Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Robi Kembali Melarikan Diri


__ADS_3

Mutiara itu muncul dan bercahaya dengan terang, sebuah kekuatan yang terasa damai seketika menyelimuti.


“Apakah ini adalah Inti Emas?”


Aron menatap mutiara yang ada di depannya, dia sedikit tidak percaya, terutama kekuatan damai yang terpancar dari mutiara itu membuat Aron merasa sangat nyaman.


Rantai-rantai yang awalnya sangat dingin dan penuh hawa Yin menjadi tenang saat disinari oleh kekuatan damai ini, dan perlahan-lahan rantai-rantai itu kembali masuk ke dalam tanah!


Saat rantai-rantai itu masuk kembali ke dalam tanah, naga-naga raksasa itu mengaum dan kembali ke dalam tubuh Aron.


Robi mengernyitkan keningnya, lalu menatap mutiara yang bersinar di depannya dengan heran.


Dia tidak tahu apa itu Inti Emas!


Baginya, apa yang ada di hadapannya saat ini pasti merupakan salah satu harta karun milik Aron karena Aron memiliki begitu banyak harta karun.


Baik Pedang Naga, maupun Cincin Penyimpanan, atau Kristal Naga serta mutiara di depannya ini merupakan harta karun yang sangat bernilai.


Hal itu membuat tatapan mata Robi memerah, dia merasa sangat iri dan cemburu!


“Aron, setelah kamu mati semua harta karun ini akan menjadi milikku, semuanya akan menjadi milikku…”


​Setelah selesai berkata, lingkaran cahaya hitam di atas kepala Robi kembali memancarkan cahaya, dan cahaya ini mengandung niat membunuh yang begitu kuat.


Cahaya hitam itu terpancar seperti laser, menghancurkan segala sesuatu yang ditembusnya!


Aron melihat hal ini, lalu mengulurkan sepasang tangannya perlahan dan Inti Emas itu perlahan-lahan jatuh ke telapak tangan Aron.

__ADS_1


Kekuatan yang lembut dan damai, seketika menyerang ke dalam tubuh Aron.


Inti Emas yang berkondensasi juga menunjukkan bahwa dia sudah berada di jalan menuju keabadian.


Kekuatan yang lembut dan damai ini pasti adalah kekuatan yang abadi!


​Aron melambaikan perlahan kekuatan itu dan langsung menuju ke arah cahaya berwarna hitam.


Energi yang meledak dari dua kekuatan itu, jika menyentuh satu sama lain akan dapat menghancurkan langit dan bumi.


Namun walau demikian, saat dua kekuatan itu bertabrakan, bumi tidak berguncang seperti yang diperkirakan, malah suara pun tidak terdengar sama sekali.


Hanya terlihat saat bersentuhan, cahaya hitam itu langsung menghilang dan lingkaran cahaya hitam di atas kepala Robi juga bergetar lalu hancur dan menghilang.


“Ini…ini…”


​Dia tidak dapat memahami harta karun seperti apa mutiara yang ada di tangan Aron itu, kenapa bisa begitu hebat?


"Harta karun apa yang ada di tanganmu itu?”


Robi tidak dapat menahan rasa ingin tahunya dan bertanya pada Aron.


Aron menatap Inti Emas yang ada di tangannya dan tersenyum ringan : “Saya akan memberitahumu, setelah kamu mati…”


Aron membuka mulutnya dan menelan Inti Emas, lalu kekuatan yang penuh damai itu menghilang!


Robi menatap Aron dengan tidak percaya, dan untuk sesaat Robi mengira yang berdiri di hadapannya saat ini adalah dewa yang sesungguhnya.

__ADS_1


“Formasi Sihir Abadi-mu biasa-biasa saja, bahkan tidak bisa menjebak orang biasa seperti ku…”


Setelah selesai berkata, tangan kanan Aron bersinar dengan cahaya keemasan lalu sebuah tinju melayang ke arah Robi.


Tadi dia membiarkan Robi tetap hidup, tapi sayangnya Robi tidak menghargai kesempatan itu jadi sekarang dia hanya bisa membunuhnya.


Merasakan aura menakutkan datang kepadanya, hati Robi diliputi kengerian dan dia tidak berani bertarung lagi dengan Aron.


Dia sudah tidak memiliki kartu lagi, jika dilanjutkan yang menunggunya hanyalah kematian…


Robi memasukkan tangannya ke dalam saku, lalu mengeluarkan Gelang Semesta.


Aron melihat Robi yang mengeluarkan Gelang Semesta, tahu kalau anak ini akan menggunakan Gelang Semesta untuk melarikan diri.


Sosoknya kemudian melesat dan melayangkan sebuah tamparan ganas.


Bam…


Tamparan Aron mengenai dada Robi dan membuat tubuh Robi terpental jauh ke belakang.


Di saat tubuhnya terpental, Robi menahan rasa sakitnya dan melemparkan Gelang Semesta di tangannya.


Sebuah lubang hitam muncul di udara, dan tubuh Robi masuk ke dalam lubang itu lalu menghilang.


“Sialan, dia berhasil lolos…”


Aron mengumpat, dalam hatinya dia merasa iri dengan Gelang Semesta milik Robi, jika dia memiliki senjata teleportasi seperti itu, maka saat bertemu dengan bahaya, dia bisa melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2