
Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama!
Aron mengunci diri di dalam kamar, dia sudah membuka Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil sejak tadi dan menggunakan kesadaran spiritualnya, tubuhnya seolah tersedot ke dalam lukisan.
Seni Konsentrasi Jiwa bekerja dan sejumlah besar kekuatan spiritual tidak berhenti menyatu di tubuh Aron, saat ini di atas kepala Aron terdapat energi spiritual yang berkumpul dan membentuk pusaran.
Saat Aron sedang berkultivasi, dua orang datang ke Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama, mereka adalah Nuri dan Lina yang sedang menyembuhkan diri di Lembah Pengobatan.
Nely dan Elen menetap di Lembah Pengobatan untuk menemani Danu.
Eddyt melihat kedatangan Nuri dan Lina untuk mencari Aron, segera meminta seseorang untuk memanggil Aron.
Merasakan aura dari tubuh Nuri dan Lina, Eddyt merasa kaget dalam hati, dia bisa merasakan kekuatan dua gadis ini sudah berada di atasnya.
Dia ingat saat pertama kali dia menemui Aron, dan bertemu dengan Nuri serta Lina, Nuri hanyalah seorang gadis biasa, dan Lina hanyalah seorang Ahli Kekuatan Batin, namun dalam waktu beberapa bulan kekuatan dua orang gadis ini sudah melampaui dirinya.
Eddyt sama sekali tidak paham, hanya Aron seorang yang kemampuannya berada di luar nalar masih bisa dia terima, tapi kenapa wanita di sisi Aron juga begitu di luar nalar, kecepatan berlatih mereka sudah terlalu cepat.
Tidak lama kemudian, Aron dipanggil dan saat melihat Nuri serta Lina datang kemari, Aron merasa sangat kaget sekaligus senang.
“Kalian berdua kenapa datang kemari? Apakah kalian sudah pulih?”
__ADS_1
Aron bertanya pada Nuri dan Lina.
Keduanya menganggukkan kepala secara serempak, dan Nuri berkata : “Kami mengkhawatirkanmu, jadi saya dan Lina datang kemari untuk menemuimu.”
“Bukankah saya baik-baik saja, tidak akan ada masalah!”
Aron memutar tubuhnya dan membiarkan Nuri serta Lina melihatnya.
“Keluarga King itu tidak mencari masalah padamu, kan? Kamu sudah membunuh Lima Pelindung mereka.”
Lina bertanya.
Perkataan Lina seketika membuat Eddyt yang ada disampingnya tercengang, dia belum mengetahui Aron yang membunuh Lima Pelindung dari Keluarga King.
“Ketua Detasemen Eddyt, terima kasih banyak…”
Aron berkata sambil tersenyum.
“Tuan Aron, kamu terlalu sungkan, ini juga bagian dari pekerjaanku, orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri juga sangat keterlaluan, secara terang-terangan memihak kepada satu pihak selama pelatihan.” Kata Eddyt.
“Nuri, Lina, ayo ke kamarku, saya ingin menunjukkan benda pusaka kepada kalian…”
__ADS_1
Aron berencana membawa Nuri dan Lina ke kamarnya untuk melihat Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil dan berkultivasi bersama.
Tapi wajah Nuri dan Lina malah memerah dan diam-diam melirik Eddyt yang ada di samping.
Mereka salah paham dengan perkataan Aron, mereka baru bertemu lagi dengan Aron dan diajak ke kamarnya, pasti bukanlah hal yang baik, bahkan mengatakan ingin memperlihatkan benda pusaka, jangan-jangan…
“Tuan Aron, kalian mengobrollah, saya masih ada urusan…”
Eddyt tersenyum dan langsung pergi.
Sedangkan Aron bergegas menarik Nuri dan Lina menuju ke kamarnya.
Eddyt menatap punggung Aron dengan rasa iri : “Stamina Tuan Aron memang sangat baik, dipeluk dari kiri dan kanan, sangat memuaskan…”
Setelah menarik Nuri dan Lina masuk ke kamarnya, Aron segera menyuruh mereka berdua duduk di ranjang.
“Aron, ini adalah Detasemen Perlindungan Hukum, apa yang mau kamu lakukan? Kamu bahkan membiarkan kami berdua bersama-sama, ini…”
Raut wajah Nuri tersipu malu, meskipun dia dan Aron sudah cukup lama menjalin hubungan, tapi mereka berdua belum pernah melakukan hingga tahap itu, sekarang Aron tiba-tiba ingin melakukannya bersama dengan dirinya dan Lina, Nurj merasa malu.
“Jangan bicara dulu, tutup mata kalian, saya akan mengeluarkan benda pusaka itu untuk kalian lihat…”
__ADS_1
Aron mendesak Nuri dan Lina untuk menutup mata.