Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menjemput Adik Sepupu


__ADS_3

Sejak Nuri bersama dengannya, seorang Nona dari keluarga kaya alih-alih menikmati kemewahan malah mengikutinya berkelana kemana-mana, dan terus berada dalam ketakutan.


Terutama Jhonatan, dia merasa kesepian dan sekarang sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan putrinya, pasti sangat merindukannya.


“Oh!” Jhonatan menghela nafas kecewa, dan kembali dengan hati yang berat.


Aron menemani Jhonatan minum teh sejenak lalu pergi, dia mau pulang ke Desa Collin untuk menemui orang tuanya, dia juga sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan mereka.


“Kakak, apakah kamu di Kota Sanur?


Aron baru meninggalkan villa Keluarga Utomo dan Shella menelponnya.


“Iya, apakah kalian sudah libur?”


Tanya Aron.


“Hari ini libur, kalau kamu mau pulang ke rumah, tolong bawa saya pulang bersamamu…”


Ternyata Shella menelpon Aron karena ingin Aron membawanya pulang ke rumah sekalian.


“Tunggu saya di depan gerbang sekolahmu, saya akan menjemputmu…”


Aron menutup panggilannya setelah selesai bicara.


Aron terlebih dulu menjemput Nely lalu pergi menjemput Shella, tiga orang itu pulang ke Desa Collin bersama!


“Kak, disini, di sini…”


Shella yang berdiri di depan gerbang sekolah melambai-lambaikan tangannya pada Aron.

__ADS_1


Aron mengemudikan mobil Basri, sebuah Rolls Royce, dia biasanya mengemudikan mobil Nuri atau Jekson, hanya saja sekarang Jekson sedang terbaring di rumah sakit, dan Nuri juga tidak pulang, jadi Aron hanya bisa mengemudikan Rolls Royce milik Basri untuk sementara waktu.


Aron tidak peduli dengan bagus atau tidaknya mobil itu, yang penting bisa bergerak!


Namun saat Rolls Royce ini berhenti di depan sekolah, tidak perlu lama untuk menarik perhatian banyak orang.


Perlu diketahui di kota seperti Kota Sanur, jarang ada orang yang mampu membeli Rolls Royce, dan Rolls Royce ini juga menggunakan plat Kota Dama.


“Shella, ini…Rolls Royce ini adalah milik kakakmu?”


Teman Shella yang ada di sampingnya bertanya padanya dengan iri.


“Iya…” Shella mengangguk.


“Plat mobilnya dari Kota Dama, apakah kakakmu supir orang?”


Saat ini, seorang siswa laki-laki berkata sambil bercanda.


Shella berkata dengan raut wajah bangga.


Dulu Niri sudah pernah berpesan pada Shella, kalau ada masalah cukup katakan saja namanya, karena Keluarga Utomo adalah orang terkaya di Kota Sanur.


Dan benar saja, setelah Shella mengatakan hal itu, siswa tersebut langsung ketakutan dan tidak berani berbicara lagi.


Aron menghentikan mobilnya di depan Shella lalu membuka pintu mobil dan berkata : “Cepat naik, kalau tidak kita akan terlambat pulang ke rumah…”


“Selamat tinggal…”


Shella melambaikan tangannya ke arah beberapa teman sekelasnya lalu masuk ke dalam Rolls Royce.

__ADS_1


Shella baru saja duduk dan menemukan seorang wanita yang tidak dia kenal duduk di dalam mobil.


“Halo, nama saya Nely…”


Nely melihat Shella yang masuk ke dalam mobil mengulurkan tangannya dengan sangat sopan.


“Halo, nama saya Shella…” Shella mengulurkan tangannya dengan sopan dan menjabat tangan Nely.


​“Adik Shella sangat cantik ya, pantas saja kakakmu selalu memujimu…”


Nely menatap Shella dan memberikan pujian padanya.


Aron yang mengemudi memutar matanya, dia tidak pernah membahas tentang Shella di depan Nely.


Nely berkata seperti itu hanya untuk mempersempit jarak di antara Shella dengannya saja.


“Kak Nely yang cantik, tubuhmu juga memiliki aroma wangi yang ringan, apakah saya boleh tahu merk parfum apa yang kamu gunakan?”


Shella bertanya sambil mencium aroma samar dari tubuh Nely.


“Parfum yang saya gunakan adalah parfum ramuan saya sendiri, kalau adik Shella menyukainya saya bisa membuatkan sedikit untukmu…”


​Aroma pada tubuh Nely terpancar secara alami dari tubuhnya, dia memiliki Tubuh Pesona dan aroma itu dipancarkan untuk menggoda para pria.


“Baik, terima kasih Kak Nely!” Shella berkata dengan senang.


“Anak kecil untuk apa menggunakan parfum, belajar saja dengan giat…”


Aron yang sedang menyetir menegur Shella.

__ADS_1



__ADS_2