
Saat Zaru melihat jaring besar ini, tubuhnya segera tersentak mundur, dan berkata dengan penuh penghinaan : “Junior, apa kamu tidak berani bertarung sendiri denganku? Sampai harus menggunakan Jaring Surgawi untuk menangkapku?”
“Saya adalah anggota Penegak Hukum, untuk apa bertarung dengan Kultivator Iblis sepertimu, tugasku adalah menangkapmu!”
Lingkaran cahaya di tubuh Junior mulai terbang satu per satu ke arah Zaru.
“Kalau begitu, maka saya tidak akan menemanimu bermain lagi…”
Tubuh Zaru tiba-tiba menyusut dan menghindar dari lingkaran cahaya itu, lalu sosoknya melompat ke arah belakang dinding dan hendak melarikan diri.
Namun saat sosok Zaru melompat, tiba-tiba sebuah sosok melintas dan muncul di hadapannya.
Lalu sebuah tendangan yang keras menghantam tubuh Zaru.
Tubuh Zaru seketika terpental dan jatuh menghantam tanah dan membentuk sebuah kawah besar.
Zaru menatap sosok yang tiba-tiba muncul, tatapan matanya tampak kaget.
“Aron?”
Saat Zaru melihat dengan jelas sosok itu, raut wajahnya seketika menjadi berat.
Jika dia harus berhadapan dengan Junior dan Aron secara bersamaan, maka dia pasti bukan tandingan mereka.
“Istriku…”
“Putraku…”
Vision memasuki kediamannya dan melihat mayat-mayat yang memenuhi kediamannya, saat melihat keadaan tragis orang-orang yang dicintainya dia menangis tersedu-sedu dan menghampiri mereka.
Vision memeluk mayat istri dan anaknya, lalu berseru ke langit!
__ADS_1
Sedangkan raut wajah Aron sudah sangat muram, aura pembunuh di tubuhnya seketika menyelimuti seluruh kediaman Keluarga Malik.
Sedangkan Junior yang melihat kemunculan Aron yang tiba-tiba juga menunjukkan ekspresi yang rumit.
Dia masih ingat saat pertama kali dia bertemu dengan Aron, saat itu baginya Aron adalah sosok yang tidak berarti baginya.
Jika Danu tidak menyelamatkan Aron, Aron pasti sudah lama dibunuh.
Namun saat melihat Aron saat ini, hanya dalam beberapa bulan yang singkat.
Kekuatan Aron sudah berkembang hingga titik di mana dia dianggap serius olehnya.
Vision meraung seperti orang gila.
“Zaru, saya akan membunuhmu…”
Vision tiba-tiba menerjang ke arah Zaru.
Saat ini, Vision sudah kehilangan rasa takutnya, satu-satunya yang ada di pikirannya saat ini adalah membalaskan dendam orang tercintanya.
Aron yang ,melihat itu bergegas mencoba menghentikan Vision.
Namun sudah terlambat, Vision sudah tiba di hadapan Zaru dan belum sempat menyerang, Zaru sudah melayangkan tamparannya ke kepalanya dan seketika kepalanya meledak!
Aron yang melihat itu mengepalkan tinjunya dengan erat dan menggertakkan giginya.
“Zaru, kamu benar-benar tidak terkendali, beraninya kamu menyerang dan melukai seseorang di hadapanku, jika saya tidak menangkapmu hari ini, saya tidak pantas menjadi seorang kapten!”
Junior sangat marah, cahaya perak di tubuhnya bersinar dan menarik sebuah cambuk perak dari pinggangnya.
Namun di saat Junior hendak menyerang Zaru, Aron mengulurkan tangan dan menghentikannya.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan?”
Junior mengernyitkan keningnya dan bertanya pada Aron.
“Dia adalah milikku, tidak satu pun dari kalian boleh membunuhnya…”
Tatapan mata Aron terasa dingin sedingin es.
“Berani-beraninya, Zaru adalah Kultivator Iblis, saya diperintahkan oleh Tuan Gino untuk menangkapnya.”
Junior tidak menyangka Aron berani bicara seperti itu kepadanya.
Sepasang mata Aron memancarkan aura dingin : “Saya sudah mengatakan hanya saya yang boleh membunuhnya, siapa pun yang berani ikut campur, jangan salahkan saya tidak segan-segan…”
Aura pembunuh di tubuh Aron tidak berhenti meningkat, sepasang matanya mulai berubah menjadi merah!
Seolah-olah dirasuki oleh setan yang membuat dia tidak mengenal siapa pun!
Melihat sikap Aron yang seperti itu, Junior tercengang, namun dia tetap mundur.
Sedangkan Zaru yang melihat hal itu seketika menunjukkan ekspresi bangga!
Jika bertarung sendirian, maka dia tidak akan takut pada siapa pun yang ada dis ini.
“Hari ini saya akan membunuhmu, untuk membalaskan dendam puluhan orang Keluarga Malik…”
Aron menatap Zaru dan berkata dengan acuh tak acuh.
“Hm, hanya mengandalkanmu…”
Zaru berkata lalu tiba-tiba meledakkan aura dari tubuhnya.
__ADS_1
Segera setelah itu, angin topan yang ganas menyapu dan membuat serpihan-serpihan genteng terus berjatuhan dan beterbangan.