Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Bos Imam


__ADS_3

“Nak, kamu sedang meragukan Pil Peremajaanku?”


Mendengar perkataan Aron, Heri menjadi tidak senang, bukankah ini jelas mengatakan kalau dia sembarangan membuka harga!


Melihat Heri tidak senang, anggota Keluarga Teguh bergegas menuduh Aron.


“Apa yang kamu pahami, Direktur Heri sudah menjadi dokter selama bertahun-tahun, masa dia tidak tahu Pil Peremajaan ini bisa menyembuhkan penyakit atau tidak?”


“Benar, Pil Peremajaan ini didapatkan oleh Direktur Heri melalui bantuan temannya, dan menghabiskan banyak uang, apa mungkin dia tidak tahu!”


“Bocah, jangan beromong kosong lagi disini, seolah-olah kamu yang meramu Pil Peremajaan itu saja…”


Anggota Keluarga Teguh berbicara satu sama lain dan tidak lagi memandang muka Iman.


“Bocah, jangan kira karena Saudara Iman yang mengundangmu maka Keluarga Teguh harus bersikap sopan padamu, saya tidak peduli kamu tabib apapun di kota, saat kamu disini kamu tidak punya hak untuk mempertanyakan Direktur Heri….”


Jeremy berkata dengan sangat kesal, kalau bukan karena memberi muka pada Iman, dia pasti sudah mengusir Aron sejak awal, hanya seorang bocah ingusan berani membual di hadapan heri!

__ADS_1


Hanya saja Aron tidak marah menghadapi cacian semua orang, dia datang untuk ginseng puluhan ribu tahun, dan sebelum melihatnya Aron mana mungkin pergi.


“Apa yang kamu katakan benar, Pil Peremajaan itu memang saya yang meramunya…”


Perkataan Aron membuat semua orang tercengang!


Namun setelah itu semua orang malah tertawa terbahak-bahak dan menatap Aron dengan penuh penghinaan.


Terutama Heri yang meremehkannya : “Masih muda tapi sudah berani membual, saya dengar Pil Peremajaan ini diramu oleh seorang master alkimia di kota, dan seorang master jelas mahir dalam ilmu kedokteran, bagaimana mungkin bocah ingusan sepertimu merupakan master itu, sepertinya kamu saja tidak tahu apa bahan yang ada di dalam Pil Peremajaan?”


“Saya bisa bersaksi kalau Pil Peremajaan itu memang diramu oleh Tuan Aron, dan kemasan dari Pil Peremajaan itu merupakan kemasan yang saya buat, di sudut kanan bawah kemasan juga tercetak nama Teras Obat milik kami….”


Mendengar perkataan Imam, Jeremy segera mengambil kemasan kayu yang indah itu dan melihat ke sudut kanan bawah kemasan itu dan memang tercetak nama Teras Obat.


Anggota Keluarga Teguh tahu kalau Imam menggeluti bisnis bahan obat di Kota Namae, dan membuka Teras Obat, tapi mereka tidak tahu kalau Pil Peremajaan dijual oleh Iman.


“Saudara Imam, meskipun disini tertulis nama Teras Obat, tapi setahu saya di kota ada banyak toko obat dengan nama Teras Obat…”

__ADS_1


Jeremy masih tidak percaya kalau Teras Obat milik Iman memiliki kemampuan untuk menjual obat seharga miliaran, perlu diingat itu membutuhkan banyak kekuatan ekonomi.


“Meskipun toko dengan nama Teras Obat tidak sedikit, tapi di Kota Namae, hanya ada satu Teras Obat, coba tanya saja pada Direktur Heri, apakah dia mendapatkan Pil Peremajaan ini dari Kota Namae atau bukan….”


Imam tersenyum tipis.


Jeremy menatap Heri, namun saat ini Heri menatap Iman dengan sedikit kaget : “Kamu adalah Imam Hardi, Bos Imam?”


Imam menangguk : “Benar, saya adalah Imam….”


Heri sangat gembira dan bergegas maju untuk berjabat tangan dengan Iman : “Bos Imam, tidak disangka kita akan bertemu disini, saya hanya pernah mendengarnya dari temanku kalau kamu juga orang dari Provinsi Murra, tidak disangka akan bertemu disini, saya memang meminta bantuan temanku untuk membeli Pil Peremajaan di Teras Obat Kota Namae, sekarang banyak orang yang ingin membelinya, tapi tidak ada cara untuk mendapatkannya….”


Pil Peremajaan memang sangat populer, karena hanya Aron yang bisa meramunya, meskipun bahan obat yang digunakan untuk meramu Pil Peremajaan hanya bahan obat biasa, tapi Aron tidak punya waktu sepanjang hari untuk meramu Pil Peremajaan, dan dia tidak mungkin menghabiskan terlalu banyak kekuatan spiritualnya.


“Direktur Heri, ada hal yang harus saya luruskan hari ini, harga tertinggi untuk Pil Peremajaan kami tidak melebihi 1 miliar, sejak kapan itu dijual dengan harga beberapa miliar?”


Alasan Imam menanyakan hal ini pada Heri adalah karena dia ingin menjelaskan di hadapan Aron, agar Aron tidak salah paham padanya.

__ADS_1



__ADS_2