Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Menemukan Lokasi Tambang


__ADS_3

Di gunung Hoju rombongan pencari sudah mulai keluar dari hutan.


“Master Irman, apakah benar permata bawah tanah sangat berlimpah?”


Edward bertanya pada Master Irman.


Master Irman mengangguk kepala: “Di sini memang lumayan banyak, pintu masuk tambang seharusnya berada di arah barat laut, utus orang-orangmu mencari ke arah sana!”


“Baik!” Edward sangat girang, jika titik lokasi sudah pasti, maka pencarian pintu masuk tambang hanya masalah waktu, tampaknya seluruh gunung Hoju akan menjadi miliknya di masa depan!


Tetapi di saat Edward sedang bersuka cita, tiba-tiba sekelompok orang keluar dari hutan, mereka adalah Leonard dan anak buahnya


Melihat Leonard memimpin orang-orangnya berjalan mendekat, dan sepertinya tidak terpengaruh dengan sihir yag mereka buat sama sekali, senyum di wajah Edward langsung membeku!


“Kalian…bagaimana cara kalian keluar?”


Edward bertanya tercengang.


Alis Master Irman berkerut seraya berkata pada Edward: “Apakah seseorang keluar!”


“Betul, orang-orang keluarga Galang, semuanya keluar, mereka sama sekali tidak terperangkap!”

__ADS_1


Edward berkata pada Master Irman.


“Bagaimana mungkin?” Kerutan di kening Master Irman semakin dalam.


“Hahaha, Edward kamu kira hanya dengan ilmu Ilusi akan bisa memerangkap saya? Kamu terlalu naif!”


Leonard tertawa terbahak-bahak!


“Leonard, apa katamu? Saya tidak mengerti, apa itu ilmu Ilusi!”, Edward pura-pura bertanya tidak mengerti.


“Berpura-puralah sesuka hatimu, akan sampai waktunya kamu tidak bisa berpura-pura lagi!” Leonard memelototi Edward, kemudian berkata pada anak buahnya: “Buat pengaturan untuk segera mencari pintu masuk tambang!”


​Dengan cepat, orang-orang keluarga Galang mulai melakukan pencarian, tapi pegunungan ini luar biasa besar, dikhawatirkan tidak mudah menemukan pintu masuk tambang tersebut!


Pada saat ini, kembali terdengar suara berisik dari dalam hutan, kemudian Fiktor Wizard memimpin orang-orang keluarga Wizard berjalan keluar, tapi mereka kurang beruntung, kebanyakan dari mereka kelelahan, jumlah orang juga berkurang setengah!


Begitu keluar dari hutan, Fiktor menatap Leonard dan Edward dengan wajah muram: “Siapa dari kalian berdua yang bermain curang? Berani menggunakan ilmu ilusi untuk mencelakaiku?”


Tampaknya setelah mengalami ilusi sihir dihutan, Fiktor dan rombongan banyak yang mati dan tersesat, Fiktor menyadari semua yang terjadi di depan matanya hanyalah ilusi belaka!


“Siapa lagi, kalau bukan Edward bajingan, kami juga baru saja keluar dari hutan!”, Lawrence menunjuk Edward.

__ADS_1


“Leonard Galang, jangan memfitnah, apakah kamu melihat saya melakukan sesuatu? Saya juga bisa mengatakan bahwa kamu yang melakukannya, jika kalian jatuh ke dalam ilusi, mengapa bisa keluar dengan selamat?”


Edward tidak ingin keluarga Galang dan keluarga Wizard beraliansi, karena dengan demikian, dia tidak akan bisa menang!


Ketiga belah pihak saling berpandangan, semua orang waspada!


Saat ini, setelah Aron mencapai puncak gunung, dia sangat bersemangat, dan bisa merasakan energi spiritual yang tak terhitung jumlahnya naik dari dalam tanah, seolah-olah menembus seluruh puncak gunung!


Dia dapat menyimpulkan bahwa bahwa di kaki mereka, pasti terdapat sejumlah besar batu spiritual.


“Sudah ditemukan, sudah ditemukan…”


​Tiba-tiba, orang dari keluarga Serosa yang sedang mencari pintu masuk tambang berteriak keras!


Dengan cepat, orang-orang yang sedang melakukan pencarian berlari ke arah suara tersebut, dan menemukan seorang anak buah dari keluarga Serosa yang memegang beliung, berdiri di depan sebuah mulut lubang yang lebarnya tidak lebih dari satu meter.


Di dalam mulut lubang gelap gulita, sama sekali tidak terlihat apa pun, tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika menggali masuk di sepanjang lubang ini, pasti akan menemukan tambang!


Kemunculan pintu masuk tambang menyebabkan ketiga belah pihak langsung siaga, seolah-olah bentrokan bisa terjadi kapan saja!


“Sekarang kita masih belum berani memastikan ini adalah pintu masuk tambang, dan permata dalam tambang itu berlimpah atau tidak, kita hanya menerka-nerka, bagaimana kalau kita ketiga belah pihak beraliansi, setelah membuka jalan masuk lubang ini, lalu lihat apa yang terjadi di dalam dan kemudian buat keputusan?”,

__ADS_1


Fiktor berkata pada Edward dan Leonard secara bijak bicara, tidak mungkin bertarung satu sama lain sedangkan harta Karun belum jelas adanya...


__ADS_2