Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Jekson Dan Lyla kemungkinan Akan Cacat


__ADS_3

“Aron, bagaimana kalau kita kembali ke Lembah Pengobatan lagi?”


Karena di dalam Lembah Pengobatan, Alfat dan beberapa tetua lainnya sudah mencapai ranah Great Grand Master, akan lebih aman bagi Aron untuk tetap tinggal di sana.


Raut wajah Adon menjadi muram, seolah-olah tidak mendengar perkataan Nely dia berkata pada Mars dengan tenang : “Bawa saya pergi menjenguk Jekson dan yang lainnya…”


“Tuan Aron?”


Mars sedikit terkejut, pihak lawan adalah dua orang Great Grand Master, kenapa Aron tidak bergegas kabur?


“Aron, kamu jangan terlalu gegabah…”


Nely juga membujuknya.


Namun mereka berdua tidak tahu, dalam waktu satu bulan ini kekuatan Aron sudah tidak seperti dulu lagi!


“Antar saya untuk menjenguk Jekson dan yang lainnya, saya tidak mau mengulangi perkataan saya lagi…”


Raut wajah Aron menjadi semakin jelek.


Suhu di dalam mobil juga turun hingga titik beku, Mars tidak punya pilihan lain selain menyalakan penghangat.


Setelah melirik Aron, Mars menghela nafasnya dan memutar balik mobilnya menuju ke arah Rumah Sakit Nasional Sanur.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit, Mars membawa Aron dan Nely pergi ke lantai empat, dan seluruh lantai empat sudah dipesan oleh Mars.


“Tuan Aron, Jekson dan Lyla tidak mengalami kondisi kritis yang mengancam nyawa, mereka berdua juga sudah diobati hanya saja mereka mengalami patah tulang di sekujur tubuh, sepertinya mereka akan menjadi orang cacat kelak…”


Mars berjalan sambil menjelaskan kondisi mereka.


Tidak ada ekspresi yang terlihat di wajah Aron, dia berjalan dengan cepat dan beberapa bawahan Jekson serta Lyla sedang berdiri di koridor, saat melihat Aron mereka menjadi bersemangat!


"Tuan Aron…”


Puluhan bawahan itu berdiri di kedua sisi dan berteriak penuh hormat kepada Aron.


Aron tidak mengatakan apapun, dia langsung membuka pintu kamar pasien!


"Tuan Aron…”


"Tuan Aron…” dan saat ini ada satu orang lagi di dalam kamar pasien yang berteriak menyapa Aron.


Aron menoleh dan menemukan Eddyt, Ketua Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, dia tidak menyangka Eddyt juga akan datang ke Kota Sanur.


“Ketua Detasemen Eddyt, tidak disangka kamu juga datang…”


Aron menatap Eddyt dengan tatapan penuh syukur.

__ADS_1


Eddyt tersenyum canggung : “Tuan Aron, saya baru saja menyusul, awalnya saya berencana datang ke Kota Sanur untuk mengundang Aron untuk menghadiri Kompetisi Internasional tapi tidak disangka hal seperti ini terjadi.”


Eddyt berkata, dan Aron baru teringat kalau beberapa bulan yang lalu dia pernah berjanji pada Eddyt akan membantu Eddyt bertanding dalam sebuah pertandingan.


“Ketua Detasemen Eddyt, saya akan menyelesaikan urusanku terlebih dulu lalu menyusul dirimu!”


Aron harus menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi sebelum bisa pergi ke Kota Dama bersama dengan Eddyt.


“Tuan Aron, tidak buru-buru, masih ada beberapa hari sebelum kompetisi dan saya juga sudah berbicara kepada Asosiasi Bela Diri di Kota Dama untuk membantu Tuan Aron melakukan mediasi terlebih dulu.”


Eddyt tahu kalau dua orang yang mencari Aron untuk membalas dendam adalah Great Grand Master, Detasemen Perlindungan Hukum tidak begitu mampu menjadi penengah dari masalah ini.


“Ketua Majelis Eddyt, saya sudah mengetahui niat baikmu, tapi masalah ini akan saya selesaikan sendiri!”


Setelah selesai bicara, tatapan Aron jatuh pada dua ranjang pasien yang ada di dalam kamar, Jekson dan Lyla terbungkus perban seperti pangsit, berbaring di ranjang pasien dengan berbagai alat yang menancap pada tubuh mereka.


Dua orang ini tidak mengalami kondisi yang mengancam hidup mereka, tapi mereka tidak bisa bergerak atau berbicara, hanya sepasang matanya yang terus berputar!


Saat melihat Aron, Jekson dan Lyla menjadi sangat bergejolak, mata mereka tidak berhenti berkedip, dan sepasang mata Lyla air mata mulai mengalir.


Aron maju dan memegang satu tangan Jekson dan Lyla, sekumpulan energi spiritual mulai masuk ke dalam tubuh mereka berdua.


Beberapa menit berlalu, raut wajah Aron menjadi semakin jelek!

__ADS_1


Sepertinya yang Mars katakan tidak salah, tulang-tulang di dalam tubuh mereka sudah patah, walau bisa disambung mereka juga akan menjadi lumpuh dan tidak mungkin bisa berlatih lagi.


__ADS_2