Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Gunung Naga Es


__ADS_3

“Kakak kedua, orang ini adalah orang yang membunuh kakak pertama, sekarang dia sudah di depan mata kenapa kamu malah menghalangiku?”


Boyca tidak mengerti, kesempatan yang begitu baik kenapa kakak keduanya malah menghalangi dirinya membalaskan dendam?


“Kamu sudah lupa apa kata Keluarga King tadi? Berani membuat onar di kapal ini artinya memprovokasi Keluarga King, namun setelah turun dari kapal Keluarga King sudah tidak bisa mengaturnya, saat itu mungkin tidak perlu kita yang turun tangan, Keluarga King juga tidak akan membiarkannya? Datang ke tempat seperti ini masih membawa beberapa gadis cantik, itu sama saja dengan cari mati…”


Raul menatap Aron dan menyeringai.


Aron tidak memberi wajah kepada Teflon barusan, dengan sifat Keluarga King yang begitu arogan mana mungkin akan membiarkan Aron.


Mendengar perkataan Raul, Boyca hanya bisa menahan kekesalannya, lalu menatap Aron dan mencibir : “Saya akan membiarkanmu hidup sebentar lagi, setelah tiba di Pulau Naga saya pasti akan membuatmu bersujud memohon ampun…”


“Anjing yang baik tidak menghalangi jalan, kalau tidak berani menyerang maka minggir…”


Aron berkata dengan acuh tak acuh lalu mendorong Boyca, lalu membawa Nuri dan yang lainnya masuk ke dalam kamar!


Boyca menatap punggung Aron, dan meludah dengan keras : “Cuih, kamu bisa sombong sekarang, sebentar lagi kamu akan tahu rasa…”

__ADS_1


Setelah selesai bicara, Boyca menatap Raul dan bertanya : “Kakak kedua, apakah Keluarga King begitu hebat? Kenapa saya tidak pernah mendengarnya? Lalu Lembah Tanpa Bayangan, Klan Petir, saya sepertinya belum pernah mendengarnya…”


Raul melirik Boyca dan berkata dengan tidak senang : “Kamu setiap hari hanya menjalani kehidupan mewah, apa yang kamu tahu, kalau bukan karena Kakak pertama sudah mengurus Keluarga Bara dengan baik, Keluarga Bara yang sekarang pasti sudah hancur sejak lama, di masa depan saya akan berada di tanah Keluarga Bara dan jarang bisa pulang, Keluarga Bara akan mengandalkanmu, jadi lakukanlah dengan benar…”


Setelah dimarahi oleh Raul, Boyca pun cemberut dan tidak berani mengatakan apapun lagi.


Akhirnya perjalanan berlayar selama beberapa jam berakhir, Pulau Naga sudah berada di depan mata mereka!


Walau mereka belum tiba di pulau, mereka semua sudah bisa merasakan hembusan angin dingin yang menerpa mereka, dan membuat mereka semua menggigil.


“Sepertinya legenda tentang Pulau Naga memang benar adanya…”


Setelah melihat Pulau Naga dengan matanya sendiri, Aron diliputi oleh rasa haru.


Tidak lama kemudian, kapal pesiar berlabuh dan suara Teflon terdengar dari pengeras suara.


“Hadirin, ini adalah Gunung Naga Es di salah satu sisi Pulau Naga, jika ada yang ingin pergi ke pulau melalui sisi ini bisa langsung turun dari kapal, setelah itu kami akan pergi ke sisi lainnya dari pulau, kalian bisa memilih sendiri ingin pergi ke pulau melalui sisi yang mana…”

__ADS_1


Tangga spiral dari kapal pesiar diturunkan, dan mereka yang ingin pergi ke pulau melalui sisi ini bisa turun dari kapal.


Namun setelah sesaat, tidak ada orang yang turun dari kapal, karena tidak ada yang ingin turun di tempat yang begitu dingin, dan sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah lapisan putih salju, tidak terlihat ada tumbuhan eksotis, beberapa orang datang untuk menemukan bahan obat atau hewan spiritual, ditempat sedingin ini jelas tidak ada hal-hal yang mereka cari itu.


Melihat tidak ada yang turun, tangga spiral bersiap untuk dinaikkan kembali dan kapal hendak berlayar ke sisi lain, tapi di saat ini, Aron membawa Nuri dan yang lainnya muncul di haluan kapal dan menuruni tangga itu.


Kali ini, semua orang yang ada di atas tangga menjadi gempar dan mulai berdiskusi.


“Apakah orang ini gila? Membawa tiga gadis pergi ke pulau melalui sisi ini? Tidak takut mati kedinginan?”


“Saya rasa beberapa orang ini bukan datang untuk mencari benda pusaka, lebih terlihat sedang bertamasya, siapa yang datang mencari benda pusaka sambil membawa tiga orang gadis...”


“Mereka mana mungkin kedinginan, saat kedinginan mereka bisa berkumpul bersama dan tidak merasa dingin lagi, masih bisa melakukan olahraga berat…”


“Sialan, bocah itu benar-benar beruntung, bisa membawa tiga wanita sekaligus!”


Semua orang menatap Aron yang membawa Nuri dan yang lainnya turun dari kapal dan menatapnya dengan iri.

__ADS_1


__ADS_2