Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Melenyapkan Musuh Satu Persatu


__ADS_3

Kota Dama, salah satu restoran!


Banyak ahli bela diri yang suka datang untuk makan di sini, dan mengobrol serta bersenang-senang!


Saat kerumunan orang sedang makan dan mengobrol, dua orang gadis yang terlihat cantik dan montok berjalan masuk ke dalam restoran!


Dua orang gadis itu baru saja berjalan masuk ke dalam restoran, dan sudah menarik perhatian banyak orang.


Kedua gadis itu tidak peduli dengan tatapan orang banyak dan langsung mencari tempat duduk.


Kedua gadis ini adalah Elen dan Nely, mereka berdua datang kemari bukan untuk makan, tapi memiliki tujuan tersendiri.


Setelah duduk, tatapan Nely dan Elen tertuju pada dua orang pria paruh baya yang sedang makan tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Aura Great Grand Master terpancar dari tubuh kedua orang itu, mereka juga mengenakan pakaian dengan bordiran yang bertuliskan satu kata Himawan di lengan baju mereka!


Ini adalah pakaian khas Keluarga Himawan, dan jelas sekali dua pria paruh baya ini adalah anggota Keluarga Hinawan!


“Nona, apa yang ingin kalian pesan?”


Pada saat ini, seorang pelayan berjalan menghampiri dan bertanya pada Nely dan Elen.


“Oh, maaf, kami sedang menunggu seseorang, kami akan memesan setelah orangnya sampai!”


Nely berkata kepada pelayan itu.


Pelayan itu juga tidak mengatakan apa pun lagi dan berbalik pergi.


Namun, tatapan Elen dan Nely masih tertuju pada kedua pria dari Keluarga Hinawan itu.


Kedua pria dari Keluarga Himawan juga merasakan ada yang sedang menatap mereka dan menoleh ke arah Elen dan Nely.

__ADS_1


Melihat kedua gadis itu sedang menatap mereka, dua orang dari Keluarga Himawan itu saling bertukar pandang dan sebuah senyuman jahat melengkung di mulut mereka, lalu bangkit bersama dan duduk di meja Elen dan Nely.


“Dua adik kecil, apakah kalian keberatan jika kita makan bersama di sini?”


Salah satu orang dari Keluarga Himawan berkata.


“Tentu saja tidak keberatan, ada yang membayar tagihannya kenapa harus keberatan…”


Nely tersenyum tipis dan mengedipkan matanya kepada salah satu orang Keluarga Himawan yang duduk di sebelahnya!


Saat ini, mata orang dari Keluarga Himawan itu seketika bersinar dan tersenyum terpesona sambil menatap Nely.


Dan satu orang dari Keluarga Himawan yang duduk di samping Elen juga sudah terpesona oleh kedipan mata Nely.


“Dua kakak, di sini terlalu ramai, ayo kita pergi ke tempat yang lebih bagus, ya?”


​Nely melihat penampilan dua orang dari Keluarga Hikawan itu tahu kalau mereka sudah jatuh ke dalam teknik pesona dan angkat bicara.


Dua orang itu segera menganggukkan kepalanya.


Segera, Elen dan Nely membawa dua orang Keluarga Himawan itu keluar dari restoran.


Saat berjalan ke sebuah gang, Lina tiba-tiba muncul.


Dengan satu sayatan belatinya dua orang dari Keluarga Himawan itu langsung tersungkur dalam genangan darah.


Setelah membunuh dua orang dari Keluarga Himawan, Lina dan yang lainnya segera melarikan diri dan mulai mencari target berikutnya.


​Mereka akan menggunakan cara seperti ini, membunuh orang Keluarga Hinawan sedikit demi sedikit.


Dalam waktu dua hari, Lina dan yang lainnya menggunakan cara ini dan membunuh belasan orang dari Keluarga Himawan.

__ADS_1


Saat ini, aula utama Keluarga Hikawan, Satria tidak berhenti mondar-mandir dan hatinya merasa sedikit gelisah.


Dalam waktu dua hari, belasan orang Keluarga Himawan sudah meninggal!


Dia bertanya-tanya siapa yang sedang mengincar Keluarga Himawan di Kota Dama!


Seluruh komunitas bela diri Kota Dama, keluarga dan klan bela diri yang berani mengincar Keluarga Himawan seperti ini tidak banyak.


“Sampah, dasar sekelompok sampah, sudah dua hari lantas kalian masih belum menemukan petunjuk sama sekali?”


Satria berteriak marah kepada beberapa petinggi Keluarga Himawan.


Beberapa orang ini menundukkan kepalanya dan tidak ada yang berani berbicara.


“Ayah, pihak lain jelas mengincar Keluarga Himawan dalam masalah ini, dan saya sudah memeriksanya, pihak lawan itu mungkin adalah dua orang wanita!”


Robi berkata pada Satria.


“Dua orang wanita?” Satria mengernyitkan keningnya : “Orang-orang kita yang dibunuh itu bahkan ada Great Grand Master di antaranya, kekuatan wanita mana yang begitu kuat?”


“Kekuatan dua wanita ini memang tidak kuat, dan dari belasan orang kita yang dibunuh hanya dua orang Great Grand Master, setelah kita meningkatkan kewaspadaan, mereka hanya menyerang beberapa Grand Master.”


“Dari sini terlihat bahwa kekuatan mereka tidak terlalu kuat, jadi saat mereka membunuh dua orang Great Grand Master di awal, mungkin menggunakan kecantikan untuk merayu, dan membuat orang-orang kita lengah!”


Robi menganalisis dengan cermat.


“Kalau begitu cepat cari tahu, temukan dua wanita itu bagaimanapun caranya, saya mau lihat siapa sebenarnya yang sedang mengincar Keluarga Himawan…”


Satria berteriak marah.


Robi mengangguk dan segera membawa pasukannya pergi mencari tahu!

__ADS_1


__ADS_2