Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Darah menyembur ke tubuh pria lainnya dan membuat orang itu ketakutan, dia berbalik lalu hendak melarikan diri.


Namun bagaimana mungkin dia bisa lolos dari cengkeraman Aron.


Aron berhasil menangkap pria itu dalam satu langkah cepat.


“Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Sebaiknya kamu menceritakan dengan jelas…”


Aron bertanya dengan sorot mata dingin kepada pria itu.


Merasakan aura menakutkan dari tubuh Aron.


Pria itu ketakutan dan segera menceritakan apa yang dia ketahui kepada Aron dengan detail.


Aron yang mendengarnya semakin marah, aura pembunuh di dalam tubuhnya seketika meningkat!


Dia tidak menyangka, Lembah Iblis akan berakhir dibantai karena melindungi dirinya!


Lebih tidak menyangka, Robi akan begitu kejam, mengambil kesempatan setelah pertarungan antara Lembah Iblis dan seluruh komunitas bela diri Kota Dawa untuk menyerang Lembah Iblis.


“Lalu apa lagi?”


Aron bertanya dengan dingin.


“Tidak ada lagi, hanya itu yang saya tahu…”


Pria itu menggelengkan kepalanya dengan ketakutan.


Aron menggunakan sedikit tekanan pada tangannya dan orang itu seketika membelalak, tidak bernafas lagi.


“Keluarga Himawan, saya akan membuat kalian membayar ini dengan darah kalian…”


Aura pembunuh yang mematikan meledak dari tubuh Aron.


Setelah meninggalkan Lembah Iblis, Aron bergegas menuju ke Kota Dama.

__ADS_1


Tidak peduli berapa pun harganya, dia akan menyelamatkan Empat Tetua Iblis.



Kota Dama, kediaman Keluarga Himawan!


Orang-orang dari puluhan keluarga dan klan bela diri sedang berkumpul di kediaman Keluarga Himawan!


Karena hari ini adalah hari ulang tahun Robi.


Robi yang masih muda mengadakan sebuah pesta ulang tahun yang meriah.


Tidak hanya keluarga dan klan bela diri yang menjadi pengikut Keluarga Himawan yang diundang, bahkan Aliansi Seni Bela Diri pun mendapatkan undangan.


Robi bahkan mengirimkan undangan kepada Tuan Gino!


Namun Tuan Gino akan datang atau tidak, tidak bisa dipastikan.


Suasana dalam seluruh kediaman Keluarga Himawan begitu meriah, Eddyt membawa orang-orang dari Detasemen Perlindungan Hukum hanya bisa menjaga ketertiban di luar!


​Sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, dia sama sekali tidak mendapatkan undangan.


“Tuan Muda, sebagian besar tamu sudah hadir namun Tuan Gino dan Aliansi Seni Bela Diri belum hadir!”


Pada saat ini, kepala pelayan berbisik di telinga Robi.


“Saya tahu mereka tidak akan datang.”


“Sekarang mereka memandang rendah diriku, tapi tiga tahun kemudian, saya akan membuat mereka berlutut di hadapanku.”


Tatapan mata Robi dipenuhi dengan kekejaman.


Setelah merapikan pakaiannya, Robi berjalan menuju ke aula.


Melihat kedatangan Robi, orang-orang dari keluarga dan klan bela diri menjadi diam.

__ADS_1


“Hadirin sekalian, terima kasih banyak telah menghadiri pesta ulang tahun saya, kalian semua yang ada di sini adalah teman dari Keluarga Himawan.”


“Saya bisa menjamin kepada kalian semua, selama ikut dengan saya, tiga tahun, hanya membutuhkan waktu tiga tahun kalian semua pasti akan mendapatkan tempat di komunitas bela diri Kota Dama…”


Perkataan Robi sangat liar, tapi tidak ada yang membantah atau pun mempertanyakannya!


Mereka semua bertepuk tangan dan menggemakan kata-kata Robi.


Pesta perjamuan dimulai, dan suasana di lokasi amat meriah.


Di luar vila Keluarga Himawan, sesosok tubuh perlahan-lahan muncul dengan niat membunuh yang tak tertandingi.


“Tuan Aron?”


Eddyt yang berada di luar untuk menjaga ketertiban dan mencegah kerusuhan, sekilas melihat Aron.


Aron yang melihat Eddyt juga sedikit terkejut.


“Ketua Detasemen Eddyt, apa yang kamu lakukan di sini?”


Tanya Aron.


“Hari ini Robi menggelar pesta ulang tahun, jadi saya datang untuk menjaga ketertiban dan mencegah keluarga serta klan bela diri yang ingin membalas dendam bertarung di sini!”


​Eddyt menjelaskan lalu bertanya kepada Aron : “Tuan Aron, apa yang kamu lakukan di sini di saat seperti ini? Banyak orang yang sedang mencarimu!”


“Saya datang untuk membunuh orang…”


Tatapan mata Aron mengarah ke vila Keluarga Himawan.


Eddyt yang mendengarnya seketika tercengang lalu bergegas menghentikan Aron : “Tuan Aron, kalau kamu ingin membunuh Robi, hari ini bukan waktu yang tepat.”


“Sekarang di Keluarga Himawan ada puluhan orang yang merupakan bagian dari klan dan keluarga bela diri Kota Dama, semuanya adalah para ahli.”


“Dan mereka semua sudah berafiliasi dengan Keluarga Himawan, jadi jika kamu menyerang Robi maka kamu pasti akan diserang oleh mereka semua!”

__ADS_1


​Eddyt membujuk Aron, jika membunuh Robi di saat seperti ini, bukankah itu sama saja dengan cari mati?



__ADS_2