
Jackson yang ditampar seketika tercengang, dan dua orang yang ikut bersamanya bergegas memapah Jackson dan mengeluarkan pisau dari tubuh mereka.
Melihat anak berusia belasan tahun membawa pisau membuat Nuri sedikit tercengang, dan wajahnya tampak sedikit tidak berdaya!
“Kamu berani memukuliku, apa kamu tidak tahu saya siapa? Ayahku adalah Benjamin Porter……”
Jackson berteriak kepada Nuri!
“Kamu adalah putra dari Keluarga Porter?” Nurii melirik Jackson.
“Nuri, jangan pedulikan mereka, ayo masuk….”
Aron tidak ingin perhitungan dengan sekelompok anak kecil, mereka hanya bocah ingusan, kalau membunuh mereka lalu kenapa?
Nuri juga tidak ingin memperdulikan mereka dan mengangguk lalu bersiap masuk ke dalam!
“Setelah memukul Kak Jackson kamu mau pergi begitu saja, mana semudah itu….”
Salah satu teman Jackson berteriak keras lalu hendak menikamkan pisau itu ke arah Nuri!
Masih muda tapi sudah begitu kejam!
Ini membuat Nuri ketakutan!
Lina yang ada di samping Nuri yang melihat ini tiba-tiba menyambar pisau itu dan mematahkan pergelangan pemuda itu!
“Masih begitu muda, tapi sudah begitu kejam…..
Lina menatapnya dengan sangat marah!
juga
__ADS_1
Aron mengernyitkan keningnya saat ini, dia tidak ingin membuat perhitungan dengan sekelompok bocah, tapi anak-anak ini malah begitu kejam!
“Ah…..”
Pemuda yang pergelangan tangannya patah itu berteriak kesakitan, dan Jackson yang melihat temannya seperti itu seketika berkeringat dingin!
Dia tidak menyangka kalau lawannya akan membalas dengan kejam dan langsung mematahkan pergelangan tangan temannya.
Teriakan kesakitan itu membuat banyak orang mulai berkerumun.
Dan di saat bersamaan, di sebuah ruangan di dalam stadion Angela sedang mendiskusikan tentang konser ini dengan beberapa sponsor!
Salah satunya adalah ayah dari Jackson, Benjamin yang hanya duduk di pinggir karena semua orang yang ada di dalam ruangan ini memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan dia!
“Nona Angela, ada orang yang membuat onar di depan stadion, sekarang banyak orang yang sedang berkerumun, saya khawatir itu akan mempengaruhi konser!”
Seorang anggota staf bergegas masuk dan melapor!
“Tidak tahu, sepertinya pemuda berusia tujuh belasan tahun, dan orang yang memimpin sepertinya bernama Jackson….”
Kata staf itu.
“Putraku?” Benjamin yang duduk di samping tiba-tiba berdiri!
“Pak Benjamin, putramu membawa orang untuk membuat keributan di depan stadion konser, kalau sampai mempengaruhi konser, itu akan berimbas kepada Keluarga Porter juga!”
Angela menatap Benjamin dengan wajah tidak senang.
Jangan remehkan Angela yang hanya seorang artis, tapi kekuatan Keluarga Galang tidak bisa ditandingi oleh siapapun di Kota Sanur yang kecil ini!
“Jangan khawatir Nona Angela, saya akan memeriksanya….”
__ADS_1
Benjamin menyeka keringat dingin di keningnya dan bergegas berjalan keluar!
Dan di belakang Benjamin, Angela berkata pada stafnya : “Matt, sebentar lagi temanku akan datang, dia mempunyai tiket barisan depan, nanti mereka tidak usah mengantri kamu langsung bawa saja dia masuk, ini fotonya….”
Aron menyerahkan foto Aron kepada staf, foto itu merupakan foto yang diam-diam diambil oleh Angela!
Dan pada saat staf melihat foto itu, dia terkejut : “Nona Angela, ini adalah salah satu orang yang membuat keributan di luar!”
“Apa?” Angela terkejut dan bergegas bangkit berdiri lalu keluar!
Beberapa sponsor juga bergegas ikut keluar!
“Kalian jangan harap bisa kabur, berani memukulku dan mematahkan tangan temanku, saya akan lapor polisi agar kalian ditangkap dan saya akan menyuruh ayahku mematahkan kaki kalian…..”
Jackson melihat banyak orang yang berkerumun di sekitar jadi dia mulai berteriak kepada Lina dan yang lainnya!
Sekarang semakin banyak orang yang berkerumun, dan pihak lawan tidak mungkin turun tangan lagi, kalau hanya mereka beberapa orang Jackson tidak akan berani begitu sombong, turun tangan langsung mematahkan pergelangan tangan orang, kekuatan seperti itu juga membuat Jackson takut!
Jackson mengeluarkan ponselnya dan hendak menelpon ayahnya sendiri!
Aron mengernyit saat melihat ada banyak orang yang berkerumun di sekitar, raut wajah Ella juga menjadi pucat dan terus memegang tangan Aron dengan erat.
Nuri menghibur Ella : “Ella, tidak usah takut, di Kota Sanur tidak akan ada yang berani menyinggungku!”
Dan saat Jackson sedang menelpon, Benjamin membawa orang bergegas masuk ke dalam kerumunan dan saat melihat wajah putranya dia langsung menjadi marah!
“Dasar bajingan, saya memberi kalian tiket konser untuk menonton konser, bukan untuk membuat masalah….”
Benjamin langsung maju dan hendak memukul Jackson!
“Ayah, bukan kami yang membuat masalah, ada orang yang memukulku, lihatlah wajahku yang dipukulnya, mereka juga mematahkan tangan temanku…..”
__ADS_1
Jackson kaget dan bergegas menjelaskan!