Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musnahnya Semua Pelindung


__ADS_3

“Aron, kami…kami adalah orang dari Keluarga King, kamu tahu Keluarga King, sekarang jika kamu membunuh kami semua, maka Keluarga King pasti tidak akan mengampunimu…”


Pelindung Ketiga menatap Aron dengan tatapan yang benar-benar takut.


“Keluarga King!” Aron mendengus : “Saya tidak hanya akan membunuh kalian semua, saya juga akan melenyapkan seluruh Keluarga King…”


Setelah selesai berkata, Aron menghunuskan pedangnya, dan energi pedang yang sangat besar itu langsung merobek Pelindung Ketiga menjadi daging cincang, bahkan satu potong daging utuh pun tidak terlihat.


Pelindung Utama menoleh dan melihat adegan itu, meskipun hatinya merasa sangat sedih, tapi dia sudah ketakutan sejak tadi, dia dibantu oleh Pelindung Keempat dan berusaha melarikan diri dengan putus asa.


Sosok Aron melintas dan dalam sekejap sudah berada di hadapan Pelindung Utama, menghalangi jalan kedua orang itu.


“Aron, kami bukan datang untuk membunuhmu, Kepala Keluarga hanya meminta kami untuk membawamu pergi ke Keluarga King, bukan ingin membunuhmu, kamu jangan salah paham…”


Pelindung Utama melihat Aron yang berlumuran darah di hadapannya segera menjelaskan.


“Saya tahu kalian bukan datang untuk membunuhku…” Aron berkata dengan dingin : “Tapi saya ingin membunuh kalian, apa kamu sudah melihat tumpukan mayat itu? Mereka semua adalah saudaraku…”


“Aron, kamu…”


Pelindung Utama masih ingin mengatakan sesuatu tapi cahaya dari Pedang Naga yang ada di tangan Aron melintas.


Kepala Pelindung Keempat yang berada di samping Pelindung Utama seketika terbang ke udara, darah segar menyembur keluar dan menyemprot ke tubuh Pelindung Utama.


Great Grand Master tingkat lima, mati dalam satu tebasan!


Pelindung Utama tidak berani percaya, kekuatan seperti apa yang sebenarnya dimiliki oleh Aron, lantas Aron bukan menembus ranah Great Grand Master, melainkan Master Guru?

__ADS_1


Tingkatan yang sudah bisa memindahkan gunung dan lautan, membalik awan dan hujan?


Tapi usia Aron masih terlalu muda.


“Sekarang giliranmu!”


Pedang Naga yang ada di tangan Aron menunjuk pada Pelindung Utama.


“Aron, kamu terlalu menggertak…”


Kedua lengan Pelindung Utama sudah patah, saat ini dia sudah tidak memiliki harapan untuk bertahan hidup, dia menarik nafasnya dalam-dalam, dan tubuh Pelindung Utama mulai membengkak seperti balon udara.


Pelindung Utama hendak meledakkan diri!


Pada akhirnya dia akan mati, jadi dia akan meledakkan diri untuk mati bersama dengan Aron.


“Aron, cepat mundur…”


Danu berteriak sekuat tenaga dan wajahnya terlihat panik!


Seorang Great Grand Master jika meledakkan diri maka daya ledaknya sebanding dengan sebuah bom.


Tapi Aron sama sekali tidak bergeming, dia menyimpan Pedang Naga di tangannya dan menyalakan sebatang rokok untuk dirinya sendiri.


Aron yang tidak suka merokok, berharap sebatang rokok itu bisa menghilangkan stresnya.


Mayat yang memenuhi tanah itu semua mati demi dirinya, meskipun dia sudah membunuh Lima Pelindung itu tapi orang-orang ini juga tidak dapat hidup kembali.

__ADS_1


Melihat Aron yang tidak melarikan diri malah terlihat begitu santai, tubuh Pelindung Utama kembali membengkak dengan ganas lagi.


Aron dengan sebatang rokok di mulutnya mulai memancarkan cahaya keemasan dari tubuhnya, sisik-sisik kembali tumbuh di tubuhnya dengan cepat dan membungkus Aron dengan rapat.


“Aron, matilah kamu…”


Tubuh Pelindung Utama sudah mencapai batasnya.


Bam…


Sebuah suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar, seluruh Perumahan Bumi Sejuk, bahkan seluruh Kota Sanur dapat merasakan suara ledakan itu.


​Sebuah awan berbentuk jamur membumbung tinggi di langit dan terlihat jelas dari jarak jauh.


Sejumlah orang mendongakkan kepala ke langit dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Aron…”


Danu berteriak keras lalu berjuang untuk berlari menghampiri.


“Tuan Aron…”


Jekson dan Lyla juga segera berlari untuk menghampiri.


Namun saat asap itu menghilang, beberapa orang yang berlari menghampiri menemukan Aron masih berdiri tegak di tempatnya, dan asap rokok masih mengepul dari mulutnya.


Cahaya keemasan dari tubuhnya menghilang dan Aron membuang rokok yang ada di mulutnya lalu menoleh ke arah Danu : “Paman Danu, saya baik-baik saja…”

__ADS_1


__ADS_2