
Orang lainnya melihat ke zirah yang tiba-tiba muncul di tubuh Wenny dan merasakan cahaya suci itu, seketika tatapan mereka menunjukkan rasa hormat.
Bahkan Aron juga merasa sangat terkejut, zirah yang tampak biasa ini ternyata memiliki kekuatan seperti itu!
August tampak terkejut dan segera mengaktifkan mantra di tubuhnya dan mencoba menyerang lagi!
Namun tidak peduli apa pun yang dilakukan oleh August, kabut hitam itu tidak lagi memancar keluar dan bahkan cahaya hitam di tubuhnya juga menghilang.
Saat ini aura di tubuh August berkurang dengan drastis.
“Senior, senior…”
August berteriak dalam hatinya dan ingin bertanya apa yang salah.
Namun sayangnya tidak peduli sekuat apa August berteriak, tidak terdengar jawaban dari roh itu.
Raut wajah August berubah menjadi sangat jelek, tubuhnya tanpa sadar gemetaran.
Sementara patung duyung yang ada di atas singgasana juga tampak menunjukkan keterkejutan dan kekaguman saat melihat zirah berwarna putih itu.
“Kak Aron, apa…apa yang terjadi?”
Wenny bertanya pada Aron dengan bingung.
Tadi Wenny seolah kehilangan akal sehatnya dan tidak mengingat apa pun.
“Tidak apa-apa, kamu tetaplah di samping, jangan takut…”
__ADS_1
Aron menenangkan Wenny dengan suara pelan.
Wenny mengangguk dan zirah di tubuhnya perlahan-lahan memudar, lalu menghilang.
Arthur yang melihat zirah Wenny menghilang menunjukkan tatapan membara, sekarang dia tahu mengapa tendangannya tadi tidak melukai Wenny.
Zirah itu pasti senjata ajaib berkualitas dan sekarang Arthur sudah tidak sabar untuk menerjang dan mengambil alih zirah itu.
Sementara kerumunan masih tenggelam dalam cahaya suci itu, Aron yang telah menenangkan Wenny mulai menyerang August.
Raut wajah August berubah drastis lalu tubuhnya mulai melesat ke belakang.
Namun kecepatan Aron terlalu cepat, terlihat sebuah cahaya keemasan yang melintas dan menghantam tubuh August dengan ganas.
Bam!
Dan menghantam pada singgasana, lalu kembali terlempar oleh formasi sihir singgasana itu lagi.
Benturan keras ini membuat formasi sihir pada singgasana itu kembali melemah!
Raut wajah August memucat dan bangkit berdiri dengan susah payah, tatapan matanya penuh dengan kemarahan namun tidak ada yang bisa dia lakukan, kalau tidak ada roh di dalam tubuhnya, kekuatan August saat ini tidak akan bisa melawan Aron.
Melihat August yang menyedihkan, Aron perlahan-lahan berjalan menghampiri.
“Apakah kamu masih punya kemampuan lain? Bukankah kamu ingin mengubahku menjadi mayat kering?”
Aron tersenyum dingin.
__ADS_1
August menatap Aron dan merasakan aura di tubuh Aron mulai bergerak dan rasa takut memenuhi matanya!
August secara alami menatap Arthur sekarang hanya Arthur yang bisa menyelamatkannya.
“Hari ini, siapa pun tidak akan bisa menyelamatkanmu…”
Aron berkata lalu melayangkan tamparannya pada August.
“Hentikan…”
Arthur tidak mungkin membiarkan August dibunuh oleh Aron, dia melompat dan melayangkan tendangannya pada Aron dan membuat Aron mau tidak mau menghindar!
“Ketua Arthur, selamatkan saya, selamatkan saya…”
August bersembunyi di balik tubuh Arthur dan meminta pertolongan!
Aron menatap Arthur dengan dingin : “Arthur, hanya mengandalkan kamu, tidak akan bisa menyelamatkannya…”
“Benarkah? Mungkin saya sendiri tidak bisa tapi jangan lupa, saya tidak sendirian di sini…”
Arthur berkata dan Ewan segera membawa yang lainnya untuk mengepung.
Ewan berempat ditambah dengan Arthur sudah cukup untuk menghadapi Aron.
Aron menyipitkan matanya : “Hanya mengandalkan kalian berlima, tidak akan bisa membunuhku, paling-paling kita akan mati bersama…”
Raut wajah Arthur menjadi muram lalu berkata dengan perlahan : “Siapa bilang hanya ada kami berlima…”
__ADS_1