Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Makam Kaisar


__ADS_3

“Didikan dari Tuan Graham benar, kedepannya saya akan memperkuat tatanan dalam dunia bela diri…” Arthur tidak berhenti menganggukkan kepalanya.


“Ada satu hal yang ingin saya sampaikan pada kalian semua, pelatihan tahunan kali ini kemungkinan akan ditunda karena tidak menemukan kawasan arkeologi yang cocok untuk pelatihan, kalian para klan dan keluarga bela diri juga harus lebih memperhatikannya dan melihat apakah ada tempat yang cocok untuk pelatihan!”


Tuan Graham berkata dengan ringan.


Saat mereka mendengar pelatihan akan ditunda, suasana menjadi gempar dan banyak yang mulai berdiskusi.


Saat ini, Khu mengalihkan tatapannya pada Aron dan mengedipkan matanya pada Aron.


Dia ingin Aron memberitahukan tentang makam yang telah dia temukan sekarang, akan lebih baik lagi jika itu cocok dengan tempat pelatihan, dengan begitu, Aron akan lebih diperhatikan lagi oleh Tuan Graham.


“Tuan Graham, saya mengetahui sebuah tempat namun entah itu cocok untuk dijadikan sebagai tempat pelatihan atau tidak…”


Aron yang melihat tatapan Khu seketika bangkit berdiri dan berkata.


Sshh…


Semua orang seketika berhenti berdiskusi dan tatapan mereka melekat pada Aron.


“Tuan Aron, tidak semua tempat bisa dijadikan sebagai tempat pelatihan begitu saja…”


Eddyt berbisik untuk memperingatkan Aron dari samping.

__ADS_1


Dia takut Aron akan ditertawakan habis-habisan jika dia menyebutkan sebuah tempat pelatihan yang sangat umum.


“Aron, ya? Apakah kamu bisa memberitahukan dimana tempat itu?”


Tuan Graham menatap Aron dan berkata dengan penuh ketertarikan.


“Tuan Graham, tempat itu berada di pinggiran Kota Dama.”


Kata Aron.


Saat Aron melontarkan kalimat itu, suasana di ruangan bergemuruh.


“Aron, apakah kamu tahu tempat seperti apa yang cocok untuk dijadikan tempat pelatihan? Berani bicara sembarangan, ada begitu banyak klan dan keluarga di Kota Dama, kami sudah mencarinya berkali-kali, mana ada tempat yang cocok untuk pelatihan?”


“Kamu sedang omong kosong ya, jika mengatakan kamu menemukan kawasan arkeologi atau makam kuno di tempat lain maka masih ada kemungkinan, tapi jika di Kota Dama itu sama sekali tidak mungkin, sudah dicari berkali-kali.”


“Itu jelas-jelas merupakan kebohongan, saya dapat berjalan dengan mata tertutup di Kota Dama, jika ada tempat seperti itu apakah mungkin saya tidak mengetahuinya…”


“Anak muda, sudah terlena, mengira dirinya bisa membunuh Ichiro Watanabe maka Tuan Graham akan menghargainya, dia bahkan berani berbicara omong kosong.”


Semua orang mulai berbicara tentang Aron, tidak ada yang percaya pada perkataan Aron.


“Aron, apakah kamu tahu acara seperti ini bukan bahan lelucon? Saya rasa kamu belum tahu apa itu pelatihan, jadi duduklah!”

__ADS_1


Tuan Graham juga sama sekali tidak percaya pada perkataan Aron.


Dalam radius ratusan mil di sekitar Kota Dama, sepertinya sudah tidak ada tempat untuk pelatihan, mereka sudah mencari selama berkali-kali.


Namun hanya ada satu orang yang menatap Aron dengan ekspresi yang tidak nyaman, orang itu adalah Herman, dia seolah bisa menebak tempat apa yang ingin Dave katakan.


“Tuan Graham, meskipun saya tidak tahu tempat apa yang cocok untuk pelatihan, tapi tempat yang saya katakan adalah makam kaisar, jika belum pernah digali, maka pasti ada banyak barang di dalamnya.”


Aron tidak duduk dan kembali melanjutkan perkataannya dengan ringan.


“Makam kaisar? Kamu berhalusinasi bukan? Bagaimana mungkin ada makam kaisar yang belum ditemukan di Kota Dama?”


Roddy langsung mencibir pada Aron.


Semua orang juga mulai menertawakan Aron dan mengira Aron berani membual.


Namun raut wajah Tuan Graham perlahan-lahan berubah menjadi dingin, karena perkataan Aron membuat dia terlihat sedikit buruk.


Entah sudah berapa kali mereka menjelajah seluruh Kota Dama, banyak makam kaisar yang sudah dikembangkan saat ini merupakan hasil temuan mereka, sekarang Aron mengatakan dia menemukan sebuah makam kaisar di Kota Dama, bagaimana mungkin, bukankah ini sama saja dengan mengatakan orang lain tidak berguna?


“Tuan Aron, jangan berbicara sembarangan, di seluruh Kota Dama mana ada lagi Makam Kaisar…”


Eddyt yang melihat hal ini segera memberi isyarat kepada Aron agar Aron berhenti berbicara.

__ADS_1



__ADS_2