menyemburkan kabut hitam, dan membuat seluruh ruangan menjadi gelap dan semua orang berteriak ketakutan.
__ADS_1
Jekson dan Lyla juga sedikit takut, namun mereka tetap mengeluarkan senjata mereka, dan berdiri di sisi Aron dengan rapat, sedangkan Imam sudah bersembunyi di belakang Aron sejak tadi.