Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Restoran


__ADS_3

“Tuan Ketiga, bagaimana kita harus menyiapkan hadiahnya?”


Kepala pelayan bertanya dengan lembut.


“Tunggu setelah kakak besarku keluar baru kita bicarakan lagi, kali ini kita harus menyiapkannya dengan baik!” Boyca tidak berani mengambil keputusan, apalagi Dika juga akan keluar dalam beberapa hari ini, dan menunggu sampai dia keluar juga belum terlambat.


“Baik!” Kepala pelayan mengangguk, dan bersiap pamit undur diri.


“Tunggu sebentar, utus seseorang untuk mengawasi Chris, anak itu sering menyebabkan masalah dimana-mana, beberapa hari ini beritahu dia untuk tidak memprovokasi Aron, hati-hati nyawanya bisa melayang….”


Boyca menghentikan kepala pelayan yang hendak undur diri, dia tahu sifat anaknya sendiri, dia tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak berguna, dan selalu berlagak ingin memenggal Aron sampai mati, kalau anak itu benar-benar pergi memprovokasi Aron, Boyca takut anaknya akan berakhir sama seperti Roy, dan dibunuh oleh Aron.


Perlu diingat di Keluarga Bara mereka hanya ada Roy dan Chris dua orang generasi penerus, sekarang Roy sudah mati, dan hanya Chris yang tersisa untuk melanjutkan garis keluarga, kalau Chris melakukan kesalahan maka Keluarga Bara akan berakhir.


“Saya mengerti…..”


Kepala pelayan menganggukkan kepalanya.


……………

__ADS_1


Keesokan paginya, Aron berencana untuk tidur karena tidak ada energi spiritual yang bisa dia gunakan untuk berkultivasi dan tidak ada lagi yang harus dia kerjakan, namun sayangnya teleponnya berdering dan itu merupakan panggilan dari Nuri, dan bertanya apakah Aron akan pulang atau tidak!


Aron tidak berdaya dan hanya bisa berbohong dan mengatakan kalau orang dari Desa Poison belum ditemukan dan akan menetap di Kota Dama, karena ada beberapa hal yang tidak bisa Aron katakan pada Nuri.


Setelah berbincang cukup lama di telepon, terlihat jelas kalau Nuri merindukan Aron, padahal baru beberapa hari tidak bertemu tapi dia sudah begitu merindukannya.


Menjelang tengah hari, bel pintu kamar Aron berbunyi dan Aron menutup teleponnya!


Saat membuka pintu dia menemukan Mars, yang sedang berdiri dan memegang sebuah tas kulit ular di tangannya.


“Tuan Aron, ini adalah beberapa bahan obat yang dikumpulkan dengan harga tinggi, kakekku tahu Tuan Aron memerlukan ini untuk berkultivasi jadi memintaku untuk mengantarkannya kemari….”


Mars membuka tas kulit ular dan di dalamnya terlihat beberapa Lingzhi dan ginseng berusia ratusan tahun, dan sejenisnya.


​Hanya saja ini adalah niat baik dari Keluarga Darmanto, Aron juga merasa sangat tersentuh jadi setelah menerima tas kulit ular itu dia berkata pada Mars : “Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada Tuan Basri!”


“Tuan Aron terlalu sungkan, kakekku sudah mengatakan kami akan membantu kultivasi Tuan Aron dengan sekuat tenaga kami, walau harus mengeluarkan seluruh harta kekayaan Keluarga Darmanto, kami juga tidak akan ragu….”


Kata Mars.

__ADS_1


Aron sedikit terharu saat mendengar itu, karena dia tahu Keluarga Wijaya dan dirinya hanya bekerja sama agar saling menguntungkan tapi sangat jarang bagi Basri untuk menunjukkan perasaan seperti ini.


“Ayo masuk dan duduklah….” Aron mempersilahkan Mars masuk ke dalam kamar.


“Tuan Aron, kalau kamu tidak ada kegiatan lain, maka mari kita makan bersama siang ini, kamu sudah datang ke Kota Dama, dan saya belum menunjukkan yang terbaik sebagai Tuan rumah!”


​Mars berkata sambil tersenyum.


“Baik!” Aron menganggukkan kepalanya : “Hanya saja, jangan ke rumahmu, itu terlalu merepotkan….”


Aron tidak ingin pergi ke kediaman Keluarga Darmanto karena akan ada terlalu banyak orang, dan kalau dia pergi ke sana, semua orang akan mengelilinginya dan mereka satu per satu akan menyanjungnya dan dia tidak akan bisa makan dengan tenang.


Mars tersenyum, dia tahu apa yang dikhawatirkan oleh Aron dan mengangguk : “Baik, saya akan membawa Tuan Aron ke sebuah restoran yang sering saya datangi, makanan di sana lumayan enak….”


Aron mengangguk dan setelah mengganti pakaiannya dia pergi keluar bersama dengan Mars.


Segera, dua orang itu berhenti di depan sebuah restoran, Mars mempersilahkan Aron untuk masuk dan dua orang itu mencari tempat di sudut dan duduk.


“Tuan Muda Mars, kamu datang ya…”

__ADS_1


​Setelah melihat Mars, seorang pelayan di restoran menyambutnya dengan hangat, jelas dia terlihat akrab dengan Mars.



__ADS_2