
Melihat Lina membalikkan badannya, Nuri tiba-tiba melepaskan diri dari pelukan Aron dan menarik Lina lalu mendorongnya ke dalam pelukan Aron.
“Lina, ayo kita berdua merasakan kehangatan dari pelukan Aron bersama…”
Nuri meraih lengan Lina dan mereka berdua mendekap dalam pelukan Aron.
Lina sedikit meronta pada awalnya, namun saat lengan Aron melingkari tubuhnya dengan lembut, Lina tidak bergerak, sebaliknya dia malah menyandarkan kepalanya di bahu Aron dan menikmati kehangatan yang datang dari dada Aron.
Aron tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan saat itu, namun saat ini dia merasa seperti seorang pemenang dalam hidupnya.
Bukankah ini yang dimaksud dengan dipeluk dari kiri dan kanan?
Krek...
Tiba-tiba pintu kamar Aron terbuka, Lina dan Nuri segera melepaskan diri dari pelukan Aron.
Aron merapikan bajunya dengan sedikit canggung, saat melihat orang yang masuk adalah Hanna, Aron bertanya dengan sedikit heran : “Putri Hanna, sudah selarut ini apa kamu punya urusan?”
Hanna melihat Nuri dan Lina yang ada di dalam kamar lalu tersenyum kecut dan berkata pada Aron : “Aron tidak disangka kamu juga seorang pria hidung belang, dipeluk dari kiri dan kanan, apakah mereka berdua adalah pacarmu?”
Perkataan Hanna membuat Aron serba salah, dia baru saja memeluk Lina, jika dia mengatakan Nuri adalah pacarnya lalu bagaimana dengan Lina?
__ADS_1
“Benar, kami berdua adalah pacarnya…”
Nuri melihat Aron yang serba salah dan menarik tangan Lina lalu berkata pada Hanna.
Hanna tersenyum : “Aron, kamu benar-benar sangat diberkati, memiliki dua gadis cantik sebagai pacarmu di saat bersamaan.”
Perkataan Hanna terdengar sedikit cemburu, Nuri dan Lina adalah wanita, bagaimana mungkin mereka tidak bisa mendengar nada itu, dan mereka berdua langsung menatap Aron.
“Putri Hanna, sudah selarut ini apakah ada urusan yang membawamu ke kamarku? Jika tidak ada urusan, saya ingin beristirahat.”
Jantung Aron berdegup kencang, dia benar-benar takut Hanna akan mengatakan hal yang tidak-tidak, bagaimanapun gadis dari luar negeri memiliki pemikiran yang sangat terbuka.
“Apa yang membuatmu gugup? Saya datang hanya untuk berpamitan denganmu, besok pagi kami akan kembali ke Negara Kree, jika ada kesempatan pergi ke Negara Kree, kamu harus menghubungiku, saya akan menunjukkan pemandangan indah negaraku.” Setelah Hanna selesai berbicara dia menatap Nuri dan Lina : “Dua nona ini benar-benar beruntung, bisa memiliki pacar yang begitu hebat seperti Aron.”
Namun Nuri dan Lina masih menatap Aron dengan erat.
“Satu bulan lebih tidak bertemu, sekarang kamu bahkan sudah berhubungan dengan gadis luar negeri?”
Nuri melangkah maju dan langsung menarik telinga Aron.
“Tidak, fitnah, saya difitnah, saya baru mengenal Hanna, dia terus mencariku, saya tidak pernah mengajaknya berbicara.”
__ADS_1
Aron segera menjelaskan.
“Saya tidak percaya, tatapan gadis itu padamu tampak tidak beres, saya rasa pasti ada sesuatu di antara kalian, katakan yang sebenarnya.” Nuri sama sekali tidak percaya lalu berkata pada Lina : “Lina, kemari, kita beri dia pelajaran bersama, sekarang kita adalah orang yang sama.”
Lina yang mendengarnya bergegas maju dan menarik telinga Aron yang satu lagi.
ARon kemudian di interogasi oleh dua gadis itu sambil dijewer telinganya.
Tidak lama kemudian, suara tawa keceriaan terdengar dari dalam kamar Aron, seolah Aron adalah orang yang paling santai malam itu.
“Apakah kalian berdua akan tidur disini malam ini?”
Aron menatap Nuri dan Lina yang wajahnya memerah dan bertanya.
“Bermimpilah, pesta pernikahan saja belum diadakan sudah ingin kami berdua menemanimu tidur?”
Nuri memutar matanya pada Aron lalu menarik Lina berjalan keluar.
Melihat Lina dan Nuri pergi, Aron menghela nafasnya dan duduk di atas ranjang.
“Setelah saya menyelamatkan ibu, saya akan melangsungkan pernikahan ku dengan kalian…”
__ADS_1
Aron bergumam…