Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Tidak Layak Bertarung Dengan Ku


__ADS_3

“Kekuatanmu juga tidak buruk, tapi kamu tidak layak bertarung denganku….”


Aron tersenyum dingin.


“Benarkah? Kalau begitu coba saja….”


Pemuda itu tiba-tiba melompat dengan tinggi dan angin dari telapak tangannya yang tidak berujung menuju ke kepala Aron dan seluruh tubuh Aron langsung diselimuti oleh angin itu dan tidak bisa menghindar lagi.


“Cari mati….”


Aron menyipitkan matanya dan aura pembunuh mulai muncul dari tubuhnya.


Mereka hanya bertemu secara kebetulan dan tidak mengenal satu sama lain, mereka juga tidak memiliki dendam tapi Aron tidak menyangka pemuda ini akan benar-benar membunuhnya.


Tidak jauh dari situ, lelaki tua itu sedang menonton dengan tenang, tanpa ekspresi di wajahnya dan tidak ada niat untuk menghentikannya sama sekali.


Melihat telapak tangan itu sudah hampir mengenai kepala Aron, Aron berteriak marah dan melemparkan tinjunya ke langit, kekuatan spiritual yang menakutkan menyembur keluar dan langsung membuat pemudah itu terhempas.


Dang dang dang…..


Setelah mundur beberapa langkah wajah pemuda itu menjadi sangat pucat dan organ dalamnya sudah bergolak, dan seteguk darahnya terjerat di tenggorokannya.


“Sekarang giliranku….”


Aron menggertakkan giginya dan mengarahkan tinjunya dengan ganas ke arah pemuda itu.

__ADS_1


Tinju itu membuat angin berderu dan retakan yang dalam terbentuk di tanah, melihat ini pemuda itu menjadi pucat karena ketakutan dan dengan jentikan tangan kanannya, sebuah perang perunggu muncul di tangan pemuda itu.


Pedang perunggu itu mulai menari di tangan pemuda itu, dan membuat garis garis pedang di udara, garis garis pedang itu menghantam tinju angin dan membuat suara besi yang bertabrakan, dan percikan api menyebar ke sekeliling!


Srett….


Terdengar suara robekan dan pemuda itu mundur dengan cepat dan terlihat luka sepanjang setengah meter di dada pemuda itu, pakaiannya robek dan darah mengalir keluar.


Melihat luka di dadanya mata pemuda itu memerah dan aura haus akan darah keluar dari tubuhnya.


“Saya akan membunuhmu….”


Pemuda itu meraung dan pedang perunggu di tangannya mulai terbakar oleh aura berwarna merah, dan aura pembunuh yang mengerikan mengalir ke arah Aron dengan ganas.


Sosok pemuda itu seketika menjadi jauh dan tiba-tiba banyak sosok yang muncul di hadapan Aron.


Pedang perunggu itu juga tampak menjadi tidak terhitung jumlahnya dan semuanya menghunus dan ditusukkan ke arah Aron.


Aron melihat bayangan di sekelilingnya dan mengernyitkan keningnya.


Tapi saat Aron mengernyitkan keningnya, aura pedang yang tidak terhitung jumlahnya telah menyerang!


Aron yang melihat hal itu segera mengaktifkan Seni Konsentrasi jiwa untuk melindungi seluruh tubuhnya dengan kekuatan spiritual, namun sayangnya dia terlambat selangkah, dan aura dari pedang itu sudah mengenai Aron.


Ding ding dang dang…..

__ADS_1


Setelah suara terdengar pakaian di tubuh Aron menjadi compang camping dan nyaris tidak menutupi bagian sensitifnya lagi.


Namun tubuh Aron tidak terluka sama sekali, dan kulitnya yang berwarna perunggu itu samar-samar berkilau di bawah sinar rembulan.


“Ini…..”


​Pemuda itu memegang pedang perunggu di tangannya dan membeku sejenak.


Bahkan lelaki tua yang berada tidak jauh dari sana juga membelalak dan ekspresi kaget terlihat di wajahnya.


Aron sendiri juga tercengang, dia melihat tubuhnya sendiri tidak terluka dan Aron tidak menyangka tubuhnya sudah mencapai tahap kekuatan seperti ini.


Perlu diingat tadi dia belum sempat menggunakan kekuatan spiritualnya untuk melindungi tubuhnya, dan hanya mengandalkan tubuh fisiknya untuk menahan serangan aura pedang yang tidak terhingga itu.


“Saya sudah bilang, kamu tidak layak bertarung denganku….”


Aron menyeringai dan meninju pemuda yang sedang tercengang itu.


Pemuda itu seketika lupa kalau dirinya sedang dalam bahaya dan masih berdiri membeku, dan saat ini dia sama sekali tidak mengerti bagaimana serangannya tidak bisa melukai sehelai rambut pun di tubuh Aron?


​Melihat pukulan Aron sudah hampir mengenai pemuda itu, lelaki tua yang berada tidak jauh itu bergerak : “Baiklah, kita tidak punya dendam satu sama lain, untuk apa bertarung mati-matian.”


Lelaki tua itu melambaikan tangannya dan Aron merasakan gelombang energi yang kuat datang dan langsung menghempaskan tubuh Aron.


__ADS_1


__ADS_2