
“Oh!” Wanita paruh baya itu tidak mengatakan apapun lagi dan kembali ke tempat duduknya!
Saat pemuda itu mendengar kalau tiket pesawat Aron dibelikan oleh seorang teman dan dia baru pertama kali naik pesawat, tatapannya dipenuhi dengan penghinaan, dan sikap arogannya seketika muncul.
“Hei, minggir, kamu duduk saja di depan, saya mau duduk di sebelah pacarku…..”
Pemuda itu berkata dengan sombong pada Aron.
Aron hanya melirik pemuda itu dan mengabaikannya, lalu bersandar dengan mata terpejam pada kursinya!
Melihat Aron mengabaikannya pemuda itu menjadi marah : “Hei, apa kamu tidak dengar perkataanku? Saya menyuruhmu minggir, jangan buat saya tidak senang!”
Aron tetap tidak memperdulikannya, bahkan tidak melirik pemuda itu sama sekali!
“Sialan….” Pemuda itu memaki dan mengulurkan tangannya untuk meraih kerah baju Aron, namun sebelum tangannya bisa menyentuh Aron, Aron membuka matanya dan langsung meraih pergelangan tangan pemuda iitu.
Cengkraman Aron bagaikan tang yang menjepit pergelangan tangan pemuda itu dengan erat, kekuatannya yang besar membuat pemuda itu seketika kesakitan hingga berkeringat dingin dan berteriak keras!
“Sakit….sakit….lepaskan saya….”
Pemuda itu meraung dan wanita yang melihat itu bergegas berteriak pada Aron : “Dasar kampungan, cepat lepaskan Kak Teddy…..”
Aron menoleh dan menatap wanita itu, tatapannya yang dingin membuat wanita itu terkejut dan ketakutan hingga langsung menutup mulutnya!
Hanya saja Aron juga tidak mengerahkan kekuatannya lagi, dia merenggangkan pegangannya, kalau tidak tangan pemuda itu pasti akan menjadi cacat!
Melihat itu, si wanita bergegas bangkit berdiri dan membantu pemuda itu mengusap pergelangan tangannya.
“Wah bocah, kamu punya nyali juga, nanti setelah sampai di Kota Sanur saya pasti akan menghabisimu!”
Pemuda itu menggertakkan giginya dan mengancam Aron, tapi dia tidak berani memaksa Aron mengganti tempat duduknya lagi!
__ADS_1
“Kak Teddy, kamu tidak apa-apa kan?” Wanita itu bertanya dengan khawatir.
“Tidak apa-apa, tidak disangka anak kampungan ini tenaganya kuat juga, nanti setelah turun dari pesawat saya pasti akan memperlihatkan kemampuanku….”
Pemuda itu berkata dengan marah!
Tidak lama kemudian, pesawat lepas landas dan setelah lebih dari tiga jam, pesawat akhirnya mendarat di Bandara Kota Sanur!
Aron tidak memiliki bagasi, jadi dia langsung bangkit berdiri dan turun dari pesawat, sedangkan sepasang anak muda itu mengikuti Aron dari belakang karena takut akan kehilangan jejak Aron!
“Saya sudah mengirim pesan kepada Jekson, hari ini saya harus mematahkan kaki anak bajingan itu!”
Pemuda itu menatap punggung Aron dan menggertakkan giginya.
“Bagaimana dengan tiketnya?” Wanita itu bergegas bertanya.
“Tidak masalah, kita mendapat tiket dalam 20 barisan pertama!”
“Kak Teddy, kamu memang hebat sekali, saya sangat mencintaimu…..”
Wanita itu mengecup pipi pemuda itu!
Di luar bandara, Jekson sedang menunggu Aron di pintu keluar, Aron sudah memberitahu Jekson sebelum keberangkatannya tadi!
“Tuan Aron………”
Setelah melihat Aron keluar, Jekson bergegas menyapanya!
Aron melirik Jekson lalu mengangguk : “Lumayan, kekuatanmu sudah meningkat pesat akhir-akhir ini!”
Jekson tersenyum : “Semua ini berkat bimbingan Tuan Aron!”
__ADS_1
“Ayo!” Aron berkata dan hendak masuk ke mobil!
Jekson terlihat sedikit serba salah, Aron tercengang lalu mengingat sesuatu dan bertanya pada Jekson : “Apakah kamu masih menunggu orang lain?”
“Tuan Aron, jujur saja, saya punya seorang teman lama yang sudah tidak bertemu bertahun-tahun, putranya datang ke Kota Sanur untuk menonton konser dan memintaku untuk menjaganya!”
Jekson berkata dengan pasrah.
Aron teringat pada sepasang anak muda yang dia temui di pesawat lalu mengingat kalau pemuda itu memang menyebut nama Jekson, jadi dia mengangguk dan berkata : “Kalau begitu maka tunggu saja!”
Pada saat ini, sepasang anak muda berjalan keluar dari bandara, dan dua orang itu berjalan dengan terburu-buru seperti sedang mengejar seseorang!
“Kak Teddy, kenapa bocah itu menghilang dalam sekejap?” Wanita itu berkata dengan tidak senang!
“Jangan cemas, dia tidak akan bisa kabur, selama dia berada di Kota Sanur saya pasti bisa menemukannya!
Pemuda itu mengeluarkan ponselnya dan melihat sebuah foto yang ada di layar, dan mencarinya di luar pintu bandara, foto itu adalah foto Jekson.
Segera, pemuda itu menemukan keberadaan Jekson dan bergegas menarik wanita itu dan menghampiri!
“Paman Jekson, saya adalah Teddy…..”
Pemuda itu berjalan ke hadapan Jekson dan bergegas memperkenalkan dirinya!
Dia belum menyadari Aron yang duduk di dalam mobil, namun wanita itu melihat sekilas dan langsung menyadari.
Saat ini jendela mobil terbuka setengah, dan separuh wajah Aron terlihat dari jendela!
“Kak Teddy, itu dia….dia ada di dalam….”
Wanita itu berkata pada Teddy dengan bersemangat.
__ADS_1