
“Ah…”
Aron yang sedang berkultivasi tiba-tiba berteriak dengan sedih dan seketika membuka matanya!
Saat ini tubuh Aron sudah basah kuyup dan dia bernafas dengan terengah-engah.
Pil Hewan Buas yang ada di dalam istana sudah diserap oleh Aron sebagian besar, namun peningkatan kekuatan Aron tidak terlalu jelas.
Saat ini energi spiritual yang dibutuhkan oleh Aron untuk berkultivasi sudah mencapai titik di luar nalar!
Walau ada ribuan Pil Hewan Buas di sini, jumlah energi spiritual yang terkumpul akan sulit membuat kekuatan Aron meningkat.
“Apakah tadi itu mimpi?”
Aron menyeka keringat di keningnya, sepasang matanya menatap duyung yang ada di singgasana.
Setelah mengambil waktu sejenak untuk mengatur nafas, sekujur tubuh Aron bersinar dengan cahaya keemasan dan Tubuh Emas tak terhancurkan melindungi tubuhnya, Aron merasa tempat ini terlalu berbahaya.
Aron kemudian berjalan ke depan pintu istana dan setelah mengambil nafas dalam-dalam, dia mengerahkan tenaganya untuk mendorong pintu besar itu hingga terbuka!
Pintu besar itu terbuka dan pemandangan di luar memang sama persis dengan yang Aron bayangkan!
Zirah berserakan di lantai, serta senjata-senjata yang sudah hancur, Pil Hewan Buas yang berserakan di lantai menandakan banyak monster siluman yang telah mati di sini.
M
“Lantas tadi itu bukan mimpi? Melainkan kenyataan?”
__ADS_1
“Ini adalah Kota Nirvana?”
Aron tampak sangat kaget!
Segera, tatapan Aron tertuju pada sebuah zirah berwarna putih.
“Wenny…”
Melihat zirah putih itu, mata Aron berbinar-binar!
Setelah melewati ribuan tahun, semua zirah dan senjata sudah hancur berantakan, namun zirah berwarna putih ini masih tampak seperti baru dan memancarkan kilau!
Aron menatap zirah putih itu dan tubuhnya sedikit gemetar, lalu dia perlahan-lahan berjongkok sambil mengangkat zirah putih itu dengan lembut, zirah itu sudah kosong dan bahkan tulang pun tidak bersisa lagi.
Tampaknya setelah ribuan tahun berlalu, bahkan tulang manusia pun tidak tersisa lagi, jika bukan karena senjata dan zirah yang berantakan, serta Pil Hewan Buas yang memenuhi lantai, Aron tidak bisa membayangkan kejadian mengerikan seperti apa yang terjadi di sini.
Melihat adegan ini Aron seketika termenung, zirah putih ini seolah memiliki roh dan mulai bergerak sendiri!
Jika itu adalah senjata spiritual yang memiliki rohnya sendiri, memiliki kesadarannya sendiri, Aron masih dapat menerimanya!
Namun bagaimana mungkin sebuah zirah bisa tiba-tiba bergerak sendiri?
Zirah itu segera terbang keluar istana dan Aron tidak sempat memikirkan hal lainnya, dia bergegas mengikutinya.
Zirah itu seolah sedang mencari sesuatu!
Di luar istana, seluruh Kota Nirvana masih dalam keadaan aslinya, persis seperti yang Aron lihat dalam mimpinya!
__ADS_1
Hanya saja di Kota Nirvana kuno ini tidak ada lagi aura manusia, dan keheningan ada di mana-mana.
Meskipun energi spiritualnya masih melimpah tapi tetap saja memberikan kesan menakutkan pada orang!
Zirah itu meliuk-liuk di jalanan, Aron mempercepat langkahnya dan mengikuti dengan erat.
“Sebenarnya mau ke mana?”
Aron bergumam dengan pelan.
Namun tidak lama kemudian, di jalanan yang dingin dan menakutkan itu terlihat seseorang yang sedang duduk di tengah dan tidak bergerak sedikit pun!
Aron melihat ada orang dan merasa tercengang, namun ekspresinya segera menunjukkan keterkejutan!
Zirah putih itu langsung terbang ke tubuh orang itu, dan langsung dikenakan padanya.
Aron bergegas menghampiri dan yang menarik perhatiannya, orang itu adalah Wenny!
Saat ini sekujur tubuh Wenny masih terbungkus oleh es, hanya saja dia masih terlihat seperti saat pertama kali muncul!
"Wenny, Wenny…”
Aron berteriak kegirangan saat melihat itu adalah Wenny.
Pantas saja dia tidak bisa menemukan Wenny di Pulau Naga, entah bagaimana dia bisa sampai di tempat ini.
__ADS_1