
Perkataan Boyca membuat raut wajah Basri berubah, dia tercengang, jika ini merupakan perintah dari Aliansi Seni Bela Diri maka keluarga Darminto mereka akan tamat, tidak ada harapan sedikitpun.
“Boyca, jangan menggertak orang, saya tidak percaya dengan perkataanmu, saya juga tidak akan pernah menyerahkan aset Keluarga Darminto kepadamu…”
Mars berkata dengan suara tegas.
Namun setelah Mars selesai bicara, sebuah suara dentuman terdengar dari luar, sebuah vila di area vila Keluarga Darminto tiba-tiba runtuh dengan suara yang keras.
Setelah itu terlihat Raul yang berjalan perlahan-lahan ke ruang tamu, dan Boyca segera bangkit berdiri mempersilakan kakak keduanya untuk duduk!
“Kalau tidak diserahkan maka hari ini semua orang di Keluarga Darminto akan bernasib sama dengan vila yang baru runtuh itu…”
Raul berbicara dengan perlahan tapi aura dingin di tubuhnya membuat Mars memucat dan langsung terduduk di lantai.
Seorang Grand Master sama sekali tidak bisa menahan ledakan aura dari tubuh seorang Great Grand Master.
Basri yang melihat pemandangan ini juga seketika menunjukkan raut wajah yang sangat jelek.
“Saya berharap kalian bisa memberiku sedikit waktu, aset milik Keluarga Darminto sangat besar, jika diserahkan kepada Keluarga Bara dalam sekejap kalian juga tidak akan bisa mengelolanya.”
Basri ingin mengulur waktu untuk memikirkan cara!
“Tua bangka, tidak perlu berpikiran untuk mengulur waktu, asalkan kamu menyerahkan asetmu, akan ada orang-orang kami yang mengelolanya!”
Boyca berkata lalu menatap ke arah para petinggi Keluarga Darminto, dan berkata pada seorang pria paruh baya yang mengenakan kacamata : “Manajer Wigo, apakah kamu dapat mengelola aset milik keluarga Darminto?”
__ADS_1
Manajer Wigo segera melangkah maju beberapa langkah dan berkata dengan penuh hormat pada Boyca : “Tuan Boyca, saya mengetahui seluruh aset Keluarga Darminto dengan baik, tentu saja saya bisa mengelolanya, saya juga memiliki daftar aset milik Keluarga Darminto, silakan Anda lihat…”
Manajer Wigo menyerahkan sebuah dokumen kepada Boyca, Boyca bahkan tidak melihatnya dan langsung menatap Basri dengan bangga.
Basri yang melihat hal itu, sekujur tubuhnya gemetaran, raut wajahnya memucat dan tubuhnya kejang-kejang.
“Kakek…”
Mars yang melihat ini segera maju dan menekan filtrum Basri.
Perlahan-lahan, Basri mulai tersadar dan menatap Manajer Wigo dengan marah : “Manajer Wigo, Keluarga Darminto memperlakukanmu dengan baik, tapi kamu malah berkhianat?”
Manajer Wigo tersenyum ringan : “Tuan besar, seperti kata pepatah, hanya orang yang cerdas yang bisa menjadi pahlawan, dalam situasi seperti ini, Keluarga Darminto memiliki persyaratan apa untuk melawan Keluarga Bara? Saya sarankan kamu sebaiknya menyerahkan aset-aset itu dengan patuh lalu keluar dari Kota Dama, sisakan jalan hidup untuk dirimu sendiri!”
Basri yang kesal menyemburkan seteguk darah.
“Kakek, kakek…” Mars bergegas membantu Basri menyekanya.
“Kalian…kalian juga berpikiran sama seperti dia?”
Tangan Basri bergetar dan menunjuk beberapa petinggi lainnya.
Beberapa petinggi itu saling memandang dan perlahan-lahan berjalan ke sisi Boyca!
Melihat pemandangan ini, Basri kembali memuntahkan seteguk darah!
__ADS_1
“Hahaha…” Boyca tertawa dengan arogan : “Dasar tua bangka, apakah kamu sudah lihat, ini adalah pemahaman akan situasi, sebaiknya kamu menyerah agar kami tidak perlu turun tangan!”
Raut wajah Basri sudah sangat jelek, tubuhnya bergetar dan dia tidak tahu harus mengatakan apa!
Masalah sudah sampai titik ini, selain menyerahkan aset Keluarga Darminto, apalagi yang bisa dia lakukan?
“Mars, bawakan stempel…”
Basri perlahan-lahan memejamkan matanya dan menua cukup banyak dalam sekejap.
“Kakek, lantas kita benar-benar akan menyerahkan seluruh aset milik Keluarga Darminto?”
Mars menggertakkan giginya, dia sangat sakit hati, menyayangkan aset Keluarga Darminto, menyayangkan kesehatan Basri.
“Serahkan saja, kalau tidak diserahkan, apa yang bisa kita lakukan!”
Basri mengibaskan tangannya.
Mars juga tidak berdaya, dia hanya bisa membawakan stempel untuk Basri!
“Saya sudah mengatakan saya akan melindungi Keluarga Darminto, jadi saya pasti akan melindunginya, ingin mengambil keuntungan dari Keluarga Darminto, bukankah harus kamu tanyakan dulu padaku?”
Saat ini, Aron perlahan-lahan berjalan masuk!
__ADS_1